page hit counter -->

KARAKTERISTIK RUMPUT KOLONJONO

Rumput kolonjono memiliki nama lain Brachiaria mutica, Panicum muticum, Para grass, dan Buffalo grass. Rumput kolonjono berasal dari Afrika dan Amerika Selatan tropik, sekarang rumput ini tersebar sebagai makanan ternak didaerah tropik basah dan sub tropik. Rumput tumbuh paling baik pada tanah yang basah dan tahan terhadap genangan air, tetapi tumbuhnya terhambat pada musim kemarau. Rumput kolonjono dipergunakan sebagai rumput potongan untuk makanan ternak, hay atau disenggut ternak dan penggembalaan harus dilakukan secara rotasi, karena tidak taham penggembalaan berat. Rumput dapat dipotong tiap 6-8 minggu (Reksohadiprojo, 1985).

Rumput kolonjono tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian tidak  lebih dari 1200 m dpl. dengan curah hujan tahunan 1000 mm. Rumput kolonjono sering tumbuh di sepanjang aliran sungai. Peternak biasanya menanam rumput kolonjono ditanam dipinggiran ladang atau sawah. Untuk peternakan dengan skala besar, rumpu ini ditanam pada lahan penanaman yang luas dan dibuat rotasi. Maksudnya berotasi adalah Penanaman dan pemotongan di setiap petak lahan dilakukan bergantian agar ketersedian rumput dapat secara terus menerus. Penanamannya bisa dengan stek kemudian ditanam dalam lokasi yang sudah digemburkan dengan pacul. Setelah ditanam bila kebetulan musim penghujan maka tinggal memupuk dengan pupuk kandang atau pupuk urea dan menyiangi dari gulma. Untuk saat musim kemarau tanaman ini harus disiram. Setelah berumur sekitar 2 bulan rumput siap dipotong. Pemotongan dilakukan sekitar 5cm dari tanah apabila terlalu panjang maka pertumbuhan rumput ini jelek dan akan menyusahkan pemotongan berikutnya.
Nilai gizi rumput ini cukup tinggi dan diakui para peternak sebagai makanan ternak yang baik, bila rumput masih muda dan remah batangnya yang masih muda dapat dijadikan rumput kering atau silase (Rismunandar, 1986). Kandungan nutrisi rumput kolonjono yaitu BK 8,59%, PK 1,31%, LK 43,41%, SK 12,80%, BETN 33,89% (Lubis, 1992).

Sumber:
Lubis, D.A.. 1992. Ilmu Makanan Ternak. Penerbit. PT. Pengembangan Jakarta.
Reksohadiprojo, S. 1985. Produksi Tanaman Hijauan Makana Ternak Tropik. BPFE, Yogyakarta.
Rismunandar. 1986. Mendayagunakan Tanaman Rumput. Penerbit Sinar Baru, Bandung.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel