Wednesday, February 22, 2017

Karakteristik Kambing Kejobong

Kambing Kejobong adalah salah satu jenis kambing lokal yang ada di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Asal kambing kejobong ini belum diketahui secra pasti. Di duga Kambing ini merupakan hasil persilangan Kambing PE (Peranakan Ettawa) dengan kambing kacang. Kambing ini memiliki bentuk tubuh bulat disertai tingkat pertumbuhan relatif lebih cepat. Kambing kejobong dipilih oleh petani dan dipertahankan dari generasi ke generasi. Akhirnya, kambing ini memiliki warna dominan hitam. Oleh karena itu, kambing ini sering disebut sebagai kambing kejobong hitam.

Karakteristik Roman Nose kambing yang ada di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga adalah berbentuk cembung (98,83 %). Hal tersebut menunjukkan bahwa kambing local Kejobong memiliki karakteristik profil muka seperti kambing PE.
Karakteristik Kambing Kejobong
Sumber: desakedarpanblog.wordpress.com
Di Purbalingga kambing ini banyak terdapat di wilayah Kecamatan Kejobong dan Kecamatan Pengadegan. Menurut Data yang di ambil Akhmad sodiq tahun 2009, Total populasi kambing kejobong di wilayah Kecamatan Kejobong sebanyak 15.317 ekor. Lokasi untuk peternakan kambing tersebar diseluruh desa (13 desa). Populasi kambing paling besar terdapat di Desa Langgar sebesar 3.280 ekor (21,41%), diikuti Nangkod sebanyak 1.575 (10,28%) dan Kedarpan sebanyak 1.425 ekor (9,30%).

Jika ditinjau dari aspek pemeliharaannya, kambing lokal seperti kambing khas Kejobong kebanyakan dipelihara dan dikembangbiakan secara tradisional dengan manajemen pemeliharaan yang sederhana sehingga kualitas produksinya sangat beragam. Pertumbuhan dan produksi karkas selain dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan juga dipengaruhi oleh bangsa ternak, besar kecilnya ukuran tubuh, umur ternak, bobot pada saat dipotong, juga kondisi tubuh tersebut.

Karakteristik Kambing Kejobong

Ukuran Tubuh
Ukuran Tubuh Kambing Kejobong
Ukuran-ukuran tubuh kambing lokal Kejobong secara umum lebih besar dibandingkan ukuran-ukuran tubuh kambing Kacang tetapi dibawah ukuran-ukuran tubuh kambing Peranakan Etawah (PE)

Pola Warna

Warna hitam adalah warna dominan pada kambing kejobong. Urutan warna kambing pada peternak kelompok yaitu hitam, hitam putih, coklat, hitam coklat, hitam putih coklat, putih coklat dan putih, sedangkan pada peternak individu adalah hitam, hitam putih, hitam coklat, coklat, hitam putih coklat, putih dan putih coklat. Warna yang unik pada kambing Kejobong adalah warna hitam dengan belang putih diperutnya warga kejobong menyebutnya dengan kambing kendik, menurut para peternak jenis kambing ini sangat disukai dan banyak dicari untuk kepentingan spiritual atau adat istiadat.

Bobot Lahir

Rata-rata bobot lahir untuk peternak kelompok mencapai 2,814 kg sedangkan untuk peternak individu hanya mencapai 2,335 kg terdapat selisih 0,479 kg, artinya pemeliharaan peternak kelompok dan individu lebih besar peternak kelompok. Hal ini dapat di pengaruhi oleh manajemen pemeliharaannya.

Bobot Sapih

Rata-rata bobot sapih untuk peternak kelompok mencapai 16,141 kg sedangkan untuk peternak individu hanya mencapai 14,080 kg terdapat selisih yang cukup signifikan yaitu 2,061 Kg, dari hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa peternak kelomok lebih baik dalam pola pemeliharaan kambing kejobong.

Daya Hidup 
Daya hidup atau survival rate pada peternak kelompok memiliki nilai rata-rata 92,00% sedangkan pada peternak individu 76,63% terdapat selisih 12,37%.


Sumber:
Agung Setiaji, Paulus Suparman, Hartoko. 2013. Produktivitas Dan Pola Warna Kambing Kejobong Yang Dipelihara Oleh Peternak Kelompok Dan Peternak Individu. Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto. Banyumas. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3): 789-795.
Akhmad, S. 2009. Karakterisasi Sumberdaya Kambing Lokal Khas Kejobong di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah. Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Agripet : Vol (9) No. 1: 31-37.
Read More

Saturday, February 11, 2017

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah

Inseminasi atau deposisi semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina merupakan salah satu langkah akhir dalam kegiatan inseminasi buatan. Pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina mamalia dilakukan dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan ternak betina tersebut dapat dibuahi oleh sperma sehingga ternak betina menjadi bunting dan melahirkan anak.

Inseminasi/ deposisi semen harus dilaksanakan pada saat yang tepat, yaitu pada saat ternak betina itu sedang dalam puncak berahi. Inseminasi/ deposisi semen pada ternak mamalia besar (sapi, kerbau) dilakukan dengan metode rectovaginal.

Semen yang diinseminasikan dapat dalam bentuk semen cair atau semen beku. Aplikator (alat untuk menyampaikan semen) atau insemination gun untuk semen cair berbeda dengan untuk semen beku.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah
Alat :
1. Werkpack.
2. Sepatu kandang (boot karet).
3. Insemination gun.
4. Gunting straw.
5. Sarung tangan plastik panjang.
6. Kandang kawin.
7. Tisu.

Bahan :

1. Ternak sapi betina yang sedang birahi.
2. Semen cair atau semen beku dalam kemasan straw.
3. Larutan kanji encer atau sabun mandi lunak.

Langkah Melakukan Inseminasi Bauatan Pada Ternak Sapi
Persiapan Petugas (Inseminator)
  1. Guntinglah kuku jari-jari tangan (terutama yang sebelah kiri) sampai pendek. Haluskan ujungnya menggunakan kikir.
  2. Yakinkan bahwa sapi betina yang sedang birahi tersebut tidak sedang bunting dan betul-betul berahi. Lihat catatan perkawinan ternak tersebut dan lihat pula tanda-tanda aksteriornya, terutama bagian vulvanya. Sapi betina yang sedang berahi vulvanya tampak membengkak, basah, berwarna merah, dan mengeluarkan lendir jernih kental. temperamennya agak gelisah tetapi tenang ketika tubuhnya diusap-usap.
Baca juga: Tanda-tanda birahi pada sapi
Pelaksanaan Inseminasi Buatan Pada Sapi
  1. Kenakan werkpack dan sepatu kandang.
  2. Tempatkan sapi betina yang sedang berahi pada kandang kawin. Ikat dengan baik. 
  3. Singsingkan lengan baju sebelah kiri, kenakan sarung tangan plastik. 
  4. Lumuri tangan kiri sampai batas sikut dengan larutan kanji encer atau busa sabun. 
  5. Hampiri sapi betina dari arah depan atau samping lalu sentuh/ tepuk bagian tubuhnya supaya ternak tersebut mengetahui keberadaan kita dan tidak kaget sewaktu kita mulai bekerja. 
  6. Berdiri menghadap bagian belakang sapi dari arah belakang dengan posisi menyerong ke sebelah kanan sekitar 30o – 45o dari poros tubuh sapi. Kaki kiri berada sekitar ¾ langkah di depan kaki kanan sehingga membentuk kuda-kuda yang kokoh tetapi luwes. 
  7. Tepuk-tepuk bagian bokong sapi (sedikit di bagian atas ekor) kiri dan kanan untuk melihat reaksi kaki belakang sapi tersebut. 
  8. Pegang pangkal ekor sapi dengan tangan kanan, bengkokan ke arah kiri. 
  9. Pertemukan kelima jari tangan kiri sehingga membentuk kerucut, kemudian masukkan ke dalam lubang anus (rektum) sapi sampai pergelangan tangan melewatinya. Apabila di dalam rongga rectum terdapat banyak kotoran, keluarkan. 
  10. Setelah merasa bahwa tangan kiri dapat leluasa berada di ruang rectum, arahkan telapak tangan kiri tersebut ke dasar rectum. Cari bagian saluran reproduksi yang berdinding tebal, yaitu cervix uteri. Tempatkan cervix uteri tersebut dalam genggaman telapak tangan kiri dengan jalan menyodokkan empat jari (telunjuk sampai kelingking) ke bawah cervix uteri. 
  11. Setelah cervix uteri teraba, telusuri saluran reproduksi bagian depannya, apakah tanduk uterus kiri dan kanan sama besar atau salah satu lebih besar dari yang lain. Apabila salah satu lebih besar dari yang lain, hewan tersebut kemungkinan sedang bunting dan jangan diinseminasi. Apabila kedua tanduk uterus sama besar, maka hewan tersebut tidak bunting dan perlu diinseminasi. 
  12. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan sarung tangan atau bersihkan taangan kiri tersebut dengan air. 
  13. Siapkan insemination gun. Lepaskan bagian penusuknya dari batang utama. Usap batang penusuk dan batang utama dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70%. Teteskan alkohol ke dalam lubang batang utama. Biarkan beberapa lama, lalu kibaskan agak kuat agar bagian dalam batang utama tersebut bebas dari alkohol. Teteskan larutan NaCl Fisiologis untuk menetralisir alkohol dalam lubang batang utama. 
  14. Masukkan batang penusuk ke dalam batang utama. Sisakan kira-kira sepanjang straw. 
  15. Buka penutup container nitrogen cair dan angkat satu canister. 
  16. Ambil satu straw menggunakan pinset dan segera kembalikan posisi canister. Kemudian tutup lagi container nitrogennya. 
  17. Rendam straw dalam air suam-suam kuku sambil digosok-gosok dengan kedua telapak tangan. Angkat dan keringkan menggunakan tisu. 
  18. Masukkan straw ke dalam lubang, dari ujung depan, batang utama insemination gun, sampai mentok. Gunting ujung straw pada batas kira-kira ½ cm dari ujung insemination gun. Tutup/ bungkus batang insemination gun dengan plastic sheet, dan kuatkan pertautannya menggunakan cincin yang sudah tersedia. Inseminasi siap dilakukan. 
  19. Gunakan kembali sarung tangan plastic untuk lengan kiri anda dan lumuri lagi dengan larutan kanji encer atau busa sabun, masukkan ke dalam rectum dan lakukan penggenggaman cervix uteri. Setelah cervix uteri tergenggam, masukkan insemination gun secara hati-hati ke dalam vagina sapi betina. Arahkan ujung insemination gun ke mulut saluran cervix. 
  20. Luruskan arah insemination gun melewati saluran cervix dengan bantuan tangan kiri menggerak-gerakan cervix dan tangan kanan mendorong insemination gun secara hati-hati sampai ujung insemination gun melewati seluruh panjang saluran cervix. Hentikan dorongan tangan kanan ketika ujung insemination gun sudah keluar dari servix uteri (memasuki corpus uteri) kira-kira 1-2 cm. 
  21. Curahkan semen perlahan-lahan dengan jalan mendorong batang penusuk insemination gun sampai habis. Pencurahan semen selesai. 
  22. Insemination gun ditarik keluar vagina dan tangan kiri melakukan sedikit pijatan pada corpus dan cervix uteri untuk merangsang gerakan saluran reproduksi sapi betina agar semen terdorong ke bagian depan saluran reproduksi betina. 
  23. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan plastic sheet dan straw kosong dari insemination gun, buang ke tempat sampah.
  24. Bersihkan insemination gun menggunakan kapas beralkohol. Cabut batang penusuknya, lalu tetekan alkohol ke dalam lubang batang utama. Simpan kembali ke tempatnya. 
  25. Catat dalam buku kerja inseminator kegiatan tersebut dan pada buku catatan reproduksi sapi betina yang bersangkutan. Informasi yang harus dicatat adalah :
    Tanggal pelaksanaan inseminasi, Nomor register ternak betina/ nama pemilik, Perkawinan ke berapa bagi ternak betina tersebut, Nomor pejantan dan kode produksi semen.
  26. Selesai.

Video cara melakukan inseminasi pada sapi
Itulah gambaran tentang cara melakukan inseminasi buatan pada ternak sapi. Apabila anda ingin melakukan inseminasi buatan sebaiknya anda perlu kursus terlebih dahulu pada lembaga-lembaga yang mengadakan tentang pelatihan menjadi inseminator. Apabila anda asal-asalan melakukannya dapat menyebabkan saluran reproduksi pada ternak sapi tersebut menjadi luka.

Berikut ini adala lembaga-lembaga yang mengadakan pelatihan menjadi inseminator:
1. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB Sigosari). Berada di Malang.
2. Balai Inseminasi Buatan Lembang (BIB Lembang). Berada di Bandung.
3. Balai Inseminasi Buatan Ungaran (BIB Ungaran). Berada di Semarang.
4. Ataupun Instansi Pendidikan yang kadang melakukan pelatihan. Biasanya UGM

Anda dapat mendapatkan informasi tentang kapan diadakannya serta biaya pelatihan tersebut pada website resmi masing-masing lembaga. Apabila dekat dengan rumah anda dapat bertanya langsung ke kantornya.
Read More

Friday, February 10, 2017

Tujuan Inbreeding Serta Keuntungan Dan Kerugian Pada Ternak

Persilangan secara inbreeding merupakan cara yang bertujuan untuk menemukan galur murni dalam keturunan sehingga pada dasarnya dilakukan berbagai cara untuk menemukan galur terbaik. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal inbreeding dilakukan dengan menyilangkan galur murni dari beberapa keturunan yang berkaitan antara beberapa generasi sehingga gen resesi yang letal yang terlihat tidak nampak. Cara ini akan menimbulkan bebrapa kekurangan dan kerungian.

Inbreeding adalah perkawinan antar ternak yang memiliki hubungan kekerabatan relatif lebih dekat dibandingkan dengan rataan hubungan kekerabatan dengan ternak-ternak lain dalam suatu populasi. Dengan kata lain, inbreeding adalah perkawinan antar ternak yang memiliki satu atau lebih nenek moyang bersama (common ancestor).


Tujuan Inbreeding Serta Keuntungan Dan Kerugian Pada Ternak
Inbreeding Pada Kuda
Inbreeding dalam pemuliaan ternak memang diperlukan untuk menemukan keunggulan genetik tetua terhadap anak-anaknya. Namun derajatnya perlu dibatasi jangan sampai dilakukan secara intensif terus menerus agar kerugian karena inbreeding tidak sempat muncul. Seperti pada sapi perah, koefisien inbreeding tidak boleh mencapai lebih dari 12%, karena apabila lebih dari 12% maka setiap kenaikan 1% akan menurunkan performa produksi dan reproduksi serta kesehatan sapi perah tersebut serta meningkatnya angka mortalitas.

Persilangan dengan cara inbreeding ini memiliki beberapa keuntungan maupun kerugian yang tentunya perlu diketahui. Dengan mengetahui hal-hal tersebut khususnya kerugiannya menjadikan kita lebih perlu untuk memperhitungkannya.

Berikut ini adalah keuntungan dari inbreeding:
  1. Membuat individu mirip.
    Inbreeding dapat menyebabkan ternak-ternak mirip satu sama lain,karena inbreeding dapat menurunkan tingkat heterozygotsitas didalam populasi. 
  2. Melestarikan sifat-sifat yang diinginkan.
    Apabila kita menyukai suatu sifat pada sekelompok ternak, sifat-sifat tersebut dapat dipertahankan dengan inbreeding. 
  3. Seleksi pada gen-gen yang tidak diinginkan.
    Inbreeding membuat individu-individu homozygot. Apabila terdapat letal gena dalam keadaan homozygot, maka akan tampak. Dengan demikian kita bisa melakukan seleksi terhadap ternak-ternak pembawa sifat tidak baik. 
  4. Merupakan metode yang paling bagus untuk membentuk strain murni dari kumpulan ternak yang tidak diketahui asal muasalnya. 
  5. Dihasilkan ternak sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Berikut ini adalah Kerugian inbreeding:
  1. Menurunnya jumlah pasangan gen yang heterosigot, dan meningkatnya jumlah pasangan gen yang homosigot.
  2. Meningkatkan frekuensi ternak yang bergenotipe homosigot resesif, atau mengumpulkan gen-gen yang kurang baik. Beberapa gen resesif bersifat letal yang ekspresinya akan muncul bila dalam kondisi homosigot resesif. 
  3. Tingkat inbreeding yang tinggi menyebabkan terjadinya “tekanan inbreeding” inbreeding depression) yang ditandai dengan munculnya ketidaknormalan fisik seperti tubuh kerdil, rahang tidak normal, dan lain-lain. 
  4. Menurunnya penampilan/ performa ternak.
    Pada ayam dapat membuat produksi telur menurun serta mortalitas meningkat. Pada sapi akan menyebabkan menurunya berat lahir, daya hidup, berat dan ukuran serta dapat menurunkan produksi susu dan lemak susu. Sedangkan pada domba dapat menyebabkan produksi wool (kualitas dan kuantitas) menurun.
Demikian artikel tentang tujuan dari inbreeding serta keuntungan dan kelebihannya. semoga dapat bermanfaat bagi anda.
Read More

Thursday, February 9, 2017

Tujuan dan Keuntungan Inseminasi Buatan Pada Ternak

Pengertian Inseminasi Buatan (IB) adalah usaha manusia (inseminator) dalam memasukkan sperma atau semen ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat inseminasi dengan tujuan agar ternak (Sapi, domba, kerbau dll) tersebut menjadi bunting. Dalam istilah ilmiahnya Inseminasi Buatan disebut Artificial Insemination (AI) dan Semen adalah mani yang berasal dari ternak pejantan unggul yang dipergunakan untuk kawin suntik atau inseminasi buatan.

Program IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan dan penentuan hasil inseminasi pada hewan/ ternak betina, bimbingan dan penyuluhan pada peternak. Dengan demikian pengertian IB menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan.

Tujuan dan Keuntungan Inseminasi Buatan Pada Ternak
Sumber gambar: vimeo.com

Tujuan Inseminasi Buatan
Tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan adalah:
1. Meningkatkan mutu ternak lokal.
2. Mempercepat peningkatan populasi ternak.
3. Menghemat penggunaan pejantan.
4. Mencegah adanya penularan penyakit kelamin akibat perkawinan alam.
5. Perkawinan silang antar berbagai bangsa/ ras dapat dilakukan.

Keuntungan Inseminasi Buatan

Dalam kegiatan kawin suntik atau IB pada ternak ini memberikan beberapa keuntungan/ manfaat antara lain adalah:
  1. Menghemat biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
  2. Menghewat waktu. Dimana untuk mengawinkan sapi, peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
  3. Dapat mengatur jarak beranak/ calving interval ternak dengan baik.
  4. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada ternak.
  5. Dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma/ semen dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi Semen beku ini masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan yang diambil semennya telah mati.
  6. Menghasilkan generasi baru anak bakalan penghasil daging yang berkualitas (ternak potong) dan meningkatklan produksi susu pada ternak perah betina.
  7. Perbaikan mutu genetik menjadi lebih cepat.
  8. Peternak dapat memilih jenis/ bangsa ternak yang diinginkan. Misalnya sapi Limousin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Brangus, FH, Bali dan lain-lain).
  9. Berat lahir lebih tinggi dari pada hasil kawin alam. Hal ini karena semen yang digunakan berasal dari pejantan-pejantan unggul.
  10. Kemungkian pertumbuhan berat badan anak lebih cepat. karena dihasilkan hasil perkawian dari pejantan unggul.

Pelaksanaan IB dikatakan berhasil apabila induk ternak yang dilakukan IB menjadi bunting. Masa bunting/ periode kebuntingan sapi (gestation periode) yaitu jangka waktu sejak terjadi pembuahan sperma terhadap sel telur sampai anak dilahirkan. Menurut Toelihere (1981) periode kebuntingan sapi berkisar 280 sampai dengan 285 hari. Setelah melahirkan disebut masa kosong sampai sapi yang bersangkutan bunting pada periode berikutnya.

Demikian artikel tentang tujuan dilakukan inseminasi buatan serta tujuan dan manfaatnya. Semoga dapat bermanfaat bagi anda.
Read More

Wednesday, February 8, 2017

Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Pada Ternak

Sifat kualitatif dan kuantitatif pada ternak serta beberapa perbedaanya. Dalam pemuliaan temak sendiri seorang peternak biasanya cenderung untuk merubah atau menentukan hal-hal yang terlihat seperti produktifitas ternak untuk ditingkatan. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan informasi atau data mengenai sifat-sifat yang akan diturunkan oleh ternak atau sering disebut dengan sifat-sifat genetik misalnya saja seperti bobot badan ternak, produksi telur, warna bulu dan lain sebagainya.

Beberapa perbedaan sifat-sifat genetika tersebut mudah untuk dilihat, dibedakan dan dikelompokkan, misalnya saja ternak yang bertanduk dengan yang tidak bertanduk, warna kulit tubuh hitam ataupun merah dan sebagainya. Sifat-sifat seperti itu tadi dikenal sebagai sifat kualitatif dan dikontrol oleh sejumlah kecil gen. Sedangkan kebanyakan sifat-sifat produktif yang menjadi pengamatan oleh peternak adalah dikontrol oleh pasangan-pasangan gen dan termodifikasi oleh lingkungan yang dihadapi oleh ternak bersangkutan. Sifat-sifat produksi dikenal sebagai sifat kuantitatif dan tidak dapat dikelompokkan secara tegas misalnya saja produksi susu, daging dan bulu (wool).

Lebih sederhananya adalah bahwa sifat kuantitatif itu merupakan sifat yang dapat diukur, misalnya bobot badan, prouksi susu dan telur. Sifat ini dipengaruhi oleh banyak gena dan sangat dipengaruhi juga oleh lingkungan, seperti pakan dan tatalaksana pemeliharaan. Kebanyakan sifat yang mempunyai nilai ekonomis adalah sifat kuantitatif. Sedangkan sifat kualitatif merupakan sifat yang tidak dapat diukur, tapi bisa untuk dikelompokan.Misalnya saja warna bulu, bentuk tanduk. Sifat ini sedikit/ tidak dipengaruhi lingkungan dan biasanya dikontrol oleh satu atau dua pasang gena saja.
Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Pada Ternak
 Beberapa perbedaan (genetik) tampak jelas pada setiap individu dan dapat diklasifikasikan dalam klas diskrit. Misal saja warna kulit pada sapi. Karakteristik yang masuk dalam klas diskrit ini disebut karakteristik discontiriues atau kualitatif. Tidak semua karakteristik kualitatif jelas dapat dilihat, misal golongan darah. Untuk ini memerlukan bantuan teknik tertentu untuk dapat membedakan golongan darahnya. Karakteristik kualitatif kalau digunakan untuk mengelompokkan individu akan diperoleh klas diskrit. Misalnya untuk sapi Shorthorn, RR merah, Rr roan (merah campur putih) dan rr putih (tidak ada pigment). Untuk karakteristik tertentu, meskipun fenotipenya dapat diketahui, pengetahuan tersebut tidak dapat digunakan untuk spesifikasi individu ternak secara sempurna.

Berbeda halnya dengan karakteristik kualitatif, karakteristik yang ekonomis (kuantitatif) biasanya karakteristik yang tidak dapat dipakai untuk mengelompokkan individu ternak menjadi klas diskrit, tetapi dapat dalam klas contiriues. Misalnya produksi susu pada laktasi pertama berkisar dari 800 sampai 4000 liter. Berarti pada laktasi pertama tersebut ada kisaran variasi (perbedaan atau selisih) yang kontinyu.

Perbedaan Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Pada Ternak
Perbedaan sifat kualitatif dan kuantitatif terletak pada aspek kajiannya mengenai sifat yang diatur oleh gena, yaitu sifat yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan (kualitatif) dan sifat yang dipengaruhi oleh lingkungan (kuantitatif). Secara garis besar perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sifat kualitatif 
  • Sifat yang dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok dan pengelompokkan itu berbeda jelas satu sama lainnya.
  • Tampak dari luar dan tidak dapat diukur. 
  • Cacat genetik lebih bersifat kualitatif. 
  • Seleksi bibit hanya sedikit bersifat kualitatif. 
  • Diatur oleh satu atau beberapa pasang gena. 
  • Dikontrol sepenuhnya oleh gen. 
  • Tidak mempunyai nilai ekonomis.
Contoh sifat kualitatif adalah warna bulu/ rambut, sapi bertanduk dan tidak bertanduk.

2. Sifat kuantitatif 

  • Tidak dapat dikelompokkan dengan jelas/ tegas.
  • Dapat diukur dan kontinyu 
  • Cacat genetik bukan sifat kuantitatif 
  • Seleksi bibit banyak ditujukan pada sifat-sifat kuantitatif. 
  • Diatur oleh banyak pasang gena.
  • Lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
  • Mempunyai nilai ekonomis tinggi
Contoh sifat kuantitatif adalah produksi susu, pertambahan bobot badan, kadar lemak.

Demikian artikel tentang Sifat kualitatif dan kuantitatif pada ternak serta contoh beberapa perbedaanya. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan anda.
Read More

Tuesday, February 7, 2017

Standar dan Cara menghitung FCR Ayam Broiler

Feed Convertion Ratio (FCR) merupakan perbandingan antara jumlah pakan yang digunakan dengan jumlah bobot ayam broiler yang dihasilkan. Semakin kecil nilai FCR menunjukkan kondisi usaha ternak ayam broiler semakin baik. Nilai konversi pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain genetik, tipe pakan yang digunakan, feed additive yang digunakan dalam pakan, manajemen pemeliharaan, dan suhu lingkungan. Jumlah pakan yang digunakan mempengaruhi perhitungan konversi ransum atau Feed Converstion Ratio (FCR).

FCR merupakan perbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertumbuhan berat badan. Angka konversi ransum yang kecil berarti jumlah ransum yang digunakan untuk menghasilkan satu kilogram daging semakin sedikit. Semakin tinggi konversi ransum berarti semakin boros ransum yang digunakan. Lacy dan Vest (2000) menyatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi konversi pakan adalah genetik, ventilasi, sanitasi, kulitas pakan, jenis pakan, penggunaan zat aditif, kualitas air, penyakit dan pengobatan serta manajemen pemeliharaan, selain itu meliputi faktor penerangan, pemberian pakan, dan factor sosial.
  
Standar FCR Ayam Broiler
Breeder biasanya sudah menyertakan standar FCR tiap minggu dalam buku panduannya agar peternak bisa terus memantau FCR ayamnya tiap minggu. Nilai FCR yang sama atau lebih kecil dibandingkan standar, menandakan terjadinya efisiensi pakan yang didukung dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Namun jika nilai FCR lebih besar dibandingkan standar maka mengindikasikan terjadi pemborosan pakan sebagai akibat tidak maksimalnya manfaat pakan terhadap pertambahan bobot badan ayam.

Standar dan Cara menghitung FCR Ayam Broiler
Konversi pakan ayam broiler strain CP 707 yang dipelihara pada suhu nyaman pada umur lima minggu adalah 1,62. Penelitian Santoso (2002) menunjukan bahwa konversi pakan pada ayam broiler selama lima minggu pada kandang litter sebesar 1,6. Menurut Lesson (2000), semakin dewasa ayam maka nilai konversipakan akan semakin besar.
Baca juga: Cara Beternak Ayam Broiler Yang Baik Untuk Pemula
Rumus menghitung FCR ialah :
FCR = Jumlah pakan yang dikonsumsi (kg)
Berat badan yang dihasilkan (kg) (Bobot Panen-Bobot DOC)
Contoh perhitungan :
Diketahui populasi ayam broiler sebanyak 2000 ekor (Anggap aja tidak ada kematian), menghasilkan bobot rata-rata 1,3 kg, dengan penggunaan pakan sebanyak 80 sak, maka nilai FCR-nya adalah :
Diketahui ,
Populasi = 2000 ekor
Berat badan Ayam yang dihasilkan = 1,3
Banyaknya Pakan = 80 sak (1 sak = 50 kg) = 4000 kg

Ditanyakan,
Berapa FCR-nya?

Penyelesaian,
Berat total ayam yang dipanen = 2000 X 1,3 = 2600 kg
Feed Convertion Ratio (FCR) = 4000 / 2600 = 1,54

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai FCR
Dikutip dari www.ca.uky.edu bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja broiler (FCR) antara lain : (a) suhu kandang, (b) kualitas litter, (c) kelebihan pakan dan kekurangan pakan, (d) penyakit dan keatian, dan (e) faktor manusia. Abror acres (2011), menambahkan bahwa FCR juga dipengaruhi oleh : (a) manajemen Hatchery, (b) manajemen on farm (bibit, pakan dan sistem pemberian pakan, air dan pengelolaan sistem air, temperatur, ventilasi). (c) factor gizi (tekstur pakan, program pakan, formulasi pakan dan manufaktur), (d) kematian dan penyakit, (e). biosecurity, dan (f) pra-penangkapan.

Ayam yang semakin besar akan makan lebih banyak untuk menjaga ukuran berat badan. Sebesar 80% protein digunakan untuk menjaga berat badan dan 20% untuk pertumbuhan sehingga efisiensi pakan menjadi berkurang. Bila nilai konversi pakan sudah jauh di atas angka dua, maka pemeliharaannya sudah kurang menguntungkan lagi. Oleh karena itu, ayam broiler biasanya dipasarkan maksimal pada umur enam minggu.
Read More

Sunday, January 29, 2017

Manfaat Dan Kandungan Air Rebusan Kedelai Untuk Ternak

Manfaat serta cara fermentasi air rebusan kedelai untuk diberikan pada ternak. Dalam pemberian pakan ternak ruminansia seperti kambing dan sapi umumnya pakann basal yang diberikan berupa rumput segar / rumput lapang rumput gajah atau jerami padi, sedangkan untuk pakan tambahannya bisa menggunakan bekatul, ampas tahu, limbah dari proses pembuatan tempe berupa kulit ari dan air rebusan kedelai.

Saat dalam pembuatan tempe akan menghasilkan produk samping dari sisa proses perendaman kedelai dan perebusan kedelai. Produk samping yang dihasilkan berupa kulit ari kedelai dan dari proses perebusan berupa air rebusan kedelai. Produk samping yang dihasilkan dimanfaatkan oleh peternak disekitar pabrik untuk campuran pakan dan minum ternaknya.

Limbah industri tempe berupa whey (air rebusan kedelai) dan kulit ari (kulit kedelai), limbah tersebut mengandung protein yang cukup tinggi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan, hal ini sesuai pendapat M. Gempur Adnan (2006:3), limbah tempe mengandung protein cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan. Namun jika limbah industri tempe tidak diolah dan dibuang langsung ke parit atau ke sungai, maka dapat menurunkan kualitas air sungai.

Manfaat Dan Kandungan Air Rebusan Kedelai Untuk Ternak

Seperti dikutip dari cendananews.com Usaha tempe milik Walijo, warga desa Sumberharjo, Sleman, Yogyakarta. Air limbah rebusan kedelai sebagai bahan baku tempenya justru dimanfaatkan warga sekitar untuk pakan ternak sapi dan kambing. Bahkan, juga untuk air minum unggas. Air bekas rebusan kedelai memiliki kandungan protein yang bagus untuk asupan gizi hewan ternak.

Sudah sejak lama warga tetangganya memanfaatkan air limbah rebusan kedelainya untuk campuran pakan ternak. Bahkan juga digunakan untuk air minum unggas seperti itik dan dialirkan ke kolam atau keramba budidaya ikan nila, bawal dan tombro.

Air bekas rebusan kedelai itu dicampur dengan bekatul atau polar, sangat bagus untuk penggemukan sapi," katanya, sembari mengimbuhkan jika telah sejak 10-an tahun ini warga tetangganya memanfaatkan air limbah rebusan kedelainya.

Untuk data kandungan nutrient dari limbah air rebusan kedelai ini saya belum mendapatkannya. Masih jarang orang yang melakukan penelitian tentang limbah air ini untuk ternak. Umumnya yang di lakukan penelitian cuma kulit arinya saja.

Sedangkan untuk cara fermentasi air rebusan kedelai ini seperti yang saya kutip di distributorproduknasa.com adalah:

Bahan-bahan yang disiapkan:
50 liter air rebusan kedelai
1kg gula jawa
500 cc tangguh probiotik
500 cc viterna
1sdm garam
500 cc tetes.

Cara membuat:
  1. Siapkan air rebusan kedelai dalam tong
  2. Rebus gula jawa, kemudian dinginkan.
  3. Masukkan atau campur viterna, tetes tebu ,rebusan gula jawa, tangguh probiotik dan garam, aduk sampai rata.
  4. Tutup rapat tong tadi kemudian diamkan selama 7 hari agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Setelah itu dibuka,hasilnya akan wangi. Air fermentasi ini dapat digunakan untuk air minum unggas ataupun ternak ruminansia.
Demikian artikel tentang manfaat dan cara fermentasi air rebusan kedelai. semoga bermanfaat
Read More

Saturday, August 20, 2016

Kumpulan Foto dan Gambar Sapi Serta Ciri-cirinya

Kumpulan foto atau gambar sapi beserta jenis dan ciri-cirinya. Untuk anda yang masih merasa kebingungan untuk membedakan jenis jenis sapi yang tersebar diberbagai negara. Kali ini ilmuternak.com akan memberikan gambar sapi yang disertai jenisnya dan dari mana sapi tersebut berasal. Melalui gambar sapi ini diharapkan anda dapat dengan mudah membedakan jenis-jenis sapi potong maupun sapi perah yang ada di dunia ini.

Berikut ini adalah kumpulan gambar sapi potong dan ciri-cirinya:

SAPI LIMOUSIN
Foto dan Gambar Sapi Limousin
Foto dan Gambar Sapi Limousin
Sapi Limousin merupakan sapi tipe potong yang berasal dari Prancis. Warna tubuh sapi ini mulai kuning sampai merah keemasan dengan tanduknya berwarna cerah dengan tumbuh keluar dan agak melengkung. Bentuk tubuh besar, panjang, kompak dan padat. Pertumbuhan badan sapi ini sangat cepat. Berat jantan dewasa mencapai lebih dari 1000 kg dan kualitas dagingnya tinggi.

SAPI SIMENTAL
Foto dan Gambar Sapi Simental
Foto dan Gambar Sapi Simental
Sapi ini berasal dari Swiss dengan warna tubuh krem kecoklatan sedikit merah, bagian muka, dada dan rambut ekor berwarna putih. Bentuk tubuh kekar dan berotot. Sangat cocok dipelihara di daerah beriklim sedang. Pertumbuhan otot sangat baik. Menghasilkan karkas yang tinggi dengan sedikit lemak. Berat jantan dewasa dapat mencapai lebih dari 1000 kg. Merupakan tipe sapi dwiguna (tipe potong, perah dan kerja).

SAPI BALI
Foto dan Gambar Sapi Bali
Foto dan Gambar Sapi Bali
Sapi Bali merupakan hasil domestikasi dari banteng (Bibos sondaicus). Warna bulu pada betina dan pedet merah kemasan, sedangkan pada jantan dewasa berwarna hitam. Warna tarsus ke bawah dan oval di pantat berwarna putih. Kepala yang lebar serta pendek dengan dahi datar. Telinga berukuran sedang dan tegak, bertanduk panjang dan besar mengarah kesamping atas depan. Bentuk tanduk pada jantan yang paling ideal disebut bentuk tanduk silak congklok yaitu jalannya pertumbuhan tanduk mula-mula dari dasar sedikit keluar lalu membengkok ke atas, kemudian pada ujungnya membengkok sedikit keluar.

SAPI BRAHMAN
Foto dan Gambar Sapi Brahman
Foto dan Gambar Sapi Brahman
Sapi Brahman berasal dari India yang termasuk dalam golongan sapi zebu. Sapi Brahman ditandai dengan adanya punuk yang besar pada sapi jantan, tapi punuk kecil pada betina. Warna tubuh sapi ini bervariasi mulai dari abu-abu sangat muda sampai hampir hitam. Terdapat gelambir kulit dari rahang bawah hingga ujung dada bagian depan. Paha besar, kulit tebal dan lepas.

SAPI ONGOLE
Foto dan Gambar Sapi Ongole
Foto dan Gambar Sapi Ongole
Sapi ini merupakan bangsa sapi tipe potong, dengan ciri-ciri rambut halus dan pada umumnya berwarna putih, tetapi pejantannya mempunyai warna kelabu gelap di kepala. Sapi ini juga bertanduk, berpunuk, bergelambir, bertelinga agak panjang dan menggantung. Sapi ini memiliki ciri bertubuh besar dan kompak, berputih sedikit keabuan, terdapat gelambir dari rahang bawah hingga ujung dada depan, badan besar, panjang, dan berpunuk di atas bahu. Kepala panjang, telinga kecil dan tegak. Paha besar, kulit tebal dan lepas, bobot badan jantan dewasa dapat mencapai 800 kg.

SAPI Peranakan ONGOLE (PO)
Foto dan Gambar Sapi PO
Foto dan Gambar Sapi PO
Pada tahun 1906, sapi ongole didatangkan langsung dari India ke Pulau Sumba. Selanjutnya, tahun 1916 sapi ongole yang sudah berkembang biak di sumba mulai menyebar ke tempat-tempat lain di Indonesia dengan sebutan sumba ongole(SO). Pada tahun 1930-an, pemerintah Hindia-Belanda dengan kebijakan di bidang pertenakan yang disebut ongolisasi mengawinsilangkan sapi SO dengan sapi Jawa, untuk memperbaiki ukuran dan bobot badan sehingga lahirlah sapi peranakan ongole (PO). Peranakan Ongole (PO) memiliki ciri-ciri yaitu berwarna putih sedikit keabu-abuan, telingan kecil dan tegak, mempunyai perawakan yang besar, bergumba pada pundaknya dan mempunyai gelambir yang menjulur sepanjang garis bawah leher, dada sampai ke pusar.

SAPI BRANGUS
Foto dan Gambar Sapi Brangus
Foto dan Gambar Sapi Brangus
Sapi brangus merupakan hasil persilangan antara Brahman dan Aberdeen Angus. Sapi ini merupakan tipe potong, dengan ciri-ciri rambut halus dan pada umumnya berwarna hitam seluruh tubuh. Leher dan telinga pendek penuh bulu. Memiliki punuk di punggungnya, badan kompak dan padat. Kaki kuat dan kokoh. Tubuh besar, pertumbuhan badan cepat. Berat badan sapi jantan dewasa dapat mencapai lebih dari 900 kg

SAPI MADURA
Foto dan Gambar Sapi Madura
Foto dan Gambar Sapi Madura
Sapi Madura merupakan hasil persilangan sapi Bali (Bos banteng), sapi Ongole (Bos indicus) dan sapi Jawa (Bos javanicus). Warna sapi ini merah bata kecoklatan tanpa warna putih di pantat. Pertumbuahan yang baik pada kualitas pakan yang jelek. Mempunyai urat daging yang bagus. Dan memiliki tubuh kokoh dan pertumbuhan badan yang relatif cepat. Bobot pejantan dewasa dapat mencapai 600 kg.

SAPI ANGUS
Foto dan Gambar Sapi Angus
Foto dan Gambar Sapi Angus
Sapi Angus (Aberden Angus) warna tubuh berwarna hitam. Leher dan telinga pendek, penuh bulu. Punggung lurus, badan kompak dan padat. Bobot badan sapi jantan dewasa dapat mencapai 900 kg. Sapi ini tidak memiliki tanduk. 

SAPI SHORTHORN
Foto dan Gambar Sapi Shorthorn
Foto dan Gambar Sapi Shorthorn
Berasal dari Inggris, merupakan tipe pedaging yang terbesar di Inggris. Warna merah, putih atau kombinasi. Tubuh besar, padat dan berbentuk seperti balok. BB Jantan 2200 pound (± 1000 Kg) dan betina 1700 pound (± 750 Kg).

SAPI HEREFORD
Foto dan Gambar Sapi Hereford
Foto dan Gambar Sapi Hereford
Berasal dari Hereford Inggris dan merupakan tipe potong Warna merah dengan muka, dada sisi badan, perut bawah, bahu dan ekor putih. Tubuh rendah, lebar dan tegap. BB Jantan 1800 pound (± 850 Kg) dan betina 1450 pound (± 650 Kg)

SAPI JALITENG
Foto dan Gambar Sapi Jaliteng
Foto dan Gambar Sapi Jaliteng
Sapi Jaliteng merupakan persilangan antara Jawa, Bali, dan Banteng. Tanda-tanda yang dimiliki bila dilihat seperti sapi Bali, yaitu warna putih pada bagian belakang paha, mulai tarsus dan carpus sampai batas pinggir atas kuku, rambut pada ujung ekor hitam, rambut pada bagian dalam telinga putih, terdapat garis belut (garis hitam) yang jelas pada bagian atas punggung. 


Berikut ini adalah kumpulan gambar sapu jenis perah dan ciri-cirinya: 

SAPI FH
Foto dan Gambar Sapi FH (Friesian Holstein)
Foto dan Gambar Sapi FH (Friesian Holstein)
Bangsa sapi perah Friesian Holstein berasal dari propinsi “North Holland” dan propinsi “West Friesland” Belanda. Sapi FH sering disebut sapi perah. Sapi ini memiliki ciri warna tubuh putih dan hitam. Merupakan salah satu sapi penghasil susu dan memiliki kualitas daging yang bagus. Bobot badan sapi jantan dewasa dapat mencapai 1000 kg.

SAPI Peranakan FH (PFH)
Foto dan Gambar Sapi Peranakan FH
Foto dan Gambar Sapi Peranakan FH
Sapi ini merupakan hasil persilangan sapi lokal indonesia dengan sapi FH, sehingga secara keseluruhan mirip dengan sapi FH akan tetapi produksi susu dan Bobot badannya lebih rendah dari FH

RED DANISH
Foto dan Gambar Sapi Red Danish
Foto dan Gambar Sapi Red Danish
Sapi ini berasal dari Denmark dan didatangkan ke Indonesia untuk ditempatkan di Pulau Madura. Warna bulu merah, produksi susu 4300 liter per laktasi dengan kadar lemak 4,3 %. BB Jantan 850 Kg dan Betina 500 Kg

SAPI JERSEY
Foto dan Gambar Sapi jersey
Foto dan Gambar Sapi jersey
Berasal dari Inggris Selatan. Merupakan sapi perah terkecil yang tahan panas dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Jersey berasal dari sapi liar dengan nenek moyang Bos taurus – longifrons. Warna bulu bermacam-macam, ada yang abu-abu muda, kuning, merah, coklat tua, dan ada yang hampir hitam dimana yang jantan warna lebih tua. Tanduk ukuran sedang dan agak menjurus ke atas, lebih panjang dari FH. Produksi susu 3200 liter per laktasi dengan kadar lemak 5,3 %. BB Jantan 500 – 650 Kg dan Betina 350 – 500 Kg

SAPI Brown Swiss
Foto dan Gambar Sapi Brown Swiss
Foto dan Gambar Sapi Brown Swiss
Sapi ini berasal dari Awitzerland (Swiss). Warna coklat, abu-abu muda/tua, umumnya yang ditemui berwarna coklat. Produksi susu 4000 – 4500 liter per laktasi. BB Jantan 970 Kg dan Betina 630 Kg. 

SAPI AYRSHIRE
Foto dan Gambar Sapi Ayrshire
Foto dan Gambar Sapi Ayrshire
Merupakan salah satu bangsa sapi perah yang berasal dari skotklandia berwarna merah dan putih atau coklat dan putih. Sapi termasuk memiliki kemampuan merumput yang baik BB Jantan dewasa 650 – 900 Kg dan betina dewasa 500 – 550 Kg dengan Berat Lahir 34 Kg. Produksi susu 6000 Kg / tahun Kadar lemak 4 %


Dan masih banyak jenis sapi perah lain seperti Sahiwal, Yamaica, Red shindi, Devon, Dexters, Milking shorthorn, Red Polled.
Read More

Thursday, August 18, 2016

Pengertian Pakan Ternak

Pengertian Pakan Ternak adalah semua bahan pakan yang bisa diberikan dan bermanfaat bagi ternak serta tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap tubuh ternak. Pakan yang diberikan harus berkualitas tinggi, yaitu mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh ternak dalam hidupnya seperti air, karbohidrat, lemak, protein. Pakan sendiri merupakan komoditi yang sangat penting bagi ternak. Zat- zat nutrisi yang terkandung dalam pakan dimanfaatkan oleh ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan produksi ternak itu sendiri. Selain itu, pakan juga merupakan dasar bagi kehidupan yang secara terus menerus berhubungan dengan kimiawi tubuh dan kesehatan. 

Dalam pemberianya pakan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh ternak tersebut. Menurut Setiawan dan Arsa (2005) bahan pakan merupakan bahan makanan ternak yang terdiri dari bahan kering dan air yang harus diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan produksinya.

Pengertian Pakan Ternak

Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk peningkatan produktivitas ternak. Pakan dengan kualitas dan kuantitas yang cukup sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan produksi ternak. Pakan memegang peranan yang sangat penting di dalam keberhasilan suatu usaha peternakan. Total produksi dalam usaha peternakan sekitar 80% nya keluar untuk pakan saja.

Baca juga: Syarat Bahan Pakan Ternak

Pakan yang diberikan jangan sekedar dimaksudkan untuk mengatasi lapar atau sebagai pengisi perut saja melainkan harus benar-benar bermanfaat untuk kebutuhan hidup, membentuk sel-sel baru, menggantikan sel yang rusak dan untuk berproduksi. Kebutuhan ternak ruminansia dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) setiap ekornya adalah 3-5% dari bobot badannya.

Baca juga: Potensi Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak

Dalam mengkonsumsi pakan ternak dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu tingkat energi, keseimbangan asam amino, tingkat kehalusan pakan, aktivitas ternak, bobot badan, kecepatan pertumbuhan dan suhu lingkungan. Tingkat perbedaan konsumsi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor ternak (bobot badan, umur, tingkat kecernaan pakan, kualitas pakan dan palatabilitas). Makanan yang berkualitas baik tingkat konsumsinya lebih tinggi dibandingkan dengan makanan yang berkualitas rendah sehingga bila kualitas pakan relatif sama maka tingkat konsumsinya juga tidak berbeda (Parakkasi, 1995)
Read More

Thursday, August 11, 2016

Info Terbaru Harga Telur Hari Ini

Harga telur hari ini untuk ayam ras pada hari Kamis, tanggal 18 Agustus 2016 secara nasional dari berbagai wilayah di indonesia seperti Jakarta, jawa barat, Jawa tengah, Jawa timur, Kalimantan, Sumatera, Bali, NTB, Sulawesi maupun tempat yang lainnya. Harga telur kami peroleh dari beberapa sumber terpercaya dan kami sajikan secara maksimal.

Kami akan mengusahakan update setiap hari tentang info harga telur ayam ras. Semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu tentang informasi harga telur ayam ras.

Info Terbaru Harga Telur Hari Ini
Gambar Telur Ayam Ras
Harga Pokok Produksi telur dapat dihitung dengan rumus = Harga Pakan X 3,24
Harga pokok produksi merupakan suatu puncak dari berbagai variabel kegiatan manajemen peternakan ayam petelur itu sendiri. Komponen-komponen pembentuk harga pokok produksi telur ini dapat berasal dari biaya:
1. Pakan 
2. Biaya operasional (upah, bahan bakar minyak, listrik, telepon, material-material, perawatan)
3. Penyusutan pullet (ayam dara sampai dengan umur 19 minggu), 
4. Penyusutan investasi infrastruktur (kandang, gudang pakan dan telur, mess, kantor, listrik, jalan dll) 
5. Biaya penjualan.
6. Obat, vaksin, vitamin dan kimia, dan 
7. Biaya lain-lain (aborge.com)

Berikut adalah tabel referensi harga telur ayam ras hari ini. Kamis, 18 Agustus 2016.
Wilayah                              Kota/ Kabupaten             Harga/Kg
DKI jakarta Jakarta 18.800

Tangerang 18.800
Jawa Barat Bekasi 18.700

Bogor 18.700

Sukabumi 18.500

Bandung 18.300

Cianjur 18.600

Kuningan 17.700

Tasikmalaya 17.900

Cirebon 18.000

Ciamis 17.700
Jawa Tengah Semarang 17.500

Salatiga 17.500

Solo 17.500

Purwokerto 17.500

Kendal 17.000

Magelang 17.200

Pekalongan 17.500

Kudus 17.000

Pati 18.000

Cepu 17.200
Yogyakarta Yogyakarta 17.400
Jawa Timur Surabaya 16.600

Malang 16.700

Pacitan 17.200

Magetan 16.800

Ponorogo 17.000

Kediri 16.500

Pare 16.500

Madiun 16.800

Jombang 16.500

Pasuruan 16.600

Blitar 16.200

Jember 16.500

Banyuwangi 16.200

Lumajang 16.800

Madura 17.500
Bali Denpasar 17.600
NTB Lombok 17.600
Lampung Bandar Lampung 18.500
Kalimantan Selatan Banjarmasin 20.000
Kalimantan Timur Samarinda 20.500
Sulawesi Selatan Makasar 32.000/rak
Catatan: Harga dapat berbeda disetiap daerah karena dipengaruhi kondisi tempat tersebut.

Semoga informasi harga telur hari dapat bermanfaat bagi kita semua. Info harga telur hari ini bersumber dari arboge.com
Read More