Friday, May 6, 2016

Manfaat Kulit Ari Kedelai Sebagai Pakan Ternak

Kulit ari kedelai merupakan limbah industri hasil pembuatan tempe yang diperoleh setelah melalui proses perebusan dan perendaman kacang kedelai. Setelah melalui kedua proses ini kulit ari dipisahkan dengan dengan melakukan penginjakan atau dengan mesin pembelah biji sekaligus pemisah kulit, kemudian kulit biji akan mengapung dan dibuang begitu saja. Kulit ari kedelai ini masih sangat potensial dimanfaatkan sebagai pakan ternak mengingat kandungan protein dan energinya yang cukup tinggi. Bahwa kulit ari biji kedelai ini mengandung protein kasar 17,98 %, lemak kasar 5,5 %, serat kasar 24,84 % dan energy metabolis 2898 kkal/kg.

Manfaat Kulit Ari Kedelai Sebagai Pakan Ternak
Kulit ari kedelai dapat diberikan langsung kepada ternak ruminansia seperti kambing maupun sapi dalam bentuk komboran. Pemberian kepada ternak ruminansia biasanya tidak perlu melakukan adaptasi karena kulit ari kedelai mempunyai palatabilitas tiggi. Tapi perlu diwaspadai pemberian langsung tanpa adanya tahapan bisa menyebabkan ternak menjadi kembung atau bloat. Karena pemberian dalam bentuk komboran mempunyai kadar air yang tinggi.

Kandungan Nutrisi Kulit Ari Kedelai
Kandungan Nutrisi Kulit Ari Kedelai

Untuk Pakan Ternak Ruminansia
Dalam penelitiannya Hardianto (2006) dengan judul Penggemukan Domba Ekor Tipis Dengan Pemberian Pakan Kulit Ari Kacang Kedelai (Ampas Tempe) Dan Rumput Lapang menyimpulkan bahwa Pemberian pakan tambahan kulit ari kacang kedelai pada taraf 100% dalam bahan kering ransum memberikan hasil terbaik pada penggemukan Domba Ekor Tipis selama 8 minggu. Pada taraf tersebut menghasilkan pertambahan bobot tubuh yang lebih tinggi (6,86 kg) dengan konversi pakan yang lebih rendah (4,05) serta menghasilkan keuntungan yang lebih besar (Rp. 92.053,1.-).

Untuk Pakan Ternak Unggas
Kulit ari juga bisa digunakan untuk pakan ternak unggas seperti ayam ataupun burung puyuh. Mengingat bahwa unggas hanya mampu sedikit sekalai mencerna serat kasar. Serat kasar merupakan komponen bahan pakan yang sulit dicerna oleh unggas. Keberadaan fraksi ini akan Mempengaruhi kecernaan dan penyerapan zat-zat makanan lainnya, sehingga protein dalam ransum tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembentukan jaringan tubuh sehingga pertumbuhan ternak terganggu. Maka sebelum diberikan ke ternak unggas dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan serat kasarnya, yaitu dengan cara fermentasi.

Pada dasarnya proses fermentasi adalah memanfaatkan mikroorganisme sebagai inokulan untuk menguraikan bahan-bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana. Salah satu inokulan yang dapat digunakan adalah EM4, mikroorganisme yang terkandung dalam EM4 yaitu bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, ragi, Actinomycetes sp dan jamur yang dapat bekerja secara efektif dalam mempercepat proses fermentasi pada bahan organik. Fermentasi dengan menggunakan EM4 lebih sederhana dan dapat dilakukan tanpa keahlian khusus. Selain itu EM4 banyak dipasarkan dengan harga relatif murah. Fermentasi kulit ari kedelai menggunakan EM4 dapat meningkatkan kadar protein dari 9,23% menjadi 18,75% (Adhiansyah, 2013).

Selain itu banyak produk yang digunakan untuk fermentasi yaitu starbio, SOC dan lainnya. Fermentasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan Aspergillus niger. Penelitian yang dilakukan Mairizal (2005), menunjukkan bahwa fermentasi kulit ari biji kedelai dengan Aspergillus niger dapat menurunkan serat kasar dari 21,78 % menjadi 13,87 % dan meningkatkan energi metabolis hampir menyamai kandungan energi metabolis jagung (3350 kkal/kg).

Sumber:
  1. Adhiansyah, Rizal. 2013. Studi Pembuatan Pakan Ternak Berbasis Kulit Ari Kedelai Terfermentasi (Kajian Jenis Mikroorganisme dan Waktu Fermentasi). Fakultas Teknologi Pertanian.Universitas Brawijaya. Malang.
  2. Hardianto. Y. W. 2006. Penggemukan Domba Ekor Tipis Dengan Pemberian Pakan Kulit Ari Kacang Kedelai (Ampas Tempe) Dan Rumput Lapang. Skripsi. Program Studi Teknologi Produksi Ternak. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. 
  3. Iriyani, N. 2001. Pengaruh penggunaan kulit biji kedelai sebagai pengganti jagung dalam ransum terhadap kecernaan energi, protein dan kinerja domba. Animal Production. Journal Produksi Ternak. Vol. 2. Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Semarang 
  4. Mairizal. 2005. Upaya peningkatan kualitas kulit ari biji kedelai melalui fermentasi Dengan kapang Aspergillus niger. Laporan Hasil Penelitian. Fakultas Peternakan Universitas Jambi, Jambi. 
  5. Mairizal. 2009. Pengaruh Pemberian Kulit Ari Biji Kedelai Hasil Fermentasi dengan Aspergillus niger sebagai Pengganti Jagung dan Bungkil Kedelai dalam Ransum terhadap Retensi Bahan Kering, Bahan Organik dan Serat Kasar pada Ayam Pedaging. Staf Pengajar Fakultas Peternakan, Universitas Jambi, Jambi. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Februari, 2009, Vol. XII. No.1.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon