Saturday, February 11, 2017

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah

Inseminasi atau deposisi semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina merupakan salah satu langkah akhir dalam kegiatan inseminasi buatan. Pencurahan semen ke dalam saluran reproduksi ternak betina mamalia dilakukan dengan maksud agar sel telur yang diovulasikan ternak betina tersebut dapat dibuahi oleh sperma sehingga ternak betina menjadi bunting dan melahirkan anak.

Inseminasi/ deposisi semen harus dilaksanakan pada saat yang tepat, yaitu pada saat ternak betina itu sedang dalam puncak berahi. Inseminasi/ deposisi semen pada ternak mamalia besar (sapi, kerbau) dilakukan dengan metode rectovaginal.

Semen yang diinseminasikan dapat dalam bentuk semen cair atau semen beku. Aplikator (alat untuk menyampaikan semen) atau insemination gun untuk semen cair berbeda dengan untuk semen beku.

Cara Melakukan Inseminasi Buatan Pada Sapi Dengan Mudah
Alat :
1. Werkpack.
2. Sepatu kandang (boot karet).
3. Insemination gun.
4. Gunting straw.
5. Sarung tangan plastik panjang.
6. Kandang kawin.
7. Tisu.

Bahan :

1. Ternak sapi betina yang sedang birahi.
2. Semen cair atau semen beku dalam kemasan straw.
3. Larutan kanji encer atau sabun mandi lunak.

Langkah Melakukan Inseminasi Bauatan Pada Ternak Sapi
Persiapan Petugas (Inseminator)
  1. Guntinglah kuku jari-jari tangan (terutama yang sebelah kiri) sampai pendek. Haluskan ujungnya menggunakan kikir.
  2. Yakinkan bahwa sapi betina yang sedang birahi tersebut tidak sedang bunting dan betul-betul berahi. Lihat catatan perkawinan ternak tersebut dan lihat pula tanda-tanda aksteriornya, terutama bagian vulvanya. Sapi betina yang sedang berahi vulvanya tampak membengkak, basah, berwarna merah, dan mengeluarkan lendir jernih kental. temperamennya agak gelisah tetapi tenang ketika tubuhnya diusap-usap.
Baca juga: Tanda-tanda birahi pada sapi
Pelaksanaan Inseminasi Buatan Pada Sapi
  1. Kenakan werkpack dan sepatu kandang.
  2. Tempatkan sapi betina yang sedang berahi pada kandang kawin. Ikat dengan baik. 
  3. Singsingkan lengan baju sebelah kiri, kenakan sarung tangan plastik. 
  4. Lumuri tangan kiri sampai batas sikut dengan larutan kanji encer atau busa sabun. 
  5. Hampiri sapi betina dari arah depan atau samping lalu sentuh/ tepuk bagian tubuhnya supaya ternak tersebut mengetahui keberadaan kita dan tidak kaget sewaktu kita mulai bekerja. 
  6. Berdiri menghadap bagian belakang sapi dari arah belakang dengan posisi menyerong ke sebelah kanan sekitar 30o – 45o dari poros tubuh sapi. Kaki kiri berada sekitar ¾ langkah di depan kaki kanan sehingga membentuk kuda-kuda yang kokoh tetapi luwes. 
  7. Tepuk-tepuk bagian bokong sapi (sedikit di bagian atas ekor) kiri dan kanan untuk melihat reaksi kaki belakang sapi tersebut. 
  8. Pegang pangkal ekor sapi dengan tangan kanan, bengkokan ke arah kiri. 
  9. Pertemukan kelima jari tangan kiri sehingga membentuk kerucut, kemudian masukkan ke dalam lubang anus (rektum) sapi sampai pergelangan tangan melewatinya. Apabila di dalam rongga rectum terdapat banyak kotoran, keluarkan. 
  10. Setelah merasa bahwa tangan kiri dapat leluasa berada di ruang rectum, arahkan telapak tangan kiri tersebut ke dasar rectum. Cari bagian saluran reproduksi yang berdinding tebal, yaitu cervix uteri. Tempatkan cervix uteri tersebut dalam genggaman telapak tangan kiri dengan jalan menyodokkan empat jari (telunjuk sampai kelingking) ke bawah cervix uteri. 
  11. Setelah cervix uteri teraba, telusuri saluran reproduksi bagian depannya, apakah tanduk uterus kiri dan kanan sama besar atau salah satu lebih besar dari yang lain. Apabila salah satu lebih besar dari yang lain, hewan tersebut kemungkinan sedang bunting dan jangan diinseminasi. Apabila kedua tanduk uterus sama besar, maka hewan tersebut tidak bunting dan perlu diinseminasi. 
  12. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan sarung tangan atau bersihkan taangan kiri tersebut dengan air. 
  13. Siapkan insemination gun. Lepaskan bagian penusuknya dari batang utama. Usap batang penusuk dan batang utama dengan kapas yang telah dibasahi alkohol 70%. Teteskan alkohol ke dalam lubang batang utama. Biarkan beberapa lama, lalu kibaskan agak kuat agar bagian dalam batang utama tersebut bebas dari alkohol. Teteskan larutan NaCl Fisiologis untuk menetralisir alkohol dalam lubang batang utama. 
  14. Masukkan batang penusuk ke dalam batang utama. Sisakan kira-kira sepanjang straw. 
  15. Buka penutup container nitrogen cair dan angkat satu canister. 
  16. Ambil satu straw menggunakan pinset dan segera kembalikan posisi canister. Kemudian tutup lagi container nitrogennya. 
  17. Rendam straw dalam air suam-suam kuku sambil digosok-gosok dengan kedua telapak tangan. Angkat dan keringkan menggunakan tisu. 
  18. Masukkan straw ke dalam lubang, dari ujung depan, batang utama insemination gun, sampai mentok. Gunting ujung straw pada batas kira-kira ½ cm dari ujung insemination gun. Tutup/ bungkus batang insemination gun dengan plastic sheet, dan kuatkan pertautannya menggunakan cincin yang sudah tersedia. Inseminasi siap dilakukan. 
  19. Gunakan kembali sarung tangan plastic untuk lengan kiri anda dan lumuri lagi dengan larutan kanji encer atau busa sabun, masukkan ke dalam rectum dan lakukan penggenggaman cervix uteri. Setelah cervix uteri tergenggam, masukkan insemination gun secara hati-hati ke dalam vagina sapi betina. Arahkan ujung insemination gun ke mulut saluran cervix. 
  20. Luruskan arah insemination gun melewati saluran cervix dengan bantuan tangan kiri menggerak-gerakan cervix dan tangan kanan mendorong insemination gun secara hati-hati sampai ujung insemination gun melewati seluruh panjang saluran cervix. Hentikan dorongan tangan kanan ketika ujung insemination gun sudah keluar dari servix uteri (memasuki corpus uteri) kira-kira 1-2 cm. 
  21. Curahkan semen perlahan-lahan dengan jalan mendorong batang penusuk insemination gun sampai habis. Pencurahan semen selesai. 
  22. Insemination gun ditarik keluar vagina dan tangan kiri melakukan sedikit pijatan pada corpus dan cervix uteri untuk merangsang gerakan saluran reproduksi sapi betina agar semen terdorong ke bagian depan saluran reproduksi betina. 
  23. Keluarkan tangan kiri dari dalam rectum. Lepaskan plastic sheet dan straw kosong dari insemination gun, buang ke tempat sampah.
  24. Bersihkan insemination gun menggunakan kapas beralkohol. Cabut batang penusuknya, lalu tetekan alkohol ke dalam lubang batang utama. Simpan kembali ke tempatnya. 
  25. Catat dalam buku kerja inseminator kegiatan tersebut dan pada buku catatan reproduksi sapi betina yang bersangkutan. Informasi yang harus dicatat adalah :
    Tanggal pelaksanaan inseminasi, Nomor register ternak betina/ nama pemilik, Perkawinan ke berapa bagi ternak betina tersebut, Nomor pejantan dan kode produksi semen.
  26. Selesai.

Video cara melakukan inseminasi pada sapi
Itulah gambaran tentang cara melakukan inseminasi buatan pada ternak sapi. Apabila anda ingin melakukan inseminasi buatan sebaiknya anda perlu kursus terlebih dahulu pada lembaga-lembaga yang mengadakan tentang pelatihan menjadi inseminator. Apabila anda asal-asalan melakukannya dapat menyebabkan saluran reproduksi pada ternak sapi tersebut menjadi luka.

Berikut ini adala lembaga-lembaga yang mengadakan pelatihan menjadi inseminator:
1. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB Sigosari). Berada di Malang.
2. Balai Inseminasi Buatan Lembang (BIB Lembang). Berada di Bandung.
3. Balai Inseminasi Buatan Ungaran (BIB Ungaran). Berada di Semarang.
4. Ataupun Instansi Pendidikan yang kadang melakukan pelatihan. Biasanya UGM

Anda dapat mendapatkan informasi tentang kapan diadakannya serta biaya pelatihan tersebut pada website resmi masing-masing lembaga. Apabila dekat dengan rumah anda dapat bertanya langsung ke kantornya.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon