Wednesday, January 23, 2019

Cara Menetaskan Telur Puyuh dengan Mudah

Cara Menetaskan Telur Puyuh dengan Mudah - Potensi ternak puyuh saat ini bisa dibilang masih sangat menguntungkan. Tidak heran jika sekarang banyak peternak berlomba lomba membuat peternakan burung puyuh modern untuk mendapatkan hasil maksimal. Umumnya peternak berfokus pada pengembangbiakan burung puyuh. Disamping menetaskah telur puyuh untuk dijual sebagai bibit, peternak juga menjual telur puyuh konsumsi mengingat harganya yang lumayan. Mengingat pentingnya cara menetaskan telur puyuh untuk menciptakan bibit puyuh petelur dan pedaging unggulan maka saya ingin membagikan sedikit pengalaman saya beternak burung puyuh.

Dalam manajemen pengelolaan peternakan puyuh tentunya kita akan menjumpai kegiatan menetaskan telur puyuh, memanajemen kebutuhan untuk perawatan kandang dan puyuh supaya tidak terjadi pemborosan. Juga bagaimana cara menambah hasil yang optimal dengan dana yang kecil. Maka dari itu banyak peternak berlomba lomba mencari teknik dan cara menetaskan pelur puyuh dengan mudah untuk menekan biaya produksi. Menetaskan telur puyuh sangat banyak manfaatnya, kegiatan ini juga bisa menjadi peluang bisnis baru yang mungkin prospek pemasaranya akan sangat baik.
Cara Menetaskan Telur Puyuh dengan Mudah

Cara Menetaskan Telur Puyuh dengan Mudah
Lalu bagaimana metode penetasan telur puyuh yang baik dan benar agar menghasilkan bibit puyuh terbaik? Jika kita sering mengikuti seminar peternakan, kita akan mendapatkan banyak ilmu terkait manajemen penetasan telur puyuh sehingga kita bisa menetaskan telur puyuh jantan maupun burung puyuh betina dengan perbandingan sesuai yang kita inginkan. Pada artikel kali ini gua akan ngebahas mengenai tips tips cara menetaskan telur puyuh dengan mudah. Baik dari bibit ternak puyuh pedaging maupun puyuh petelur.

Berikut cara menghasilkan bibit puyuh unggulan sendiri, langkah langkah yang harus dilakukan ialah :
1. Memilih indukan puyuh
Hal pertama yang harus kita ingat jika ingin menetaskan telur puyuh untuk menghasilkan bibit unggulan adalah pemilihan induk. Dalam memilih bibitan puyuh yang baik, maka ada beberapa kriteria untuk menjadi indukan puyuh. Pemilihan indukan puyuh yang baik ini bertujuan agar nantinya indukan menetaskan telur dengan baik juga. Berikut beberapa kriterianya :
  • Calon indukan puyuh harus berbadan sehat dan tidak ada cacat di tubuhnya
  • Usia indukan harus sudah matang yakni berusia 3 - 4 bulan 
  • Calon indukan puyuh juga harus produktif 
  • Umumnya masa produksi indukan mencapai 1,5 - 2 tahun

2. Mempersiapkan kandang puyuh
Sebelum mulai menetaskan telur puyuh sendiri, tentunya kita harus menyiapkan kandang terlebih dahulu. Penggunaan kandang puyuh sama halnya dengan penggunaan kandang seperti ayam potong. Yakni bisa menggunakan kandang tipe baterai atau dengan tipe litter. Namun juga harus diperhatikan pula bahwa lokasi berdirinya kandang tidak boleh sembarangan. Lokasi penempatan kandang puyuh harus tenang dan jauh dari kebisingan. Jika lokasi terlalu bising maka puyuh akan mudah stres.

Dalam cara menetaskan telur puyuh agar menjadi efektif perlu mempersiapkan beberapa kandang, mulai dari kandang untuk calon indukan betina dan jantan, kandang untuk perkawinan, juga kandang untuk pembibitan burung puyuh (DOQ). Perlu diingat juga kandang harus memiliki sirkulasi udara yang baik. Untuk pembuatan kandang litter, ukuran kepadatanya 40-60 ekor/m2. Perbandingannya 1:4 yakni 1 ekor puyuh jantan dan 4 ekor puyuh betina.

3. Pemilihan telur puyuh
Dalam proses menetaskan telur puyuh, kita harus ingat bahwasanya telur puyuh yang bagus adalah telur yang memiliki daya tetas tinggi. Pemilihan ini bertujuan agar telur puyuh menetas semua, dan tidak mengalami kerugian yang berlebihan. Hal ini ditujukan agar cara menetaskan telur puyuh dengan mudah. Adapun kriteria pemilihan telur puyuh yang memiliki daya tetas tinggi :
  • Bentuk telur oval
  • Memiliki berat antara 10-11 gram 
  • Cangkang memiliki tebal yang rata 
  • Permukaan telur halus 
  • Telur puyuh terlihat bersih 
  • Umunya warna telur puyuh putih dengan corak hitam.

4. Cara menetaskan telur puyuh
Saat sudah memiliki indukan puyuh yang baik dan telur dengan daya tetas tinggi. Waktunya untuk memulai proses penetasan telur puyuh. Langkah awal siapkan mesin tetas yang mampu menampung kurang lebihnya 600-1000 butir telur puyuh. Mesin yang bagus juga memiliki pengaturan tekanan panas yang otomatis.

Urutan pertama dalam menetaskan telur puyuh unggulan adalah letakan telur puyuh yang siap menetas kedalam penampung telur (egg tray). Posisi telur juga tidak boleh sembarangan, bagian telur yang tumpul menghadap keatas. Setiap hari telur juga harus dibolak balik kurang lebih 2-3 kali diwaktu yang sama. Hal tersebut bertujuan agar semua bagian telur dapat terkena panas secara merata. Perkembangan telur setiap harinya sebagi berikut :
a. Penetasan pada hari ke 1-2
Pengaturan suhu pada hari 1-2 kisaran antara 38 ͦC-39 ͦ C dengan keadaan semua ventilasi tertutup rapat. Pintu mesin jangan sampai dibuka buka, karena akan mempengaruhi dalam proses penetasan telur. Pada hari 1-2 biarkan telur pada posisinya karena pembalikan tidak perlu dilakukan.

b. Penetasan pada hari 3-7

Suhu pada hari ketiga msih tetap sama, dan ventilasinya dapat dibuka ¼ bagian. Pada hari kelima ventilasi bisa dibuka ¾ bagian. Dan pada hari keenam ventilasi sudah bisa dibuka seluruhnya. Pembukaan ventilasi sangat perlu dilakukan.

Pada hari ketiga pula telur sudah bisa dibalik, pembalikan telur dengan cara menggelindingkanya dengan telapak tangan. Namun jika cara menetaskan telur puyuh menggunakan mesin penetas otomatis, telur cukup di bolak balik dengan cara memiringkan rak penampung telur kekiri / kekanan. Tujuan dari pembalikan telur setiap harinya adalah untuk menghindari embrio telur melekat pada cangkang. Jika hal itu terjadi maka telur tidak akan menetas.

Ada cara untuk memastikan bahwa proses penetasan burung puyuh berlangsung atau tidak. Pada hari ke 5 atau ke 7 ambilah dua sampai lima telur sebagai sempel. Lalu gunakan teropong dengan lampu untuk menerawangnya. Hal itu untuk memastikan apakah ada embrio puyuh yang tumbuh atau tidak. Adapun cara lain yang dapat Anda lakukan, yaitu dengan memecahkan satu telur dan memastikan adakah titik galur merah pada telur atau tidak. Jika titik itu ada maka telur sedang mengalami proses penetasan.

c. Penetasan pada hari ke 8-14

Pengaturan suhu ruangan harus tetap dijaga agar stabil. Ventilasi biarkan tetap terbuka, dan pembaliakan telur dilakukan setiap hari. Kegiatan ini dilakukan agar cara menetaskan telur puyuh lebih mudah dan dapat berjalan lancar sampai telur telur puyuh menetas.

d. Penetasan pada hari 14-17

Hari ke – 14 pembalikan telur mulai berhenti dilakukan hingga telur menetas. Jika proses penetasan normal dan tidak ada kendala seperti mati lampu, dan suhu tetap stabil kisaran 38 ͦ C-39 ͦ C. Umumnya telur akan menetas pada hari ke 16-18. Itu berarti proses penetasan sudah berakhir. Setelas anak puyuh keluar dari cangkang dan bulu bulunya sudah mengering maka anakkan puyuh siap untuk dipindah tempat ke boks ataupun dijual
Read More

Sunday, January 20, 2019

Cara Penggunaan CERDEX Spray Pada Ayam

Cara Penggunaan CERDEX Spray Pada Ayam - Perlu diketahui cerdex merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit ngorok atau CRD pada ayam. Kandungan dari CERDEX sendiri sudah terbukti ampuh dapat mengatasi gejala ngorok pada ayam. Karena CERDEX mengandung DMSB dan Agen Sitoksin Pernafasan yang efektif menyembuhkan ngorok pada ayam. Cara kerja CERDEX yang utama ialah dengan menghancurkan tempat berkembang biaknya mikroorganisme. Cara kerja CERDEX yang lain seperti memusnahkan mikroorganisme yang menyebabkan ngorok, juga menghilangkan lendir yang menyumbat saluran pernafasan pada ayam.

Cara menggunakan cerdex spray sendiri sebenarnya sangat mudah mengingat sifat obatnya yang hanya disemprot semprot saja ke ayam. Namun meskipun cerdex spray hanya disemprot semprotkan saja, kita tidak boleh sembarangan dalam menggunakannya karena dalam penggunaan cerdex spray pada ayam juga ada aturan dan tarakannya.

Cara Penggunaan CERDEX Spray Pada Ayam 
Mengingat pentingnya mempelajari cara menggunakan cerdex spray pada ayam, dalam artikel kali ini kita akan membahas sedikit tentang tips dan petunjuk langsung tentang bagaimana cara menggunakan cerdex spray yang baik dan benar berdasarkan ketentuan yang ada.

Cara Penggunaan CERDEX Spray Pada Ayam

Petunjuk cara penggunaan CERDEX spray pada ayam
  1. Umumnya penyemprotan CERDEX dilakukan pada pukul 21.00 atau 09.00
  2. Saat penyemprotan dilakukan sebaiknya tirai kandang ditutup sampai 0,5 – 1 jam setelah penyemprotan. 
  3. Siapkan peralatan tambahan seperti srayer dan kipas angin apabila diperlukan 
  4. Campurkan CERDEX dengan air hingga tercampur sempurna, perbandingan pencampuranya ialah 1 botol CERDEX dengan 15 liter air. 
  5. Penyemprotan dilakukan dengan cara kabut atau dengan cara mensetting alat semprot sehingga saat air disemprotkan akan keluar dengan butiran yang halus. Hal ini bertujuan agar saat air disemprotkan tidak hanya membasahi seluruh kandang, namun CERDEX juga dapat masuk ke saluran pernafasan ayam. Karena jika penyemprotan tidak dilakukan dengan cara kabut, maka air hanya akan membasahi tubuh ayam saja dan tidak masuk ke saluran pernafasan. 
  6. Jika penyemprotan sudah dilakukan lalu tutup tirai hingga kabut air menghilang dengan sendirinya, penutupan dilakukan kurang lebih 0,5 – 1 jam. Hal ini bertujuan agar kabut butiran air dapat masuk ke saluran pernafasan unggas dan tidak hilang tertiup oleh angin. 
  7. Periksa hasilnya saat pagi hari. 
  8. Apabila ingin mendapatkan hasil yang maksimal maka lakukan penyemprotan 2 kali sehari yakni pagi dan sore/ malam. 
  9. Supaya penyakit ngorok ayam tidak menjangkit lagi, segera atasi penyebab dari penyakit tersebut seperti bau amoniak dalam kandang.
Dalam melakukan penyemprotran cerdex spray, harus dilakukan secara konsisten dan teratur agar ayam terhindar daru berbagai penyakit khususnya penyakit ayam ngorok. Jika masih terdapat pertanyaan maupun saran seputar penyakit ayam ngorok ataupun panduan penggunaan cerdex spray pada ayam silahkan tulis pada kolom komentar. Semoga dengan uraian diatas dapat menambah pengetahuan mengenai cara penggunaan cerdex spray pada ayam.
Read More

3 Cara Membuat EM4 Sendiri dengan Mudah

Cara membuat EM4 sendiri dengan mudah – Mampu memproduksi EM4 sendiri di rumah merupakan sebuah peluang besar yang akan mendatangkan banyak keuntungan baik dari segi finansial maupun pemakaian. Karena harga EM4 ditoko saja sekarang sudah mencapai 25.000 rupiah. Padahal cara membuat EM4 sendiri cukup mudah dan bisa dilakukan di rumah, selain itu bahan yang digunakan juga sangat mudah dijumpai.

EM4 terbuat dari hasil fermentasi mikroorganisme alami dan sintetik didalam tanah yang telah diseleksi, dan dikemas menjadi medium cair. Pada saat EM4 ada dalam kemasaan masih dalam kondisi non aktif. Namun setelah EM4 di inokulasikan dengan cara disemprotkan ke dalam bahan organic dan tanah atau pada batang tanaman, maka EM4 akan aktif dan memfermentasi bahan organik (sisa sisa tanaman, pupuk hijau, pupuk kandang, dll) yang terdapat dalam tanah. Fermentasi bahan organik tersebut akan menghasilkan senyawa organik yang mudah diserap langsung oleh tanaman. Senyawa tersebut berupa gula, alkohol, vitamin, protein, karbohidrat, asam amino, dan senyawa lainya.
3 Cara Membuat EM4 Sendiri dengan Mudah

Cara Membuat EM4 Sendiri dengan Mudah
Dalam dunia pertanian organik EM4 sanagt penting sebagai starter mikroorganisme pada proses dekomposer. Harga EM4 peternakan maupun pertanian juga terbilang sangat mahal, padahal kita bisa saja membuatnya sendiri di rumah. Bahan untuk pembuatanya pun juga mudah dicari dan harganya sangat murah. Kita bisa langsung mempraktekkan cara membuat EM4 sendiri dengan mudah di rumah, antara lain adalah:

1. Cara membuat EM4 sendiri yang pertama
Bahan bahan :
  • Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
  • Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg 
  • Kacang panjang segar 0,25 kg 
  • Batang pisang muda dengan bagian dalam 1,5 kg 
  • Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg 
  • Kangkung air segar 0,25 kg 
  • Gula pasir 1 kg 
  • Air tuak dari nira / air kelapa 0,5 liter
Proses pembuatan EM4 :
  1. Proses membuat EM4 diawali dengan mencampur dan menghaluskan Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung, dan batang pisang muda. Bahan bahan tersebut haruslah buah yang sudah masak atau bisa juga dengan kulit buah yang tidak dimakan.
  2. Setelah halus dan tercampur rata kemudian masukan dalam ember. 
  3. Tahap selanjutnya tambahkan gula pasir dan tuak atau air kelapa kedalam ember tadi dan aduk hingga merata. 
  4. Setelah tercampur rata lalu tutup rapat ember tadi, dan simpan selama 7 hari. 
  5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis. 
  6. Setelah larutan terkumpul lalu saring dan pindahkan kedalam wadah yang rapat. Larutan itulah yang disebut dengan EM4 yang siap untuk digunkan dan dapat bertahan hingga 6 bulan. 
  7. Ampas dari hasil penyaringan dapat digunakan sebagai pupuk kompos.

2. Cara Membuat EM4 sendiri yang kedua
Bahan bahan :
  • Susu sapi atau susu kambing murni
  • Isi usus (ayam/ kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri didalam usus. 
  • 1/4 kg trasi (terbuat dari kepala/ kulit udang, kepala ikan)
  • 1 kg gula pasir (perasan tebu) 
  • 1 kg bekatul 
  •  buah nanas 
  • 10 liter air bersih.
Peralatan yang diperlukan :
  • Panci
  • Kompor 
  • Blender/ parutan unuk menghaluskan nanas.
Proses pembuatan EM4 :
Cara membuat EM4 sendiri diawali dengan mencampur dan menghaluskan bahan bahan: terasi, gula pasir, bekatul, nanas menggunakan blender. Setelah campuran tadi halus dan tercampur rata lalu masaklah agar bakteri yang tidak diperlukan mati, tunggu beberapa saat hingga mendidih. Jika sudah mendidih, dinginkan adonan lalu tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing. Masukan dalam wadah yang tertutup rapat, lalu setelah 12 jam buka dan adonan akan muncul gelembung gelembung. Bila adonan sudah siap teksturnya akan kental/ lengket ada sedikit catatan penggunaan susu jangan yang sudah kadaluwarsa karena akan mempengaruhi kemampuan bakteri dalam memferbentasi.

3. Cara membuat EM4 sendiri dengan mudah yang ketiga
Bahan bahan
  • Bekatul secukupnya
  • Gula merah sedikit saja 
  • Air beras secukupnya 
  • Sampah sayur, terutama kacang kacangan 
  • Kulit buah buahan (pepaya, rambutan, mangga, dsb.)
Proses pembuatan EM4 :
langkah pertama dalam membuat EM4 sendiri adalah mencampurkan sampah sayur, kulit buah buahan dan bekatul, masukan kedalam ember besar. Tutup bahan bahan tadi sembari sesekali diaduk. Biarkan didalam wadah hingga 1 minggu, bahan bahan tadi akan membusuk dan menjadi EM1. Perlu diketahui juga bahwa EM merupakan kepanjangan dari Effective Microorganism, yaitu jasad renik “ganas” yang akan mempercepat proses pengomposan. Cairan ini terbentuk setelah mengalami dekomposisi selama 1 minggu sehingga ditengarani dengan angka 1.

Campurkan kulit buah buahan dan sampah sayur dengan EM1. Kemudian diamkan selama 1 minggu. Selama satu minggu itu cairan baru akan terbentuk dan disebut dengan nama EM2. Setelah itu campyrkan bekatul, gula merah dan air beras dengan cairan EM2 tadi. Diamkan kembali selama 1 minggu sehingga akan menjadi EM3. Diamkan lagi cairan selama satu minggu tanpa ada penambahan bahan makan cairan sudah langsung menjadi EM4 yang siap digunakan.  

Manfaat dan fungsi EM4 peternakan dan pertanian  
Beberapa manfaat EM4 pertanian yakni, EM4 untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi. EM4 dapat mempercepat proses dekomposisi dan fermentasi bahan organik tanah (Bokashi). EM4 menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanah. Dan juga EM4 bermanfaat untuk menambah keragaman mikroba yang menguntungkan didalam tanah.

Sedangkan untuk peternakan selain berfungsi untuk menghilangkan bau tidak sedap di kandang ternak, EM4 berfungsi sebagai media yang mampu membantu memproduksi ternak unggulan. Membantu proses pencernaan makanan ternak menjadi lebih baik dan menyehatkan ternak.

Nah, setelah anda mengetahui berbagai keuntungan EM4 diatas, apakah anda juga tertarik untuk mempraktekkan cara membuat EM4 sendiri di rumah yang telah saya paparkan?
Read More

Thursday, January 17, 2019

Ciri Ciri dan Keunggulan Sapi Brahman

Ciri Ciri dan Keunggulan Sapi Brahman - Sapi Brahman merupakan salah satu sapi ternak yang banyak dikembangbiakan di Indonesia, Jenis sapi yang satu ini termasuk kedalam jenis sapi unggulan. Sapi brahman sendiri memiliki tubuh yang bisa dibilang lumayan besar dibanding dengan sapi lokal, dan mempunyai punuk pada punggungnya. Pengembangbiakan sapi brahman di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 1970 hingga saat ini. Karena sudah banyak dikembangbiakan, terntunya para peternak lama sudah sangat familiar dengan ciri ciri sapi brahman dan keunggulan sapi brahman.

Namun bagaimana dengan peternak pemula? Tentu mereka akan kesulitan mengidentifikasi ciri ciri sapi brahman unggulan. Untuk membantu para peternak, maka dalam aritkel kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang ciri ciri sapi brahman dan keunggulan sapi brahman dibanding sapi jenis lain.

Ciri Ciri dan Keunggulan Sapi Brahman
Sebelum kita membahas mengenai ciri ciri sapi brahman unggulan ataupun kelebihan sapi brahman, tidak ada salahnya membahas sedikit uraian penjelasan umum mengenai sapi brahman terlebih dahulu. Dengan begitu kita bisa mengetahui ciri ciri sapi brahman unggulan serta bagaimana proses pembesaran dan penggemukan sapi brahman sekaligus.

Ciri Ciri dan Keunggulan Sapi Brahman

Sejarah Singkat Sapi Brahman

Sudah dibahas sebelumnya bahwa sapi brahman merupakan sapi impor yang datang pada tahun 1970-an. Sapi Brahman merupakan jenis sapi asli dari India yang kemudian dikembangkan di Amerika. Setelah peternak Amerika berhasil mengembangkan sapi Brahman, peternak Australia juga tidak mau kalah. Akhirnya peternak asal Australia mulai mengimpor bibit sapi brahman unggulan dari Amerika untuk kemudian dibudidayakan di Australia. Kira-kira begitulah sejarahnya.

Peternak sapi brahman yang berada di Australia kemudian dikawin silangkan dengan sapi lokal. Hal itu bertujuan untuk mendapatkan jenis sapi brahman super. Dengan perkawinan ini sapi brahman akan menjadi sapi yang berbeda dengan aslinya. Persilangan sapi brahman dan sapi lokal yang telah dilakukan ada beberapa yang berhasil, namun ada juga yang gagal. Sedangkan hasil persilangan ini nantinya akan diekspor ke Sumba untuk dikembangbiakkan dan memperbaiki jenis sapi lokal disana.

Peternakan Sapi Brahman

Di Indonesia sudah banyak peternak yang mengembangbiakan sapi brahman mengingat persentasi keuntungan dan keunggulan sapi brahman sangat tinggi. Di Indonesia sendiri terdapat sentral peternakan sapi brahman unggul yakni berada di kawasan Sumba. Tidak heran jika setiap tahunya sapi sapi dari yang berasal dari Sumba dijual untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia karena sumba adalah daerah penghasil bibit sapi brahman unggulan. Hal ini juga didukung adanya fakta peternakan lokal di Indonesia kurang mampu dalam pemenuhan kebutuhan daging dalam negeri, sehingga sampai saat ini masih mengimpor daging dari luar negeri.

Pembesaran dan pembibitan Sapi Brahman
Pemilihan bibit sapi brahman unggulan sangat diutamakan sebelum peternak mulai untuk membudidayakan sapi. Keadaan fisik sapi brahman harus diperhatikan seperti kaki, kepala, organ kelamin, dsb. Dengan dilakukanya pemeriksaan yang teliti maka dapat menghindari bibit sapi brahman tumbuh dengan tidak sempurna atau mati saat dibesarkan. Jika sapi brahman mati, maka kerugian yang diperoleh akan sangat besar.

Umumnya peternak akan memilih 2 cara pembesaran sapi brahman setelah proses pengembangbiakan selesai dilakukan. Cara pertama yakni pembesaran sapi brahman jangka pendek, pembesaran ini biasanya hanya memerlukan waktu kurang dari enam bulan. Sapi – sapi akan mulai membesar badanya kemudian sapi dijual untuk diganti dengan anakan sapi brahman unggulan yang baru. Sedangkan cara yang kedua yakni pembesaran sapi brahman jangka panjang. Umumnya pembesaran ini memerlukan waktu dua tahun untuk menghasilakan sapi brahman unggul dengan berat badan mencapai 500 kg. Sapi yang dibesarkan dengan cara seperti ini akan dijadikan indukan sapi brahman berkualitas atau sebagai sapi potong.

Jenis jenis Sapi Brahman
Setelah kita memahami keunggulan sapi brahman dalam uraian diatas, sekarang saatnya kita masuk lebih dalam mempelajari berbagai jenis sapi brahman unggulan. Umumnya terdapat beberapa jenis sapi brahman unggul yang beredar dipasaran. Yang pertama sapi brahman asli belum melalui proses persilangan. Yang kedua ada sapi brahman cross (silang), sapi ini merupakan hasil persilangan dari sapi brahman asli dan sapi yang berasal dari Australia seperti Limosin, Simmetal, dan Hereford.

Keunggulan Sapi Brahman
Perawatan dan pemberian pakan yang baik maka sapi brahman akan mudah untuk dibesarkan, dalam waktu singkat bisa langsung bisa dijual dan keuntungan penjualan sapi brahman sangat lumayan.

Karena keunggulan sapi brahman diatas tentunya banyak peternak berlomba lomba beternak sapi brahman dan mengaplikasikan peternakan modern untuk memperoleh hasil yang maksimal. Selain ciri ciri sapi brahman dan keunggulan diatas, dibawah ini akan saya jabarkan keunggulan sapi brahman lainnya:

  1. Ciri ciri dan keunggulan sapi brahman yang pertama adalah pertambahan bobot badan setiap harinya memiliki rata rata paling tinggi dari jenis sapi lain.
  2. keunggulan sapi brahman yang kedua adalah sapi ini memiliki tingkat adaptasi lingkungan yang baik sehingga peternak tidak perlu khawatir tentang perubahan lingkungan ternak secara tiba tiba.
  3. Karkas yang dihasilkan tinggi.
  4. keunggulan sapi brahman sebagai sapi ternak yang keempat adalah dari segi pakan. Pakan sapi brahman tidak terlalu sulit, sapi ini bisa diberikan berbagai macam rumput. Sebagai contoh rumput yang bisa dijadikan pakan yakni, rumput lapang, jerami padi, rumput odot atupun rumput gajah. Untuk pakan kering umumnya diberi polar, bungkil sawit, onggok, bungkil kompra, dan kulit kopi.
Ciri-ciri sapi Brahman mempunyai punuk besar, bertanduk, telinga besar dan gelambir yang memanjang berlipat-lipat dari kepala ke dada.

Nah, apakah anda tertarik beternak sapi brahman setelah mengetahui ciri ciri sapi brahman dan keunggulan sapi brahman dibandingkan dengan jenis sapi lainnya? Jika iya, tentunya sekarang anda sudah mengetahui bagaimana cara memilih bibit sapi brahman unggulan dan proses pembesaran sapi brahman yang paling efektif.
Read More

Wednesday, January 16, 2019

Ciri ciri Sapi Simental dan Keunggulannya

Ciri ciri Sapi Simental dan Keunggulannya Dibanding Sapi Lain - Sapi simental merupakan jenis sapi pedaging. Peternak indonesia biasanya menyebutnya dengan sapi Metal. Sapi Ini tergolong dalam keluarga Bos Taurus, berasal dari daerah Lembah Simme yang terletak di Oberland Berner di Swiss, akan tetapi sekarang ini perkembanganya cepat dan sudah menyebar ke seluruh dunia. Salah satu keunggulan yang menjadi ciri ciri sapi simental adalah pemeliharaannya yang mudah dikelola, dikenal dan juga sangat jinak dibanding jenis sapi lainya.
 
Ciri ciri dan salah satu keunggulan sapi simental yang lain terdapat pada pertumbuhan dan petambahan berat badanya yang terbilang sangat cepat, sehingga peternak sering menyebutnya dengan sapi metal. Dengan didukung berbagai keunggulan sapi Simetal ini, peternak domestik umumnya menjual anakan sapi metal dengan harga yang tinggi. Hal itu sebanding dengan apa yang akan mereka peroleh. Dengan pertumbuhan dan pertambahan berat badan Sapi Simental yang sangat cepat para peternak akan sangat diuntungkan.

Ciri ciri Sapi Simental dan Keunggulannya Dibanding Sapi Lain
Meskipun kita mengetahui keunggulan maupun ciri ciri sapi simental secara umum, namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak orang yang belum mengetahui bahwa sapi simental sebenarnya bukan hanya sebagai penghasil daging yang potensial saja, namun juga merupakan penghasil susu, inilah yang menjadi salah satu kelebihan dan keunggulan sapi simental dibanding sapi jenis lain. Jadi bisa dibilang sapi Simental merupakan sapi dwiguna, karena ciri ciri dan keunggulan sapi simental selain penghasil daging tetapi juga sebagai sapi perah penghasil susu. Tetapi umumnya di mata masyarakat sapi simental terkenal untuk penggemukan sebagai sapi penghasil daging atau sapi potong. Peternak kurang berfokus pada sapi simental sebagai sapi penghasil susu.
Ciri ciri Sapi Simental dan Keunggulannya

Keunggulan sapi simental yang lain ditunjukkan dengan berat sapi metal jantan yang umumya mampu mencapai berat badan 1150 kg sedangkan sapi betina dewasa 800 kg. Secara genetik, Sapi Simental berasal dari wilayah beriklim dingin dan merupakan sapi potong tipe besar. Salah satu ciri ciri sapi simental lain yang menonjol yakni memiliki rumen yang besar, voluntary intake (kemampuan menambah konsumsi diluar kebutuhan yang sebenarnya) yang tinggi. Selain itu, sapi simental juga memiliki metabolic rate yang cepat, sehingga menuntut tata laksana yang lebih teratur.

Selain ciri ciri sapi simental dan keunggulan sapi simental diatas sebenarnya masih terdapat ciri fisik dan kelebihan lain yang wajib diketahui oleh peternak sapi. Adapun ciri ciri dan kelebihan sapi mental tersebut antara lain adalah:
Ciri ciri Sapi Simental (Sapi metal)
  1. Warna bulu coklat kemerahan (merah bata), umumnya bentuk badan sapi Simental panjang, kompak dan padat berisi.
  2. Dibagian muka dan lutut kebawah Serta Ujung ekor ber warna putih.
  3. Ciri ciri Sapi Simental yang selanjutnya, Sapi Simental jantan dewasa berat tubuhnya bisa mencapi 1.400 kg, Sedangkan berat badan Sapi Simental dewasa betina bisa mencapai 600 – 800 kg.
  4. Ciri terakhir sekaligus yang menjadi kelebihan sapi simental dibanding jenis sapi lain adalah perharinya berat badan sapi simental bisa bertambah 1,5 hingga 2,1 kg.

Keunggulan Sapi Simental
 
  1. Kelebihan sapi simental yang pertama, yakni sapi jenis pedaging yang mampu mencapai berat 1.400 kg untuk sapi usia dewasa.
  2. Sapi metal pedaging mamiliki metabolisme yang cepat, sehingga pertambahan bobot setiap harinya bisa mencapi 2,1 kg. Maka dari itu banyak peternak berlomba lomba memelihara sapi simental.
  3. Keunggulan sapi metal yang terakhir terdapat pada pembagian lemak dan dagingnya. Presentase Lemak jauh lebih sedikit dibandingkan dengan dagingnya. Sehingga Sapi Simental bisa untuk sapi perah dan pedaging / potong.
 
Di Indonesia sendiri permintaan daging sapi masih terbilang cukup tinggi. Apabila kita berternak Sapi Simental di Indonesia sangatlah menguntungkan, karena sampai saat ini kebutuhan daging nasional di Indonesia belum tercukupi dengan baik. Akibatnya Indonesia masih sering mengimpor daging sapi dari Australia dan India. Ini adalah kesempatan besar bagi peternak Indonesia.

Umumnya Sapi Metal atau Sapi Simental sangat banyak diternak oleh orang Indonesia, karena pertumbuhanya yang lumayan cepat. Namun perlu diperhatikan juga pertumbuhan yang cepat juga perlu didukung dengan pakan yang kaya gizi dan nutrisi pula, agar pertumbuhanya bisa optimal. Pemberian pakan yang bergizi dan bernutrisi dikombinasikan dengan pola pemberian pakan yang teratur untuk sapi dapat menghasilkan sapi simetal super jumbo. Salam peternakan indonesia
Read More

Friday, March 24, 2017

Manfaat Pemuliaan Ternak

Manfaat Pemuliaan Ternak - Pemuliaan ternak (animal breeding) adalah salah satu bidang ilmu yang mempelajari aplikasi tentang cara-cara meningkatkan mutu genetik ternak. Pada suatu usaha peternakan, sebaik apapun manajemen dan pakan (feeding) yang diberikan kepada ternak, apabila mutu genetik ternak rendah, maka produktivitas yang diperolehnya pun tidak akan optimal. 2 prinsip dasar untuk meningkatkan mutu genetik ternak adalah dengan melakukan program pemuliaan melalui yaitu sistem seleksi dan perkawinan (selection and mating systems).

Seleksi ternak dapat menyebabkan perubahan keragaman genetik, tergantung dari cara seleksi yang digunakan. Seleksi pada ternak bertujuan untuk mengubah frekuensi gen dari suatu populasi ternak. Seleksi secara langsung mengakibatkan ragam genetik berkurang sampai tercapainya keadaan konstan pada generasi tertentu. Dengan seleksi terarah suatu sifat yang dikehendaki maka mutu genetik dapat ditingkatkan.


Manfaat Pemuliaan Ternak
Perkawinan silang/ persilangan merupakan jalan pintas untuk memperoleh individu-individu yang memiliki sejumlah sifat unggul yang dipunyai oleh kedua bangsa ternak tetuanya. Seperti diketahui, apa yang diharapkan dari persilangan adalah adanya efek heterosis dalam beberapa sifat produksi sehingga melebihi rataan kedua bangsa tetuanya. Metode kawin silang digunakan untuk memperoleh individu yang memiliki sifat produksi unggul dalam waktu yang singkat.

Perkawinan silang dapat meningkatkan produktivitas dan mutu genetik, namun membutuhkan biaya yang besar dan harus dilakukan secara bijak maupun terarah, karena dapat mengancam kemurniaan dari ternak asli. Oleh karena itu, upaya seleksi dapat dianggap sebagai pilihan yang baik dan rasional. Perbaikan mutu genetik biasanya bersifat permanen dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

Jadi dengan adanya pemuliaan ternak ini akan menghasilkan bibit yang unggul, dapat meningkatkan produksi ternak, memperbaiki kualitas produk (telur, daging, bulu maupun lainnya), memperbaiki reproduksinya, menambah nilai ekonomis ternak, memperbaiki efisiensi dan konversi pakan yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan peternak.

Demikian artikel tentang tentang manfaat pemulian ternak. Semoga dapat bermnfaat bagi anda.
Read More

Pengertian Pemuliaan Ternak

Pengertian Pemuliaan Ternak - Kata Pemuliaan merupakan terjemahan bahasa Belanda, yaitu veredeling. Dalam bahasa Inggris adalah breeding. Pemuliaan meupakan aktivitas manusia dalam memelihara tanaman ataupun hewan untuk melindungi kemurnian galur ataupun ras serta memperbaiki produksi ataupun kualitasnya.

Pemuliaan ternak adalah cabang ilmu biologi, genetika terapan dan metode untuk peningkatan atau perbaikan dalam genetik ternak. Pemuliaan ternak diartikan sebagai suatu teknologi beternak yang digunakan untuk meningkatkan mutu genetik ternak. Mutu genetik adalah kemampuan warisan yang berasal dari tetua dan moyang suatu individu. Kemampuan ini dapat dimunculkan setelah bekerja sama dengan pengaruh faktor lingkungan dari tempat pemeliharaan ternak.

Pengertian Pemuliaan Ternak

Pemunculannya ini disebut performa atau dalam sehari-hari disebut sebagai produksi dan reproduksi ternak. contohnya adalah berat lahir, pertambahan berat badan, produksi susu, telur, daging, berat sapih dan jumlah anak sepelahiran. Kemampuan genetik ternak dapat disebut kemampuan bereproduksi dan berproduksi.

Prinsip dasar dalam pemuliaan ternak adalah mengajarkan bahwa kemampuan genetik di wariskan dari tetua ke anak, secara acak. Yang dapat diartikan bahwa tidak ada dua anak atau lebih yang memiliki kemampuan yang sama persis kecuali pada kasus monozygote identical twin (dua anak berasal dari satu sel telur). Kemampuan tersebut selanjutnya akan dimunculkan dalam bentuk produksi yang terukur di bawah faktor lingkungan tertentu.

Kemampuan genetik tadi secara sederhana dapat digambarkan sebagai lingkaran kecil yang terletak di dalam lingkaran yang lebih besar. Lingkaran yang lebih besar merupakan cerminan pemunculan kemampuan genetik di bawah lingkungan seluas daerah antara 2 lingkaran tersebut. Apabila lingkaran lingkungan kita perbesar pemunculan kemampuan genetik tidak akan dapat melampaui batas lingkaran besar. Hal ini disebabkan pemunculan kemampuan genetik itu ada batasnya, yang dikontrol oleh banyak faktor. Setiap individu memiliki gambaran lingkaran kecil dan besar yang berbeda. Kalau faktor kontrol tersebut tidak ada maka seekor kelinci akan dapat dibesarkan menjadi seekor sapi. Tidak demikian yang dimaksud dengan kemampuan genetik. Kalau lingkaran lingkarĂ n kita kecilkan, maka pemunculan kemampuan genetik akan ikut mengecil.

Pemuliaan ternak dapat ditinjau sebagai suatu metode, maka dalam mencapai tujuan memerlukan unsur-unsur pengamatan, percobaan, definisi, penggolongan, pengukuran, generalisasi, serta tindakan lainnya. Selanjutnya metode tersebut juga membutuhkan langkah-langkah penentuan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, penurunan kesimpulan dan pengujian hasil. Oleh karena itu pengembangan pemuliaan ternak memerlukan penelitian dan penerapan hasil penelitian yang berkelanjutan. Siapapun yang tertarik akan meningkatkan peranan dan pemanfaatan pemuliaan ternak harus mulai dengan mendalami dasar dan prinsip teori genetika terapan dan melanjutkan dengan penelitian serta penerapan hasil penelitiannya.
Read More

Friday, March 3, 2017

Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing. Kutil banyak ditemui pada semua ternak terutama sapi, kuda, domba, kambing, babi, anjing, maupun kucing. Kutil (Cutaneous papillomatosis) merupakan tumor kulit yang berbentuk seperti bunga kol, disebabkan oleh Bovine Papilomavirus (BPV) type BPV-1, BPV-2, dan BPV-5 yang termasuk dalam famili Papovaviridae. Pada ternak sapi umur muda, kutil dapat ditemui pada sekitar leher.

Kerugian Akibat Penyakit Kutil
Infeksi kutil dapat merusak kulit ternak hampir pada seluruh permukaan kulit. Kerugian ekonomis akibat penyakit kutil ini adalah performa ternak sapi atau kambing menjadi tidak maksimal karena pertumbuhan kutil dipermukaan tubuh. Hal ini secara tidak langsung akan menurunkan nilai jual ternak tersebut. Lama kelamaan akan terdapat ektoparasit dan infeksi bakteri yang akan menurunkan daya tahan tubuh ternak. Apabila ternak tidak segera diobati akan menimbulkan kematian.
Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Penularan Kutil
Penularan kutil ini dapat melalui kontak langsung, pakan, penggunaan jarum suntik yang berulang dan peralatan kandang yang terkontaminasi ternak penderita. Kutil timbul akibat infeksi virus masuk melalui lesi atau abrasi kulit. Lesi kulit dapat terjadi akibat tatto sekitar telinga untuk ear tag, sekitar hidung akibat luka pemasangan bull leads (tali hidung), dan lesi akibat terkena kawat berduri. Virus masuk ke dalam jaringan epidermis kemudian memperbanyak diri (bereplikasi) pada basal sel epitel. Replikasi virus menyebabkan pertumbuhan epitel berlebihan.

Gejala klinis
Gejala klinis yang ditimbulkan sangatlah jelas dengan adanya kutil pada permukaan kulit dari ternak yang terserang (Meuten, 2002). Permukaan tumor ini agak kasar, seperti bunga kol, dan tidak menimbulkan rasa nyeri (Soeharsono et. al., 2010).

Pengobatan Kutil Secara Medis
Penyebaran penyakit dapat dikurangi dengan isolasi ternak penderita. Kutil dapat di angkat melalui pembedahan atau melalui diikat dengan benang jahit dibagian dasarnya, tergantung dari jumlah, tipe, ukuran dan lokasinya (Champness dan Hamilton, 2007). Selain dengan pembedahan dan pengikatan, kutil dapat disembuhkan dengan pembuatan autovaksin yang di injeksikan secara subcutaneous di daerah dekat dengan kutil. Berkurangnya kutil terjadi kira-kira tiga minggu setelah vaksinasi dan dalam enam minggu kutil secara spontan hilang dengan menunjukkan total kesembuhan. Setelah pengobatan, kutil pada sapi ini tidak tumbuh lagi (Sreeparvathy et. al., 2011)

Sebaiknya apabila ternak penyakit kutil segera pisahan dengan ternak yang lain pada kandang isolasi dan panggil petugas kesehatan untuk mengobatinya.


Sumber:
Champness, D., Hamilton. 2007. Warts on Cattle See http://www.dpi.vic.au. Depatment of Enviroment and Primary, Victoria, Australia.
Meuten, D.J. 2002. Tumor in Domestic Animals.  4th Edition. A Blackwell Publishing Commpany. Iowa State Press.
Soeharsono, Syafriati, T. dan Naipospos, T.S.P. 2010. Atlas Penyakit Hewan di Indonesia. Udayana University Press.
Sreeparvathy, M., Harish, C., and Anuraj, K.S. 2011. Autogenous Vaccination as Treatment Method for Bovine Papillomatosis. India Journal of Livestock Science 2:38-40.
Read More

Wednesday, February 22, 2017

Karakteristik Kambing Kejobong

Kambing Kejobong adalah salah satu jenis kambing lokal yang ada di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Asal kambing kejobong ini belum diketahui secra pasti. Di duga Kambing ini merupakan hasil persilangan Kambing PE (Peranakan Ettawa) dengan kambing kacang. Kambing ini memiliki bentuk tubuh bulat disertai tingkat pertumbuhan relatif lebih cepat. Kambing kejobong dipilih oleh petani dan dipertahankan dari generasi ke generasi. Akhirnya, kambing ini memiliki warna dominan hitam. Oleh karena itu, kambing ini sering disebut sebagai kambing kejobong hitam.

Karakteristik Roman Nose kambing yang ada di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga adalah berbentuk cembung (98,83 %). Hal tersebut menunjukkan bahwa kambing local Kejobong memiliki karakteristik profil muka seperti kambing PE.
Karakteristik Kambing Kejobong
Sumber: desakedarpanblog.wordpress.com
Di Purbalingga kambing ini banyak terdapat di wilayah Kecamatan Kejobong dan Kecamatan Pengadegan. Menurut Data yang di ambil Akhmad sodiq tahun 2009, Total populasi kambing kejobong di wilayah Kecamatan Kejobong sebanyak 15.317 ekor. Lokasi untuk peternakan kambing tersebar diseluruh desa (13 desa). Populasi kambing paling besar terdapat di Desa Langgar sebesar 3.280 ekor (21,41%), diikuti Nangkod sebanyak 1.575 (10,28%) dan Kedarpan sebanyak 1.425 ekor (9,30%).

Jika ditinjau dari aspek pemeliharaannya, kambing lokal seperti kambing khas Kejobong kebanyakan dipelihara dan dikembangbiakan secara tradisional dengan manajemen pemeliharaan yang sederhana sehingga kualitas produksinya sangat beragam. Pertumbuhan dan produksi karkas selain dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan juga dipengaruhi oleh bangsa ternak, besar kecilnya ukuran tubuh, umur ternak, bobot pada saat dipotong, juga kondisi tubuh tersebut.

Karakteristik Kambing Kejobong

Ukuran Tubuh
Ukuran Tubuh Kambing Kejobong
Ukuran-ukuran tubuh kambing lokal Kejobong secara umum lebih besar dibandingkan ukuran-ukuran tubuh kambing Kacang tetapi dibawah ukuran-ukuran tubuh kambing Peranakan Etawah (PE)

Pola Warna

Warna hitam adalah warna dominan pada kambing kejobong. Urutan warna kambing pada peternak kelompok yaitu hitam, hitam putih, coklat, hitam coklat, hitam putih coklat, putih coklat dan putih, sedangkan pada peternak individu adalah hitam, hitam putih, hitam coklat, coklat, hitam putih coklat, putih dan putih coklat. Warna yang unik pada kambing Kejobong adalah warna hitam dengan belang putih diperutnya warga kejobong menyebutnya dengan kambing kendik, menurut para peternak jenis kambing ini sangat disukai dan banyak dicari untuk kepentingan spiritual atau adat istiadat.

Bobot Lahir

Rata-rata bobot lahir untuk peternak kelompok mencapai 2,814 kg sedangkan untuk peternak individu hanya mencapai 2,335 kg terdapat selisih 0,479 kg, artinya pemeliharaan peternak kelompok dan individu lebih besar peternak kelompok. Hal ini dapat di pengaruhi oleh manajemen pemeliharaannya.

Bobot Sapih

Rata-rata bobot sapih untuk peternak kelompok mencapai 16,141 kg sedangkan untuk peternak individu hanya mencapai 14,080 kg terdapat selisih yang cukup signifikan yaitu 2,061 Kg, dari hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa peternak kelomok lebih baik dalam pola pemeliharaan kambing kejobong.

Daya Hidup 
Daya hidup atau survival rate pada peternak kelompok memiliki nilai rata-rata 92,00% sedangkan pada peternak individu 76,63% terdapat selisih 12,37%.


Sumber:
Agung Setiaji, Paulus Suparman, Hartoko. 2013. Produktivitas Dan Pola Warna Kambing Kejobong Yang Dipelihara Oleh Peternak Kelompok Dan Peternak Individu. Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto. Banyumas. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3): 789-795.
Akhmad, S. 2009. Karakterisasi Sumberdaya Kambing Lokal Khas Kejobong di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah. Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Agripet : Vol (9) No. 1: 31-37.
Read More

Saturday, February 11, 2017

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah

Inseminasi atau deposisi semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina merupakan salah satu langkah akhir dalam kegiatan inseminasi buatan. Pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina mamalia dilakukan dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan ternak betina tersebut dapat dibuahi oleh sperma sehingga ternak betina menjadi bunting dan melahirkan anak.

Inseminasi/ deposisi semen harus dilaksanakan pada saat yang tepat, yaitu pada saat ternak betina itu sedang dalam puncak berahi. Inseminasi/ deposisi semen pada ternak mamalia besar (sapi, kerbau) dilakukan dengan metode rectovaginal.

Semen yang diinseminasikan dapat dalam bentuk semen cair atau semen beku. Aplikator (alat untuk menyampaikan semen) atau insemination gun untuk semen cair berbeda dengan untuk semen beku.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah
Alat :
1. Werkpack.
2. Sepatu kandang (boot karet).
3. Insemination gun.
4. Gunting straw.
5. Sarung tangan plastik panjang.
6. Kandang kawin.
7. Tisu.

Bahan :

1. Ternak sapi betina yang sedang birahi.
2. Semen cair atau semen beku dalam kemasan straw.
3. Larutan kanji encer atau sabun mandi lunak.

Langkah Melakukan Inseminasi Bauatan Pada Ternak Sapi
Persiapan Petugas (Inseminator)
  1. Guntinglah kuku jari-jari tangan (terutama yang sebelah kiri) sampai pendek. Haluskan ujungnya menggunakan kikir.
  2. Yakinkan bahwa sapi betina yang sedang birahi tersebut tidak sedang bunting dan betul-betul berahi. Lihat catatan perkawinan ternak tersebut dan lihat pula tanda-tanda aksteriornya, terutama bagian vulvanya. Sapi betina yang sedang berahi vulvanya tampak membengkak, basah, berwarna merah, dan mengeluarkan lendir jernih kental. temperamennya agak gelisah tetapi tenang ketika tubuhnya diusap-usap.
Baca juga: Tanda-tanda birahi pada sapi
Pelaksanaan Inseminasi Buatan Pada Sapi
  1. Kenakan werkpack dan sepatu kandang.
  2. Tempatkan sapi betina yang sedang berahi pada kandang kawin. Ikat dengan baik. 
  3. Singsingkan lengan baju sebelah kiri, kenakan sarung tangan plastik. 
  4. Lumuri tangan kiri sampai batas sikut dengan larutan kanji encer atau busa sabun. 
  5. Hampiri sapi betina dari arah depan atau samping lalu sentuh/ tepuk bagian tubuhnya supaya ternak tersebut mengetahui keberadaan kita dan tidak kaget sewaktu kita mulai bekerja. 
  6. Berdiri menghadap bagian belakang sapi dari arah belakang dengan posisi menyerong ke sebelah kanan sekitar 30o – 45o dari poros tubuh sapi. Kaki kiri berada sekitar ¾ langkah di depan kaki kanan sehingga membentuk kuda-kuda yang kokoh tetapi luwes. 
  7. Tepuk-tepuk bagian bokong sapi (sedikit di bagian atas ekor) kiri dan kanan untuk melihat reaksi kaki belakang sapi tersebut. 
  8. Pegang pangkal ekor sapi dengan tangan kanan, bengkokan ke arah kiri. 
  9. Pertemukan kelima jari tangan kiri sehingga membentuk kerucut, kemudian masukkan ke dalam lubang anus (rektum) sapi sampai pergelangan tangan melewatinya. Apabila di dalam rongga rectum terdapat banyak kotoran, keluarkan. 
  10. Setelah merasa bahwa tangan kiri dapat leluasa berada di ruang rectum, arahkan telapak tangan kiri tersebut ke dasar rectum. Cari bagian saluran reproduksi yang berdinding tebal, yaitu cervix uteri. Tempatkan cervix uteri tersebut dalam genggaman telapak tangan kiri dengan jalan menyodokkan empat jari (telunjuk sampai kelingking) ke bawah cervix uteri. 
  11. Setelah cervix uteri teraba, telusuri saluran reproduksi bagian depannya, apakah tanduk uterus kiri dan kanan sama besar atau salah satu lebih besar dari yang lain. Apabila salah satu lebih besar dari yang lain, hewan tersebut kemungkinan sedang bunting dan jangan diinseminasi. Apabila kedua tanduk uterus sama besar, maka hewan tersebut tidak bunting dan perlu diinseminasi. 
  12. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan sarung tangan atau bersihkan taangan kiri tersebut dengan air. 
  13. Siapkan insemination gun. Lepaskan bagian penusuknya dari batang utama. Usap batang penusuk dan batang utama dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70%. Teteskan alkohol ke dalam lubang batang utama. Biarkan beberapa lama, lalu kibaskan agak kuat agar bagian dalam batang utama tersebut bebas dari alkohol. Teteskan larutan NaCl Fisiologis untuk menetralisir alkohol dalam lubang batang utama. 
  14. Masukkan batang penusuk ke dalam batang utama. Sisakan kira-kira sepanjang straw. 
  15. Buka penutup container nitrogen cair dan angkat satu canister. 
  16. Ambil satu straw menggunakan pinset dan segera kembalikan posisi canister. Kemudian tutup lagi container nitrogennya. 
  17. Rendam straw dalam air suam-suam kuku sambil digosok-gosok dengan kedua telapak tangan. Angkat dan keringkan menggunakan tisu. 
  18. Masukkan straw ke dalam lubang, dari ujung depan, batang utama insemination gun, sampai mentok. Gunting ujung straw pada batas kira-kira ½ cm dari ujung insemination gun. Tutup/ bungkus batang insemination gun dengan plastic sheet, dan kuatkan pertautannya menggunakan cincin yang sudah tersedia. Inseminasi siap dilakukan. 
  19. Gunakan kembali sarung tangan plastic untuk lengan kiri anda dan lumuri lagi dengan larutan kanji encer atau busa sabun, masukkan ke dalam rectum dan lakukan penggenggaman cervix uteri. Setelah cervix uteri tergenggam, masukkan insemination gun secara hati-hati ke dalam vagina sapi betina. Arahkan ujung insemination gun ke mulut saluran cervix. 
  20. Luruskan arah insemination gun melewati saluran cervix dengan bantuan tangan kiri menggerak-gerakan cervix dan tangan kanan mendorong insemination gun secara hati-hati sampai ujung insemination gun melewati seluruh panjang saluran cervix. Hentikan dorongan tangan kanan ketika ujung insemination gun sudah keluar dari servix uteri (memasuki corpus uteri) kira-kira 1-2 cm. 
  21. Curahkan semen perlahan-lahan dengan jalan mendorong batang penusuk insemination gun sampai habis. Pencurahan semen selesai. 
  22. Insemination gun ditarik keluar vagina dan tangan kiri melakukan sedikit pijatan pada corpus dan cervix uteri untuk merangsang gerakan saluran reproduksi sapi betina agar semen terdorong ke bagian depan saluran reproduksi betina. 
  23. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan plastic sheet dan straw kosong dari insemination gun, buang ke tempat sampah.
  24. Bersihkan insemination gun menggunakan kapas beralkohol. Cabut batang penusuknya, lalu tetekan alkohol ke dalam lubang batang utama. Simpan kembali ke tempatnya. 
  25. Catat dalam buku kerja inseminator kegiatan tersebut dan pada buku catatan reproduksi sapi betina yang bersangkutan. Informasi yang harus dicatat adalah :
    Tanggal pelaksanaan inseminasi, Nomor register ternak betina/ nama pemilik, Perkawinan ke berapa bagi ternak betina tersebut, Nomor pejantan dan kode produksi semen.
  26. Selesai.

Video cara melakukan inseminasi pada sapi
Itulah gambaran tentang cara melakukan inseminasi buatan pada ternak sapi. Apabila anda ingin melakukan inseminasi buatan sebaiknya anda perlu kursus terlebih dahulu pada lembaga-lembaga yang mengadakan tentang pelatihan menjadi inseminator. Apabila anda asal-asalan melakukannya dapat menyebabkan saluran reproduksi pada ternak sapi tersebut menjadi luka.

Berikut ini adala lembaga-lembaga yang mengadakan pelatihan menjadi inseminator:
1. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB Sigosari). Berada di Malang.
2. Balai Inseminasi Buatan Lembang (BIB Lembang). Berada di Bandung.
3. Balai Inseminasi Buatan Ungaran (BIB Ungaran). Berada di Semarang.
4. Ataupun Instansi Pendidikan yang kadang melakukan pelatihan. Biasanya UGM

Anda dapat mendapatkan informasi tentang kapan diadakannya serta biaya pelatihan tersebut pada website resmi masing-masing lembaga. Apabila dekat dengan rumah anda dapat bertanya langsung ke kantornya.
Read More