Thursday, March 24, 2016

Pemanfaatan Ternak Puyuh Afkir

Ternak burung puyuh yang sudah afkir adalah burung puyuh betina yang sudah tidak produktif lagi dalam menghasilkan telur, apabila dipakasakan dipelihara akan membuat rugi peternak, karena pakan biaya pemeliharaan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Burung puyuh afkir juga bisa dari ternak puyuh hasil sortiran karena cacat ataupun lainnya. Puyuh biasanya memasuki masa afkir setelah berumur 1 - 1,5 tahun masa bertelur. Setelah itu, produksi telur tidak sebagus dan sebanyak ketika burung puyuh masih berumur 8-9 bulanan. Hal ini dikarenakan fungsi organ reproduksi maupun organ yang lain di dalam tubuh puyuh sudah mulai menurun.

Ternak puyuh yang sudah afkir masih dapat dimanfaatkan, dapat dijual lagi dan hasil dari penjualan ternak puyuh tadi bisa digunakan untuk membeli bibit puyuh baru atau digunakan untuk membeli pakan. Sehingga akan terjadi perputaran uang dalam menjalankan ternak burung puyuh.
Daging puyuh umumnya diambil dari puyuh yang sudah afkir yaitu puyuh betina yang kemampuannya dalam menghasilkan telur sudah menurun atau burung jantan yang tidak terpilih sebagai pejantan. Sebagian besar puyuh jantan sengaja diafkir karena bila diternakan hanya akan menghabiskan pakan yang tentunya akan memperbesar biaya pemeliharaan.

Daging burung puyuh afkir memiliki nilai gizi protein yang tinggi 21.1% dan kadar lemak yang rendah 7.70%. Konsumsi daging dapat berasal dari burung puyuh afkir. Burung puyuh afkir adalah puyuh jantan dan puyuh betina yang tidak berproduksi lagi pada umur 12 bulan atau pada saat berumur 1,5 tahun, sehingga dari segi ekonomi bila terus dipelihara tidak memberikan keuntungan bagi peternak bila dipelihara terus menerus.

Pemanfaatan Ternak Puyuh Afkir
Usaha yang mengarah pada produk puyuh pedaging biasanya hanya merupakan bagian dari sebuah siklus pemeliharaan dalam 1 flok usaha ternak ataupun dari satu tahun pemeliharaan. Jumlah populasi puyuh pedaging biasanya berasal dari puyuh jantan terutama hasil penetasan atau seleksi bibit (DOQ) yang dibesarkan, bisa juga dari puyuh afkir atau puyuh-puyuh yang secara berkala mengalami penyortiran produktivitas maupun tingkat kesehatannya (Anugrah et al, 2009)

Puyuh afkir dapat dijual dengan harga yang masih tinggi sebagai ternak potong yang di ambil dagingnya dan mudah dipasarkan. pembeli puyuh ini berasal dari restoran, warung makan ataupun angkringan. Banyak yang menyukai daging puyuh, karena memiliki nilai gizi yang tinggi dan rasanya gurih.

Permintaan daging puyuh juga tinggi, padahal permintaan daging hanya dilayani para peternak dengan puyuh afkir. Penjualan daging puyuh bagi peternak hanya merupakan hasil sampingan sehingga sampai saat ini permintaan pasar akan daging puyuh belum dapat terpenuhi secara maksimal.

Semoga pembahasan tentang ternak puyuh afkir ini bermanfaat bagi kita semua khususnya para peternak puyuh.

Sumber:
Anugrah I.S., Sadikin, I., dan Sejati, W.K. 2009. Kebijakan kelembagaan usaha unggas tradisional sebagai sumber ekonomi rumah tangga perdesaan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. Vol. 7.