Tuesday, February 7, 2017

Standar dan Cara menghitung FCR Ayam Broiler

Feed Convertion Ratio (FCR) merupakan perbandingan antara jumlah pakan yang digunakan dengan jumlah bobot ayam broiler yang dihasilkan. Semakin kecil nilai FCR menunjukkan kondisi usaha ternak ayam broiler semakin baik. Nilai konversi pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain genetik, tipe pakan yang digunakan, feed additive yang digunakan dalam pakan, manajemen pemeliharaan, dan suhu lingkungan. Jumlah pakan yang digunakan mempengaruhi perhitungan konversi ransum atau Feed Converstion Ratio (FCR).

FCR merupakan perbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertumbuhan berat badan. Angka konversi ransum yang kecil berarti jumlah ransum yang digunakan untuk menghasilkan satu kilogram daging semakin sedikit. Semakin tinggi konversi ransum berarti semakin boros ransum yang digunakan. Lacy dan Vest (2000) menyatakan bahwa faktor utama yang mempengaruhi konversi pakan adalah genetik, ventilasi, sanitasi, kulitas pakan, jenis pakan, penggunaan zat aditif, kualitas air, penyakit dan pengobatan serta manajemen pemeliharaan, selain itu meliputi faktor penerangan, pemberian pakan, dan factor sosial.
  
Standar FCR Ayam Broiler
Breeder biasanya sudah menyertakan standar FCR tiap minggu dalam buku panduannya agar peternak bisa terus memantau FCR ayamnya tiap minggu. Nilai FCR yang sama atau lebih kecil dibandingkan standar, menandakan terjadinya efisiensi pakan yang didukung dengan tata laksana pemeliharaan yang baik. Namun jika nilai FCR lebih besar dibandingkan standar maka mengindikasikan terjadi pemborosan pakan sebagai akibat tidak maksimalnya manfaat pakan terhadap pertambahan bobot badan ayam.

Standar dan Cara menghitung FCR Ayam Broiler
Konversi pakan ayam broiler strain CP 707 yang dipelihara pada suhu nyaman pada umur lima minggu adalah 1,62. Penelitian Santoso (2002) menunjukan bahwa konversi pakan pada ayam broiler selama lima minggu pada kandang litter sebesar 1,6. Menurut Lesson (2000), semakin dewasa ayam maka nilai konversipakan akan semakin besar.
Baca juga: Cara Beternak Ayam Broiler Yang Baik Untuk Pemula
Rumus menghitung FCR ialah :
FCR = Jumlah pakan yang dikonsumsi (kg)
Berat badan yang dihasilkan (kg) (Bobot Panen-Bobot DOC)
Contoh perhitungan :
Diketahui populasi ayam broiler sebanyak 2000 ekor (Anggap aja tidak ada kematian), menghasilkan bobot rata-rata 1,3 kg, dengan penggunaan pakan sebanyak 80 sak, maka nilai FCR-nya adalah :
Diketahui ,
Populasi = 2000 ekor
Berat badan Ayam yang dihasilkan = 1,3
Banyaknya Pakan = 80 sak (1 sak = 50 kg) = 4000 kg

Ditanyakan,
Berapa FCR-nya?

Penyelesaian,
Berat total ayam yang dipanen = 2000 X 1,3 = 2600 kg
Feed Convertion Ratio (FCR) = 4000 / 2600 = 1,54

Faktor Yang Mempengaruhi Nilai FCR
Dikutip dari www.ca.uky.edu bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja broiler (FCR) antara lain : (a) suhu kandang, (b) kualitas litter, (c) kelebihan pakan dan kekurangan pakan, (d) penyakit dan keatian, dan (e) faktor manusia. Abror acres (2011), menambahkan bahwa FCR juga dipengaruhi oleh : (a) manajemen Hatchery, (b) manajemen on farm (bibit, pakan dan sistem pemberian pakan, air dan pengelolaan sistem air, temperatur, ventilasi). (c) factor gizi (tekstur pakan, program pakan, formulasi pakan dan manufaktur), (d) kematian dan penyakit, (e). biosecurity, dan (f) pra-penangkapan.

Ayam yang semakin besar akan makan lebih banyak untuk menjaga ukuran berat badan. Sebesar 80% protein digunakan untuk menjaga berat badan dan 20% untuk pertumbuhan sehingga efisiensi pakan menjadi berkurang. Bila nilai konversi pakan sudah jauh di atas angka dua, maka pemeliharaannya sudah kurang menguntungkan lagi. Oleh karena itu, ayam broiler biasanya dipasarkan maksimal pada umur enam minggu.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon