Friday, April 15, 2016

Perbedaan Dedak Padi Dan Bekatul

Kebanyakan orang beranggapan bahwa dedak padi dan bekatul itu sama, tetapi apabila dilihat dari tekstur dan kandungan nutrien antara kedua bahan tersebut berbeda. Dedak padi dan bekatul sama-sama berasal dari limbah penggilingan padi. Penggilingan padi dapat menghasilkan beras giling sebanyak 65% dan limbah hasil gilingan sebanyak 35%, yang terdiri dari sekam 23%, dedak dan bekatul sebanyak 10%, untuk yang lainnya berupa kotoran.

Dedak padi (rice bran) adalah hasil samping proses penggilingan padi, terdiri atas lapisan sebelah luar butiran padi dengan sejumlah lembaga biji. Sementara bekatul (rice polish) adalah lapisan sebelah dalam dari butiran padi, termasuk sebagian kecil endosperm berpati. Dalam proses penggilingan padi di Indonesia, dedak dihasilkan pada penyosohan pertama, sedangkan bekatul pada proses penyosohan kedua.

Ada beberapa tempat penggilingan padi di indonesia yang tidak memisahkan antara dedak padi dan bekatul, karena alat penggilingan padi tidak memisahkan antara dedak dan bekatul maka umumnya dedak dan bekatul bercampur menjadi satu dan disebut dengan dedak atau bekatul saja.
Perbedaan Dedak Padi Dan Bekatul

Perbedaan dedak padi dan bekatul
  1. Apabila dilihat teksturnya bekatul lebih halus. Pada dedak padi masih terdapat rambut atau kulit padinya, sedangkan pada bekatul tidak ada.
  2. Apabila direndam dengan air, Hampir keseluruhan bekatul akan tenggelam didalam air, sedangkan pada dedak padi ada bagian-bagian kulit yang terapung.
  3. Harga untuk dedak dan bekatul pun juga berbeda, biasanya mempunyai selisih 500-1000 rupiah.
  4. Kandungan serat kasar dedak padi lebih tinggi daripada bekatul

Baca Juga: Cara Fermentasi Dedak Padi Untuk Pakan Ternak
 Kandungan nutien/ gizi dedak padi dan bekatul menurut hartadi et al., 1980
Nutrien/ Bahan Dedak Padi Bekatul
PK 8.5% 12.0%
SK 17.0% 5.2%
LK 4.2% 10.7%
Abu 12.6% 7.7%
BETN 43.7% 50.4%

Tips memilih dan membeli antara dedak padi dan bekatul agar tidak keliru
  1. Membeli kepada pedagang atau tempat penggilingan padi yang sudah terpercaya.
  2. Usahakan anda berlangganan ditempat tersebut agar tetap dilayani dengan baik dan diberikan kualitas barang yang bagus pula.
  3. Mencari informasi harga pasaran yang standard di tempat anda.
  4. Anda dapat mencurigai kepada pedagang yang menawarkan harga murah di bawah standar.
  5. Kesalahan dalam memilih dan membeli dapat berakibat fatal terhadap kandungan pakan ternak yang akan anda ransum. Yang berakibat tidak memenuhi atau malah terlalu melebihi standar kebutuhan ternak yang daapat mengakibatkan kerugian besar dalam peternakan anda.
  6. Anda dapat menguji dedak padi atau bekatul yang telah anda beli di laboratorium untuk mengetahui kadungan nutriennya.
Baca Juga: DEDAK PADI UNTUK PAKAN TERNAK

Semoga artikel tentang perbedaan dedak padi dan bekatul ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya kepada para peternak.