Friday, March 24, 2017

Manfaat Pemuliaan Ternak

Manfaat Pemuliaan Ternak - Pemuliaan ternak (animal breeding) adalah salah satu bidang ilmu yang mempelajari aplikasi tentang cara-cara meningkatkan mutu genetik ternak. Pada suatu usaha peternakan, sebaik apapun manajemen dan pakan (feeding) yang diberikan kepada ternak, apabila mutu genetik ternak rendah, maka produktivitas yang diperolehnya pun tidak akan optimal. 2 prinsip dasar untuk meningkatkan mutu genetik ternak adalah dengan melakukan program pemuliaan melalui yaitu sistem seleksi dan perkawinan (selection and mating systems).

Seleksi ternak dapat menyebabkan perubahan keragaman genetik, tergantung dari cara seleksi yang digunakan. Seleksi pada ternak bertujuan untuk mengubah frekuensi gen dari suatu populasi ternak. Seleksi secara langsung mengakibatkan ragam genetik berkurang sampai tercapainya keadaan konstan pada generasi tertentu. Dengan seleksi terarah suatu sifat yang dikehendaki maka mutu genetik dapat ditingkatkan.


Manfaat Pemuliaan Ternak
Perkawinan silang/ persilangan merupakan jalan pintas untuk memperoleh individu-individu yang memiliki sejumlah sifat unggul yang dipunyai oleh kedua bangsa ternak tetuanya. Seperti diketahui, apa yang diharapkan dari persilangan adalah adanya efek heterosis dalam beberapa sifat produksi sehingga melebihi rataan kedua bangsa tetuanya. Metode kawin silang digunakan untuk memperoleh individu yang memiliki sifat produksi unggul dalam waktu yang singkat.

Perkawinan silang dapat meningkatkan produktivitas dan mutu genetik, namun membutuhkan biaya yang besar dan harus dilakukan secara bijak maupun terarah, karena dapat mengancam kemurniaan dari ternak asli. Oleh karena itu, upaya seleksi dapat dianggap sebagai pilihan yang baik dan rasional. Perbaikan mutu genetik biasanya bersifat permanen dan dapat diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

Jadi dengan adanya pemuliaan ternak ini akan menghasilkan bibit yang unggul, dapat meningkatkan produksi ternak, memperbaiki kualitas produk (telur, daging, bulu maupun lainnya), memperbaiki reproduksinya, menambah nilai ekonomis ternak, memperbaiki efisiensi dan konversi pakan yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan peternak.

Demikian artikel tentang tentang manfaat pemulian ternak. Semoga dapat bermnfaat bagi anda.
Read More

Pengertian Pemuliaan Ternak

Pengertian Pemuliaan Ternak - Kata Pemuliaan merupakan terjemahan bahasa Belanda, yaitu veredeling. Dalam bahasa Inggris adalah breeding. Pemuliaan meupakan aktivitas manusia dalam memelihara tanaman ataupun hewan untuk melindungi kemurnian galur ataupun ras serta memperbaiki produksi ataupun kualitasnya.

Pemuliaan ternak adalah cabang ilmu biologi, genetika terapan dan metode untuk peningkatan atau perbaikan dalam genetik ternak. Pemuliaan ternak diartikan sebagai suatu teknologi beternak yang digunakan untuk meningkatkan mutu genetik ternak. Mutu genetik adalah kemampuan warisan yang berasal dari tetua dan moyang suatu individu. Kemampuan ini dapat dimunculkan setelah bekerja sama dengan pengaruh faktor lingkungan dari tempat pemeliharaan ternak.

Pengertian Pemuliaan Ternak

Pemunculannya ini disebut performa atau dalam sehari-hari disebut sebagai produksi dan reproduksi ternak. contohnya adalah berat lahir, pertambahan berat badan, produksi susu, telur, daging, berat sapih dan jumlah anak sepelahiran. Kemampuan genetik ternak dapat disebut kemampuan bereproduksi dan berproduksi.

Prinsip dasar dalam pemuliaan ternak adalah mengajarkan bahwa kemampuan genetik di wariskan dari tetua ke anak, secara acak. Yang dapat diartikan bahwa tidak ada dua anak atau lebih yang memiliki kemampuan yang sama persis kecuali pada kasus monozygote identical twin (dua anak berasal dari satu sel telur). Kemampuan tersebut selanjutnya akan dimunculkan dalam bentuk produksi yang terukur di bawah faktor lingkungan tertentu.

Kemampuan genetik tadi secara sederhana dapat digambarkan sebagai lingkaran kecil yang terletak di dalam lingkaran yang lebih besar. Lingkaran yang lebih besar merupakan cerminan pemunculan kemampuan genetik di bawah lingkungan seluas daerah antara 2 lingkaran tersebut. Apabila lingkaran lingkungan kita perbesar pemunculan kemampuan genetik tidak akan dapat melampaui batas lingkaran besar. Hal ini disebabkan pemunculan kemampuan genetik itu ada batasnya, yang dikontrol oleh banyak faktor. Setiap individu memiliki gambaran lingkaran kecil dan besar yang berbeda. Kalau faktor kontrol tersebut tidak ada maka seekor kelinci akan dapat dibesarkan menjadi seekor sapi. Tidak demikian yang dimaksud dengan kemampuan genetik. Kalau lingkaran lingkarĂ n kita kecilkan, maka pemunculan kemampuan genetik akan ikut mengecil.

Pemuliaan ternak dapat ditinjau sebagai suatu metode, maka dalam mencapai tujuan memerlukan unsur-unsur pengamatan, percobaan, definisi, penggolongan, pengukuran, generalisasi, serta tindakan lainnya. Selanjutnya metode tersebut juga membutuhkan langkah-langkah penentuan masalah, perumusan hipotesis, pengumpulan data, penurunan kesimpulan dan pengujian hasil. Oleh karena itu pengembangan pemuliaan ternak memerlukan penelitian dan penerapan hasil penelitian yang berkelanjutan. Siapapun yang tertarik akan meningkatkan peranan dan pemanfaatan pemuliaan ternak harus mulai dengan mendalami dasar dan prinsip teori genetika terapan dan melanjutkan dengan penelitian serta penerapan hasil penelitiannya.
Read More

Friday, March 3, 2017

Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing. Kutil banyak ditemui pada semua ternak terutama sapi, kuda, domba, kambing, babi, anjing, maupun kucing. Kutil (Cutaneous papillomatosis) merupakan tumor kulit yang berbentuk seperti bunga kol, disebabkan oleh Bovine Papilomavirus (BPV) type BPV-1, BPV-2, dan BPV-5 yang termasuk dalam famili Papovaviridae. Pada ternak sapi umur muda, kutil dapat ditemui pada sekitar leher.

Kerugian Akibat Penyakit Kutil
Infeksi kutil dapat merusak kulit ternak hampir pada seluruh permukaan kulit. Kerugian ekonomis akibat penyakit kutil ini adalah performa ternak sapi atau kambing menjadi tidak maksimal karena pertumbuhan kutil dipermukaan tubuh. Hal ini secara tidak langsung akan menurunkan nilai jual ternak tersebut. Lama kelamaan akan terdapat ektoparasit dan infeksi bakteri yang akan menurunkan daya tahan tubuh ternak. Apabila ternak tidak segera diobati akan menimbulkan kematian.
Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Penularan Kutil
Penularan kutil ini dapat melalui kontak langsung, pakan, penggunaan jarum suntik yang berulang dan peralatan kandang yang terkontaminasi ternak penderita. Kutil timbul akibat infeksi virus masuk melalui lesi atau abrasi kulit. Lesi kulit dapat terjadi akibat tatto sekitar telinga untuk ear tag, sekitar hidung akibat luka pemasangan bull leads (tali hidung), dan lesi akibat terkena kawat berduri. Virus masuk ke dalam jaringan epidermis kemudian memperbanyak diri (bereplikasi) pada basal sel epitel. Replikasi virus menyebabkan pertumbuhan epitel berlebihan.

Gejala klinis
Gejala klinis yang ditimbulkan sangatlah jelas dengan adanya kutil pada permukaan kulit dari ternak yang terserang (Meuten, 2002). Permukaan tumor ini agak kasar, seperti bunga kol, dan tidak menimbulkan rasa nyeri (Soeharsono et. al., 2010).

Pengobatan Kutil Secara Medis
Penyebaran penyakit dapat dikurangi dengan isolasi ternak penderita. Kutil dapat di angkat melalui pembedahan atau melalui diikat dengan benang jahit dibagian dasarnya, tergantung dari jumlah, tipe, ukuran dan lokasinya (Champness dan Hamilton, 2007). Selain dengan pembedahan dan pengikatan, kutil dapat disembuhkan dengan pembuatan autovaksin yang di injeksikan secara subcutaneous di daerah dekat dengan kutil. Berkurangnya kutil terjadi kira-kira tiga minggu setelah vaksinasi dan dalam enam minggu kutil secara spontan hilang dengan menunjukkan total kesembuhan. Setelah pengobatan, kutil pada sapi ini tidak tumbuh lagi (Sreeparvathy et. al., 2011)

Sebaiknya apabila ternak penyakit kutil segera pisahan dengan ternak yang lain pada kandang isolasi dan panggil petugas kesehatan untuk mengobatinya.


Sumber:
Champness, D., Hamilton. 2007. Warts on Cattle See http://www.dpi.vic.au. Depatment of Enviroment and Primary, Victoria, Australia.
Meuten, D.J. 2002. Tumor in Domestic Animals.  4th Edition. A Blackwell Publishing Commpany. Iowa State Press.
Soeharsono, Syafriati, T. dan Naipospos, T.S.P. 2010. Atlas Penyakit Hewan di Indonesia. Udayana University Press.
Sreeparvathy, M., Harish, C., and Anuraj, K.S. 2011. Autogenous Vaccination as Treatment Method for Bovine Papillomatosis. India Journal of Livestock Science 2:38-40.
Read More

Wednesday, February 22, 2017

Karakteristik Kambing Kejobong

Kambing Kejobong adalah salah satu jenis kambing lokal yang ada di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah. Asal kambing kejobong ini belum diketahui secra pasti. Di duga Kambing ini merupakan hasil persilangan Kambing PE (Peranakan Ettawa) dengan kambing kacang. Kambing ini memiliki bentuk tubuh bulat disertai tingkat pertumbuhan relatif lebih cepat. Kambing kejobong dipilih oleh petani dan dipertahankan dari generasi ke generasi. Akhirnya, kambing ini memiliki warna dominan hitam. Oleh karena itu, kambing ini sering disebut sebagai kambing kejobong hitam.

Karakteristik Roman Nose kambing yang ada di Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalingga adalah berbentuk cembung (98,83 %). Hal tersebut menunjukkan bahwa kambing local Kejobong memiliki karakteristik profil muka seperti kambing PE.
Karakteristik Kambing Kejobong
Sumber: desakedarpanblog.wordpress.com
Di Purbalingga kambing ini banyak terdapat di wilayah Kecamatan Kejobong dan Kecamatan Pengadegan. Menurut Data yang di ambil Akhmad sodiq tahun 2009, Total populasi kambing kejobong di wilayah Kecamatan Kejobong sebanyak 15.317 ekor. Lokasi untuk peternakan kambing tersebar diseluruh desa (13 desa). Populasi kambing paling besar terdapat di Desa Langgar sebesar 3.280 ekor (21,41%), diikuti Nangkod sebanyak 1.575 (10,28%) dan Kedarpan sebanyak 1.425 ekor (9,30%).

Jika ditinjau dari aspek pemeliharaannya, kambing lokal seperti kambing khas Kejobong kebanyakan dipelihara dan dikembangbiakan secara tradisional dengan manajemen pemeliharaan yang sederhana sehingga kualitas produksinya sangat beragam. Pertumbuhan dan produksi karkas selain dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan juga dipengaruhi oleh bangsa ternak, besar kecilnya ukuran tubuh, umur ternak, bobot pada saat dipotong, juga kondisi tubuh tersebut.

Karakteristik Kambing Kejobong

Ukuran Tubuh
Ukuran Tubuh Kambing Kejobong
Ukuran-ukuran tubuh kambing lokal Kejobong secara umum lebih besar dibandingkan ukuran-ukuran tubuh kambing Kacang tetapi dibawah ukuran-ukuran tubuh kambing Peranakan Etawah (PE)

Pola Warna

Warna hitam adalah warna dominan pada kambing kejobong. Urutan warna kambing pada peternak kelompok yaitu hitam, hitam putih, coklat, hitam coklat, hitam putih coklat, putih coklat dan putih, sedangkan pada peternak individu adalah hitam, hitam putih, hitam coklat, coklat, hitam putih coklat, putih dan putih coklat. Warna yang unik pada kambing Kejobong adalah warna hitam dengan belang putih diperutnya warga kejobong menyebutnya dengan kambing kendik, menurut para peternak jenis kambing ini sangat disukai dan banyak dicari untuk kepentingan spiritual atau adat istiadat.

Bobot Lahir

Rata-rata bobot lahir untuk peternak kelompok mencapai 2,814 kg sedangkan untuk peternak individu hanya mencapai 2,335 kg terdapat selisih 0,479 kg, artinya pemeliharaan peternak kelompok dan individu lebih besar peternak kelompok. Hal ini dapat di pengaruhi oleh manajemen pemeliharaannya.

Bobot Sapih

Rata-rata bobot sapih untuk peternak kelompok mencapai 16,141 kg sedangkan untuk peternak individu hanya mencapai 14,080 kg terdapat selisih yang cukup signifikan yaitu 2,061 Kg, dari hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa peternak kelomok lebih baik dalam pola pemeliharaan kambing kejobong.

Daya Hidup 
Daya hidup atau survival rate pada peternak kelompok memiliki nilai rata-rata 92,00% sedangkan pada peternak individu 76,63% terdapat selisih 12,37%.


Sumber:
Agung Setiaji, Paulus Suparman, Hartoko. 2013. Produktivitas Dan Pola Warna Kambing Kejobong Yang Dipelihara Oleh Peternak Kelompok Dan Peternak Individu. Fakultas Peternakan Universitas Jendral Soedirman. Purwokerto. Banyumas. Jurnal Ilmiah Peternakan 1(3): 789-795.
Akhmad, S. 2009. Karakterisasi Sumberdaya Kambing Lokal Khas Kejobong di Kabupaten Purbalingga Propinsi Jawa Tengah. Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Agripet : Vol (9) No. 1: 31-37.
Read More

Saturday, February 11, 2017

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah

Inseminasi atau deposisi semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina merupakan salah satu langkah akhir dalam kegiatan inseminasi buatan. Pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina mamalia dilakukan dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan ternak betina tersebut dapat dibuahi oleh sperma sehingga ternak betina menjadi bunting dan melahirkan anak.

Inseminasi/ deposisi semen harus dilaksanakan pada saat yang tepat, yaitu pada saat ternak betina itu sedang dalam puncak berahi. Inseminasi/ deposisi semen pada ternak mamalia besar (sapi, kerbau) dilakukan dengan metode rectovaginal.

Semen yang diinseminasikan dapat dalam bentuk semen cair atau semen beku. Aplikator (alat untuk menyampaikan semen) atau insemination gun untuk semen cair berbeda dengan untuk semen beku.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah
Alat :
1. Werkpack.
2. Sepatu kandang (boot karet).
3. Insemination gun.
4. Gunting straw.
5. Sarung tangan plastik panjang.
6. Kandang kawin.
7. Tisu.

Bahan :

1. Ternak sapi betina yang sedang birahi.
2. Semen cair atau semen beku dalam kemasan straw.
3. Larutan kanji encer atau sabun mandi lunak.

Langkah Melakukan Inseminasi Bauatan Pada Ternak Sapi
Persiapan Petugas (Inseminator)
  1. Guntinglah kuku jari-jari tangan (terutama yang sebelah kiri) sampai pendek. Haluskan ujungnya menggunakan kikir.
  2. Yakinkan bahwa sapi betina yang sedang birahi tersebut tidak sedang bunting dan betul-betul berahi. Lihat catatan perkawinan ternak tersebut dan lihat pula tanda-tanda aksteriornya, terutama bagian vulvanya. Sapi betina yang sedang berahi vulvanya tampak membengkak, basah, berwarna merah, dan mengeluarkan lendir jernih kental. temperamennya agak gelisah tetapi tenang ketika tubuhnya diusap-usap.
Baca juga: Tanda-tanda birahi pada sapi
Pelaksanaan Inseminasi Buatan Pada Sapi
  1. Kenakan werkpack dan sepatu kandang.
  2. Tempatkan sapi betina yang sedang berahi pada kandang kawin. Ikat dengan baik. 
  3. Singsingkan lengan baju sebelah kiri, kenakan sarung tangan plastik. 
  4. Lumuri tangan kiri sampai batas sikut dengan larutan kanji encer atau busa sabun. 
  5. Hampiri sapi betina dari arah depan atau samping lalu sentuh/ tepuk bagian tubuhnya supaya ternak tersebut mengetahui keberadaan kita dan tidak kaget sewaktu kita mulai bekerja. 
  6. Berdiri menghadap bagian belakang sapi dari arah belakang dengan posisi menyerong ke sebelah kanan sekitar 30o – 45o dari poros tubuh sapi. Kaki kiri berada sekitar ¾ langkah di depan kaki kanan sehingga membentuk kuda-kuda yang kokoh tetapi luwes. 
  7. Tepuk-tepuk bagian bokong sapi (sedikit di bagian atas ekor) kiri dan kanan untuk melihat reaksi kaki belakang sapi tersebut. 
  8. Pegang pangkal ekor sapi dengan tangan kanan, bengkokan ke arah kiri. 
  9. Pertemukan kelima jari tangan kiri sehingga membentuk kerucut, kemudian masukkan ke dalam lubang anus (rektum) sapi sampai pergelangan tangan melewatinya. Apabila di dalam rongga rectum terdapat banyak kotoran, keluarkan. 
  10. Setelah merasa bahwa tangan kiri dapat leluasa berada di ruang rectum, arahkan telapak tangan kiri tersebut ke dasar rectum. Cari bagian saluran reproduksi yang berdinding tebal, yaitu cervix uteri. Tempatkan cervix uteri tersebut dalam genggaman telapak tangan kiri dengan jalan menyodokkan empat jari (telunjuk sampai kelingking) ke bawah cervix uteri. 
  11. Setelah cervix uteri teraba, telusuri saluran reproduksi bagian depannya, apakah tanduk uterus kiri dan kanan sama besar atau salah satu lebih besar dari yang lain. Apabila salah satu lebih besar dari yang lain, hewan tersebut kemungkinan sedang bunting dan jangan diinseminasi. Apabila kedua tanduk uterus sama besar, maka hewan tersebut tidak bunting dan perlu diinseminasi. 
  12. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan sarung tangan atau bersihkan taangan kiri tersebut dengan air. 
  13. Siapkan insemination gun. Lepaskan bagian penusuknya dari batang utama. Usap batang penusuk dan batang utama dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70%. Teteskan alkohol ke dalam lubang batang utama. Biarkan beberapa lama, lalu kibaskan agak kuat agar bagian dalam batang utama tersebut bebas dari alkohol. Teteskan larutan NaCl Fisiologis untuk menetralisir alkohol dalam lubang batang utama. 
  14. Masukkan batang penusuk ke dalam batang utama. Sisakan kira-kira sepanjang straw. 
  15. Buka penutup container nitrogen cair dan angkat satu canister. 
  16. Ambil satu straw menggunakan pinset dan segera kembalikan posisi canister. Kemudian tutup lagi container nitrogennya. 
  17. Rendam straw dalam air suam-suam kuku sambil digosok-gosok dengan kedua telapak tangan. Angkat dan keringkan menggunakan tisu. 
  18. Masukkan straw ke dalam lubang, dari ujung depan, batang utama insemination gun, sampai mentok. Gunting ujung straw pada batas kira-kira ½ cm dari ujung insemination gun. Tutup/ bungkus batang insemination gun dengan plastic sheet, dan kuatkan pertautannya menggunakan cincin yang sudah tersedia. Inseminasi siap dilakukan. 
  19. Gunakan kembali sarung tangan plastic untuk lengan kiri anda dan lumuri lagi dengan larutan kanji encer atau busa sabun, masukkan ke dalam rectum dan lakukan penggenggaman cervix uteri. Setelah cervix uteri tergenggam, masukkan insemination gun secara hati-hati ke dalam vagina sapi betina. Arahkan ujung insemination gun ke mulut saluran cervix. 
  20. Luruskan arah insemination gun melewati saluran cervix dengan bantuan tangan kiri menggerak-gerakan cervix dan tangan kanan mendorong insemination gun secara hati-hati sampai ujung insemination gun melewati seluruh panjang saluran cervix. Hentikan dorongan tangan kanan ketika ujung insemination gun sudah keluar dari servix uteri (memasuki corpus uteri) kira-kira 1-2 cm. 
  21. Curahkan semen perlahan-lahan dengan jalan mendorong batang penusuk insemination gun sampai habis. Pencurahan semen selesai. 
  22. Insemination gun ditarik keluar vagina dan tangan kiri melakukan sedikit pijatan pada corpus dan cervix uteri untuk merangsang gerakan saluran reproduksi sapi betina agar semen terdorong ke bagian depan saluran reproduksi betina. 
  23. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan plastic sheet dan straw kosong dari insemination gun, buang ke tempat sampah.
  24. Bersihkan insemination gun menggunakan kapas beralkohol. Cabut batang penusuknya, lalu tetekan alkohol ke dalam lubang batang utama. Simpan kembali ke tempatnya. 
  25. Catat dalam buku kerja inseminator kegiatan tersebut dan pada buku catatan reproduksi sapi betina yang bersangkutan. Informasi yang harus dicatat adalah :
    Tanggal pelaksanaan inseminasi, Nomor register ternak betina/ nama pemilik, Perkawinan ke berapa bagi ternak betina tersebut, Nomor pejantan dan kode produksi semen.
  26. Selesai.

Video cara melakukan inseminasi pada sapi
Itulah gambaran tentang cara melakukan inseminasi buatan pada ternak sapi. Apabila anda ingin melakukan inseminasi buatan sebaiknya anda perlu kursus terlebih dahulu pada lembaga-lembaga yang mengadakan tentang pelatihan menjadi inseminator. Apabila anda asal-asalan melakukannya dapat menyebabkan saluran reproduksi pada ternak sapi tersebut menjadi luka.

Berikut ini adala lembaga-lembaga yang mengadakan pelatihan menjadi inseminator:
1. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB Sigosari). Berada di Malang.
2. Balai Inseminasi Buatan Lembang (BIB Lembang). Berada di Bandung.
3. Balai Inseminasi Buatan Ungaran (BIB Ungaran). Berada di Semarang.
4. Ataupun Instansi Pendidikan yang kadang melakukan pelatihan. Biasanya UGM

Anda dapat mendapatkan informasi tentang kapan diadakannya serta biaya pelatihan tersebut pada website resmi masing-masing lembaga. Apabila dekat dengan rumah anda dapat bertanya langsung ke kantornya.
Read More

Friday, February 10, 2017

Tujuan Inbreeding Serta Keuntungan Dan Kerugian Pada Ternak

Persilangan secara inbreeding merupakan cara yang bertujuan untuk menemukan galur murni dalam keturunan sehingga pada dasarnya dilakukan berbagai cara untuk menemukan galur terbaik. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal inbreeding dilakukan dengan menyilangkan galur murni dari beberapa keturunan yang berkaitan antara beberapa generasi sehingga gen resesi yang letal yang terlihat tidak nampak. Cara ini akan menimbulkan bebrapa kekurangan dan kerungian.

Inbreeding adalah perkawinan antar ternak yang memiliki hubungan kekerabatan relatif lebih dekat dibandingkan dengan rataan hubungan kekerabatan dengan ternak-ternak lain dalam suatu populasi. Dengan kata lain, inbreeding adalah perkawinan antar ternak yang memiliki satu atau lebih nenek moyang bersama (common ancestor).


Tujuan Inbreeding Serta Keuntungan Dan Kerugian Pada Ternak
Inbreeding Pada Kuda
Inbreeding dalam pemuliaan ternak memang diperlukan untuk menemukan keunggulan genetik tetua terhadap anak-anaknya. Namun derajatnya perlu dibatasi jangan sampai dilakukan secara intensif terus menerus agar kerugian karena inbreeding tidak sempat muncul. Seperti pada sapi perah, koefisien inbreeding tidak boleh mencapai lebih dari 12%, karena apabila lebih dari 12% maka setiap kenaikan 1% akan menurunkan performa produksi dan reproduksi serta kesehatan sapi perah tersebut serta meningkatnya angka mortalitas.

Persilangan dengan cara inbreeding ini memiliki beberapa keuntungan maupun kerugian yang tentunya perlu diketahui. Dengan mengetahui hal-hal tersebut khususnya kerugiannya menjadikan kita lebih perlu untuk memperhitungkannya.

Berikut ini adalah keuntungan dari inbreeding:
  1. Membuat individu mirip.
    Inbreeding dapat menyebabkan ternak-ternak mirip satu sama lain,karena inbreeding dapat menurunkan tingkat heterozygotsitas didalam populasi. 
  2. Melestarikan sifat-sifat yang diinginkan.
    Apabila kita menyukai suatu sifat pada sekelompok ternak, sifat-sifat tersebut dapat dipertahankan dengan inbreeding. 
  3. Seleksi pada gen-gen yang tidak diinginkan.
    Inbreeding membuat individu-individu homozygot. Apabila terdapat letal gena dalam keadaan homozygot, maka akan tampak. Dengan demikian kita bisa melakukan seleksi terhadap ternak-ternak pembawa sifat tidak baik. 
  4. Merupakan metode yang paling bagus untuk membentuk strain murni dari kumpulan ternak yang tidak diketahui asal muasalnya. 
  5. Dihasilkan ternak sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.

Berikut ini adalah Kerugian inbreeding:
  1. Menurunnya jumlah pasangan gen yang heterosigot, dan meningkatnya jumlah pasangan gen yang homosigot.
  2. Meningkatkan frekuensi ternak yang bergenotipe homosigot resesif, atau mengumpulkan gen-gen yang kurang baik. Beberapa gen resesif bersifat letal yang ekspresinya akan muncul bila dalam kondisi homosigot resesif. 
  3. Tingkat inbreeding yang tinggi menyebabkan terjadinya “tekanan inbreeding” inbreeding depression) yang ditandai dengan munculnya ketidaknormalan fisik seperti tubuh kerdil, rahang tidak normal, dan lain-lain. 
  4. Menurunnya penampilan/ performa ternak.
    Pada ayam dapat membuat produksi telur menurun serta mortalitas meningkat. Pada sapi akan menyebabkan menurunya berat lahir, daya hidup, berat dan ukuran serta dapat menurunkan produksi susu dan lemak susu. Sedangkan pada domba dapat menyebabkan produksi wool (kualitas dan kuantitas) menurun.
Demikian artikel tentang tujuan dari inbreeding serta keuntungan dan kelebihannya. semoga dapat bermanfaat bagi anda.
Read More

Thursday, February 9, 2017

Tujuan dan Keuntungan Inseminasi Buatan Pada Ternak

Pengertian Inseminasi Buatan (IB) adalah usaha manusia (inseminator) dalam memasukkan sperma atau semen ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat inseminasi dengan tujuan agar ternak (Sapi, domba, kerbau dll) tersebut menjadi bunting. Dalam istilah ilmiahnya Inseminasi Buatan disebut Artificial Insemination (AI) dan Semen adalah mani yang berasal dari ternak pejantan unggul yang dipergunakan untuk kawin suntik atau inseminasi buatan.

Program IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan dan penentuan hasil inseminasi pada hewan/ ternak betina, bimbingan dan penyuluhan pada peternak. Dengan demikian pengertian IB menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan.

Tujuan dan Keuntungan Inseminasi Buatan Pada Ternak
Sumber gambar: vimeo.com

Tujuan Inseminasi Buatan
Tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan adalah:
1. Meningkatkan mutu ternak lokal.
2. Mempercepat peningkatan populasi ternak.
3. Menghemat penggunaan pejantan.
4. Mencegah adanya penularan penyakit kelamin akibat perkawinan alam.
5. Perkawinan silang antar berbagai bangsa/ ras dapat dilakukan.

Keuntungan Inseminasi Buatan

Dalam kegiatan kawin suntik atau IB pada ternak ini memberikan beberapa keuntungan/ manfaat antara lain adalah:
  1. Menghemat biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
  2. Menghewat waktu. Dimana untuk mengawinkan sapi, peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
  3. Dapat mengatur jarak beranak/ calving interval ternak dengan baik.
  4. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada ternak.
  5. Dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma/ semen dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi Semen beku ini masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan yang diambil semennya telah mati.
  6. Menghasilkan generasi baru anak bakalan penghasil daging yang berkualitas (ternak potong) dan meningkatklan produksi susu pada ternak perah betina.
  7. Perbaikan mutu genetik menjadi lebih cepat.
  8. Peternak dapat memilih jenis/ bangsa ternak yang diinginkan. Misalnya sapi Limousin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Brangus, FH, Bali dan lain-lain).
  9. Berat lahir lebih tinggi dari pada hasil kawin alam. Hal ini karena semen yang digunakan berasal dari pejantan-pejantan unggul.
  10. Kemungkian pertumbuhan berat badan anak lebih cepat. karena dihasilkan hasil perkawian dari pejantan unggul.

Pelaksanaan IB dikatakan berhasil apabila induk ternak yang dilakukan IB menjadi bunting. Masa bunting/ periode kebuntingan sapi (gestation periode) yaitu jangka waktu sejak terjadi pembuahan sperma terhadap sel telur sampai anak dilahirkan. Menurut Toelihere (1981) periode kebuntingan sapi berkisar 280 sampai dengan 285 hari. Setelah melahirkan disebut masa kosong sampai sapi yang bersangkutan bunting pada periode berikutnya.

Demikian artikel tentang tujuan dilakukan inseminasi buatan serta tujuan dan manfaatnya. Semoga dapat bermanfaat bagi anda.
Read More

Wednesday, February 8, 2017

Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Pada Ternak

Sifat kualitatif dan kuantitatif pada ternak serta beberapa perbedaanya. Dalam pemuliaan temak sendiri seorang peternak biasanya cenderung untuk merubah atau menentukan hal-hal yang terlihat seperti produktifitas ternak untuk ditingkatan. Untuk melakukan hal tersebut diperlukan informasi atau data mengenai sifat-sifat yang akan diturunkan oleh ternak atau sering disebut dengan sifat-sifat genetik misalnya saja seperti bobot badan ternak, produksi telur, warna bulu dan lain sebagainya.

Beberapa perbedaan sifat-sifat genetika tersebut mudah untuk dilihat, dibedakan dan dikelompokkan, misalnya saja ternak yang bertanduk dengan yang tidak bertanduk, warna kulit tubuh hitam ataupun merah dan sebagainya. Sifat-sifat seperti itu tadi dikenal sebagai sifat kualitatif dan dikontrol oleh sejumlah kecil gen. Sedangkan kebanyakan sifat-sifat produktif yang menjadi pengamatan oleh peternak adalah dikontrol oleh pasangan-pasangan gen dan termodifikasi oleh lingkungan yang dihadapi oleh ternak bersangkutan. Sifat-sifat produksi dikenal sebagai sifat kuantitatif dan tidak dapat dikelompokkan secara tegas misalnya saja produksi susu, daging dan bulu (wool).

Lebih sederhananya adalah bahwa sifat kuantitatif itu merupakan sifat yang dapat diukur, misalnya bobot badan, prouksi susu dan telur. Sifat ini dipengaruhi oleh banyak gena dan sangat dipengaruhi juga oleh lingkungan, seperti pakan dan tatalaksana pemeliharaan. Kebanyakan sifat yang mempunyai nilai ekonomis adalah sifat kuantitatif. Sedangkan sifat kualitatif merupakan sifat yang tidak dapat diukur, tapi bisa untuk dikelompokan.Misalnya saja warna bulu, bentuk tanduk. Sifat ini sedikit/ tidak dipengaruhi lingkungan dan biasanya dikontrol oleh satu atau dua pasang gena saja.
Sifat Kualitatif Dan Kuantitatif Pada Ternak
 Beberapa perbedaan (genetik) tampak jelas pada setiap individu dan dapat diklasifikasikan dalam klas diskrit. Misal saja warna kulit pada sapi. Karakteristik yang masuk dalam klas diskrit ini disebut karakteristik discontiriues atau kualitatif. Tidak semua karakteristik kualitatif jelas dapat dilihat, misal golongan darah. Untuk ini memerlukan bantuan teknik tertentu untuk dapat membedakan golongan darahnya. Karakteristik kualitatif kalau digunakan untuk mengelompokkan individu akan diperoleh klas diskrit. Misalnya untuk sapi Shorthorn, RR merah, Rr roan (merah campur putih) dan rr putih (tidak ada pigment). Untuk karakteristik tertentu, meskipun fenotipenya dapat diketahui, pengetahuan tersebut tidak dapat digunakan untuk spesifikasi individu ternak secara sempurna.

Berbeda halnya dengan karakteristik kualitatif, karakteristik yang ekonomis (kuantitatif) biasanya karakteristik yang tidak dapat dipakai untuk mengelompokkan individu ternak menjadi klas diskrit, tetapi dapat dalam klas contiriues. Misalnya produksi susu pada laktasi pertama berkisar dari 800 sampai 4000 liter. Berarti pada laktasi pertama tersebut ada kisaran variasi (perbedaan atau selisih) yang kontinyu.

Perbedaan Sifat Kualitatif dan Kuantitatif Pada Ternak
Perbedaan sifat kualitatif dan kuantitatif terletak pada aspek kajiannya mengenai sifat yang diatur oleh gena, yaitu sifat yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan (kualitatif) dan sifat yang dipengaruhi oleh lingkungan (kuantitatif). Secara garis besar perbedaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sifat kualitatif 
  • Sifat yang dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok dan pengelompokkan itu berbeda jelas satu sama lainnya.
  • Tampak dari luar dan tidak dapat diukur. 
  • Cacat genetik lebih bersifat kualitatif. 
  • Seleksi bibit hanya sedikit bersifat kualitatif. 
  • Diatur oleh satu atau beberapa pasang gena. 
  • Dikontrol sepenuhnya oleh gen. 
  • Tidak mempunyai nilai ekonomis.
Contoh sifat kualitatif adalah warna bulu/ rambut, sapi bertanduk dan tidak bertanduk.

2. Sifat kuantitatif 

  • Tidak dapat dikelompokkan dengan jelas/ tegas.
  • Dapat diukur dan kontinyu 
  • Cacat genetik bukan sifat kuantitatif 
  • Seleksi bibit banyak ditujukan pada sifat-sifat kuantitatif. 
  • Diatur oleh banyak pasang gena.
  • Lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
  • Mempunyai nilai ekonomis tinggi
Contoh sifat kuantitatif adalah produksi susu, pertambahan bobot badan, kadar lemak.

Demikian artikel tentang Sifat kualitatif dan kuantitatif pada ternak serta contoh beberapa perbedaanya. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan anda.
Read More

Tuesday, February 7, 2017

Standar dan Cara menghitung FCR Ayam Broiler

Feed Convertion Ratio (FCR) merupakan perbandingan antara jumlah pakan yang digunakan dengan jumlah bobot ayam broiler yang dihasilkan. Semakin kecil nilai FCR menunjukkan kondisi usaha ternak ayam broiler semakin baik. Nilai konversi pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain genetik, tipe pakan yang digunakan, feed additive yang digunakan dalam pakan, manajemen pemeliharaan, dan suhu lingkungan. Jumlah pakan yang digunakan mempengaruhi perhitungan konversi ransum atau Feed Converstion Ratio (FCR).

FCR merupakan perbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertumbuhan berat badan. Angka konversi ransum yang kecil berarti jumlah ransum yang digunakan untuk menghasilkan satu kilogram daging semakin sedikit. Semakin tinggi konversi ransum berarti semakin boros ransum yang digunakan. Lacy dan Vest (2000) menyatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi konversi pakan adalah genetik, ventilasi, sanitasi, kulitas pakan, jenis pakan, penggunaan zat aditif, kualitas air, penyakit dan pengobatan serta manajemen pemeliharaan, selain itu meliputi faktor penerangan, pemberian pakan, dan factor sosial.
  
Standar FCR Ayam Broiler
Breeder biasanya sudah menyertakan standar FCR tiap minggu dalam buku panduannya agar peternak bisa terus memantau FCR ayamnya tiap minggu. Nilai FCR yang sama atau lebih kecil dibandingkan standar, menandakan terjadinya efisiensi pakan yang didukung dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Namun jika nilai FCR lebih besar dibandingkan standar maka mengindikasikan terjadi pemborosan pakan sebagai akibat tidak maksimalnya manfaat pakan terhadap pertambahan bobot badan ayam.

Standar dan Cara menghitung FCR Ayam Broiler
Konversi pakan ayam broiler strain CP 707 yang dipelihara pada suhu nyaman pada umur lima minggu adalah 1,62. Penelitian Santoso (2002) menunjukan bahwa konversi pakan pada ayam broiler selama lima minggu pada kandang litter sebesar 1,6. Menurut Lesson (2000), semakin dewasa ayam maka nilai konversipakan akan semakin besar.
Baca juga: Cara Beternak Ayam Broiler Yang Baik Untuk Pemula
Rumus menghitung FCR ialah :
FCR = Jumlah pakan yang dikonsumsi (kg)
Berat badan yang dihasilkan (kg) (Bobot Panen-Bobot DOC)
Contoh perhitungan :
Diketahui populasi ayam broiler sebanyak 2000 ekor (Anggap aja tidak ada kematian), menghasilkan bobot rata-rata 1,3 kg, dengan penggunaan pakan sebanyak 80 sak, maka nilai FCR-nya adalah :
Diketahui ,
Populasi = 2000 ekor
Berat badan Ayam yang dihasilkan = 1,3
Banyaknya Pakan = 80 sak (1 sak = 50 kg) = 4000 kg

Ditanyakan,
Berapa FCR-nya?

Penyelesaian,
Berat total ayam yang dipanen = 2000 X 1,3 = 2600 kg
Feed Convertion Ratio (FCR) = 4000 / 2600 = 1,54

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai FCR
Dikutip dari www.ca.uky.edu bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja broiler (FCR) antara lain : (a) suhu kandang, (b) kualitas litter, (c) kelebihan pakan dan kekurangan pakan, (d) penyakit dan keatian, dan (e) faktor manusia. Abror acres (2011), menambahkan bahwa FCR juga dipengaruhi oleh : (a) manajemen Hatchery, (b) manajemen on farm (bibit, pakan dan sistem pemberian pakan, air dan pengelolaan sistem air, temperatur, ventilasi). (c) factor gizi (tekstur pakan, program pakan, formulasi pakan dan manufaktur), (d) kematian dan penyakit, (e). biosecurity, dan (f) pra-penangkapan.

Ayam yang semakin besar akan makan lebih banyak untuk menjaga ukuran berat badan. Sebesar 80% protein digunakan untuk menjaga berat badan dan 20% untuk pertumbuhan sehingga efisiensi pakan menjadi berkurang. Bila nilai konversi pakan sudah jauh di atas angka dua, maka pemeliharaannya sudah kurang menguntungkan lagi. Oleh karena itu, ayam broiler biasanya dipasarkan maksimal pada umur enam minggu.
Read More

Sunday, January 29, 2017

Manfaat Dan Kandungan Air Rebusan Kedelai Untuk Ternak

Manfaat serta cara fermentasi air rebusan kedelai untuk diberikan pada ternak. Dalam pemberian pakan ternak ruminansia seperti kambing dan sapi umumnya pakann basal yang diberikan berupa rumput segar / rumput lapang rumput gajah atau jerami padi, sedangkan untuk pakan tambahannya bisa menggunakan bekatul, ampas tahu, limbah dari proses pembuatan tempe berupa kulit ari dan air rebusan kedelai.

Saat dalam pembuatan tempe akan menghasilkan produk samping dari sisa proses perendaman kedelai dan perebusan kedelai. Produk samping yang dihasilkan berupa kulit ari kedelai dan dari proses perebusan berupa air rebusan kedelai. Produk samping yang dihasilkan dimanfaatkan oleh peternak disekitar pabrik untuk campuran pakan dan minum ternaknya.

Limbah industri tempe berupa whey (air rebusan kedelai) dan kulit ari (kulit kedelai), limbah tersebut mengandung protein yang cukup tinggi untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan, hal ini sesuai pendapat M. Gempur Adnan (2006:3), limbah tempe mengandung protein cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan. Namun jika limbah industri tempe tidak diolah dan dibuang langsung ke parit atau ke sungai, maka dapat menurunkan kualitas air sungai.

Manfaat Dan Kandungan Air Rebusan Kedelai Untuk Ternak

Seperti dikutip dari cendananews.com Usaha tempe milik Walijo, warga desa Sumberharjo, Sleman, Yogyakarta. Air limbah rebusan kedelai sebagai bahan baku tempenya justru dimanfaatkan warga sekitar untuk pakan ternak sapi dan kambing. Bahkan, juga untuk air minum unggas. Air bekas rebusan kedelai memiliki kandungan protein yang bagus untuk asupan gizi hewan ternak.

Sudah sejak lama warga tetangganya memanfaatkan air limbah rebusan kedelainya untuk campuran pakan ternak. Bahkan juga digunakan untuk air minum unggas seperti itik dan dialirkan ke kolam atau keramba budidaya ikan nila, bawal dan tombro.

Air bekas rebusan kedelai itu dicampur dengan bekatul atau polar, sangat bagus untuk penggemukan sapi," katanya, sembari mengimbuhkan jika telah sejak 10-an tahun ini warga tetangganya memanfaatkan air limbah rebusan kedelainya.

Untuk data kandungan nutrient dari limbah air rebusan kedelai ini saya belum mendapatkannya. Masih jarang orang yang melakukan penelitian tentang limbah air ini untuk ternak. Umumnya yang di lakukan penelitian cuma kulit arinya saja.

Sedangkan untuk cara fermentasi air rebusan kedelai ini seperti yang saya kutip di distributorproduknasa.com adalah:

Bahan-bahan yang disiapkan:
50 liter air rebusan kedelai
1kg gula jawa
500 cc tangguh probiotik
500 cc viterna
1sdm garam
500 cc tetes.

Cara membuat:
  1. Siapkan air rebusan kedelai dalam tong
  2. Rebus gula jawa, kemudian dinginkan.
  3. Masukkan atau campur viterna, tetes tebu ,rebusan gula jawa, tangguh probiotik dan garam, aduk sampai rata.
  4. Tutup rapat tong tadi kemudian diamkan selama 7 hari agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Setelah itu dibuka,hasilnya akan wangi. Air fermentasi ini dapat digunakan untuk air minum unggas ataupun ternak ruminansia.
Demikian artikel tentang manfaat dan cara fermentasi air rebusan kedelai. semoga bermanfaat
Read More