Thursday, September 18, 2014

PENGANTAR ILMU EKONOMI AKTIVITAS PASAR TRADISIONAL

A.      Latar Belakang
Berdasarkan sejarah diketahui bahwa masyarakat Indonesia sudah menegenal ekonomi yang disebut pasar. Pasar merupakan kegiatan jual-beli itu, biasanya berlokasi yang mudah didatangi dari berbagai arah, berlangsung pada waktu-waktu tertentu, mengutamakan benda keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga. Pada masa yang lebih kemudian, sejalan dengan bertambahnya tuntutan dan perkembangan masyarakat di beberapa tempat terntentu, biasanya di kota-kota besar mulai tumbuh pasar yang melakukan kegiatan di setiap saat. Jika pada masa awal terbentukknya lembaga pasar, kegiatan jual-beli, cenderung merupakan tukar-menukar, pada masa yang kemudian itu menjadi pertukaran antar barang dengan sejumlah uang tertentu, atau uang dengan jumlah barang tertentu. 

Pada dasarnya juga Pasar tradisional merupakan pasar lokal dari masyarakat yang bersangkutan. Sehingga pasar tradisional sebagai pasar lokal tetap terkait dengan pasar modern . adanya keterkaitan antara pasar lokal dengan pasar modern tidak terlepas dari kemajuan yang sangat pesat dibidang teknologi komunikasi gaya hidup tradisional menjadi gaya hidup nasional bahkan menjadi gaya hidup global. Pasar sebagai suatu pranata ekonomi dan sekaligus cara hidup, suatu gaya umum dari kegiatan ekonomi yang mencapai dari segala aspek. Apa yang dikemukakan Geertz tersebut semakin memperkuat asumsi bahwa pasar bukan semata-mata berfungsi ekonomi, tetapi kegiatan pasar sebagai salah satu cara hidup dapat berfungsi menjadi salah satu simbol prestise bagi aktor pasar (pembeli). Orang yang berbelanja di pasar tradisional dianggap prestise lebih rendah dari orang yang berbelanja di pasar modern. Dengan kata lain ada anggapan bahwa orang yang berbelanja di pasar modern dikatakan lebih modern daripada orang yang berbelanja di pasar tradisional. Jadi pada awalnya pasar tidak terbentuk secara spontan, tetapi menjalani suatu proses yang dilatar-belakangi dengan adanya lembaga kepentingan yang berbeda dari saling membutuhkan baik antara orang perorang maupun antara kelompok orang. Dalam bentuk yang paling sederhana pasar berfungsi sebagai sarana tukar-menukar barang antar sesama pelaku pasar (barter) yang kemudian berkembang terus berkat adanya alat tukar berupa uang, maka terjadilah perkembangan dari tukar-menukar barang menjadi pembayaran dengan uang sebagai alat tukar, perkembangan ke arah terbentuknya pasar sangatlah dilatarbelakangi besar kecilnya kepentingan orang-orang yang dalam kenyataannya saling membutuhkan sehingga pada suatu saat sadar atau tidak sadar mereka menunjuk pada suatu lokasi tertentu untuk melaksanakan transaksi jual-beli disinilah pada awalnya terbentuknya pasar.

Penjual banyak menyediakan barang seperti sayur-sayuran, buah-buahan, beras, daging, alat-alat rumah tangga, dan pakaian. Di pasar kalian dapat membeli barang-barang yang menjadi kebutuhan kita dari kaos kaki sampai topi. pasar merupakan suatu tempat di mana para penjual dan pembeli dapat bertemu untuk melakukan jual beli barang. Penjual menawarkan barang dagangannya dengan harapan dapat laku terjual dan memperoleh uang sebagai gantinya. 

Adapun para konsumen (pembeli) akan datang ke pasar untuk berbelanja dengan membawa uang untuk membayar sejumlah barang yang dibelinya. Penjual dan pembeli akan melakukan tawar-menawar harga hingga terjadi kesepakatan harga. Setelah kesepakatan harga dapat dilakukan, barang akan berpindah dari tangan penjual ke tangan pembeli. Pembeli akan menerima barang dan penjual akan menerima uang. Hal ini merupakan pengertian pasar secara konkrit, artinya pengertian pasar dalam kehidupan sehari-hari, yaitu tempat orang-orang bertemu untuk melakukan suatu transaksi jual beli barang.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, pasar tidak hanya terbatas pada pertemuan antara penjual dan pembeli, tetapi memiliki arti yang lebih luas. Transaksi jual beli tidak lagi hanya dilakukan di pasar tetapi bisa di toko, kios, pusat perbelanjaan, supermarket, mall, dan lain sebagainya. Barang yang dibutuhkannya pun dapat juga dipesan melalui telepon, surat atau e-mail, sehingga pertemuan antara penjual dan pembeli untuk jual beli barang tidak lagi terbatas pada suatu tempat tertentu saja. Oleh karena itu pasar merupakan suatu pertemuan antara orang yang mau menjual dan orang yang mau membeli suatu barang atau jasa tertentu dengan harga tertentu pula. Pengertian tersebut merupakan pengertian pasar menurut ilmu ekonomi (abstrak).
Sebuah pasar dapat terjadi jika terdapat syarat-syarat berikut ini, yaitu:
            1.    Adanya penjual dan pembeli.
            2.    Adanya barang dan jasa yang diperjualbelikan.
            3.    Adanya interaksi antara penjual dan pembeli (transaksi jual beli).
            4.    Adanya media atau tempat untuk interaksi penjual dan pembeli.
B.       Tujuan
1.  Mengetahui tentang pengertian pasar, jenis pasar menurut transaksinya.
2.    Mengetahui pengertian pasar tradisional.
3.    Mengetahui fungsi pasar.
4.  Mengetahui tentang aktivitas pasar (system distribusi, produk, permintaan, penawaran, strategi  pemasaran).
5.  Dapat mengetahui tentang pedagang dan konsumen pada pasar tradisional.
6.    Mengetahui harga dan keseimbangan pasar pada pasar tradisional.


BAB II
PEMBAHASAN
A.      Kondisi (Gambaran Umum)
Pasar tradisional tersebar di setiap daerah, hingga ke pelosok yang tergolong tidak ramai. Setiap tempat pasti memiliki pasar tradisional. Kadang hanya satu, namun tidak sedikit pula yang lebih. Terutama untuk daerah-daerah yang tergolong cukup luas dengan penduduk yang ramai. Pasar tradisional cenderung kotor. Tentu kondisinya jauh berbeda dengan swalayan atau supermarket. Pasar ini belakangan memang semakin menurun popularitasnya. Alasan utama tentu saja kenyamanan. Saat ini toko-toko swalayan tumbuh bak cendawan di musim hujan. Menjamur dan seperti tidak mengenal musim dan tempat. 
Peta Konsep 
     

    Setiap beberapa meter, toko berkonsep swalayan dengan nama yang mirip. Diakui atau tidak, kehadiran toko-toko sejenis telah mengancam keberadaan pasar tradisional. Kebanyakan orang lebih suka berada di toko yang bersih dan sejuk ketimbang berdesak-desakan di pasar. Pasar tradisional kini memang dipandang sebelah mata. Pergeseran kebiasaan dan perubahan gaya hidup mungkin menjadi pemicunya. Manusia masa kini lebih suka berkutat dengan yang serba cepat dan ringkas. Bahkan jika memungkinkan ada jalan instan, pasti akan dipilih. Kehadiran toko swalayan atau supermarket dianggap mengancam eksistensi pasar tradisional. 

     Pasar tradisional adalah tempat bertemunya pedagang dengan pembeli. Di sini proses tawar menawar harga biasa terjadi. Ini adalah ciri khas sekaligus kelebihan pasar tradisional. Umumnya, yang dijual di pasar tradisional adalah barang-barang kebutuhan pokok manusia. Masalah kebersihan di sini memang kurang terjaga. Mungkin karena kondisi pasar tradisional yang cenderung sederhana bila dibanding pasar modern. Becek dan bau bukanlah hal yang aneh di sini. Apalagi jika kebetulan memasuki bagian pasar yang khusus menjual ikan dan daging. Lalat yang beterbangan ke sana-kemari bukanlah hal yang aneh. Begitu juga lantai yang kotor dan berlumpur. Keadaan bisa semakin parah ketika musim hujan tiba. 

       Pasar tradisional mulai kekurangan peminat, itu tidak bisa disangkal. Pasar ini memang kian tersisih. Tidak sedikit orang yang memandang pasar jenis ini sebagai tempat yang harus dihindari. Padahal, di sini justru dapat membeli barang dengan harga yang lebih murah dibanding dengan pasar modern. Jika cukup pintar menawar ketika berbelanja di pasar tradisional, selisih harga jadi dengan harga saat barang ditawarkan bisa cukup jauh. Inilah seninya. Akan tetapi, ini justru berubah menjadi bumerang ketika tidak mahir menawar. Bukannya mendapat harga yang murah, besar kemungkinan justru akan mendapat kerugian. 

        Meski disebut pasar tradisional, tidak semua pedagang tumplek jadi satu. Ada pembagian wilayah berdasarkan barang yang dijual. Biasanya bagian khusus ikan dipisahkan dengan pasar bagian sayuran. Begitu juga para penjual yang menjajakan sembako, tentu tidak akan bersebelahan dengan pedagang baju. Itu salah satu cara untuk memudahkan pembeli.
 
B.      Aktivitas Pasar


            1.  Produk
  • Pada pasar tradisional banyak sekali produk dan jasa yang dijual dalam pasar tradisional tergolong cukup lengkap, mulai produk rumah tangga, pendidikan, keperluan sehari-hari dll. Selain itu produk yang ada dalam pasar tradisional dapat ditawar sesuai dengan daya beli konsumen, serta konsumen dapat memilih produk secara bebas karena tidak hanya satu pedagang yang menjual produk yang sama. Kualitas produk pada pasar tradisional tidak jauh berbeda dengan produk yang dijual di pasar modern.
  • Untuk produk-produk segar seperti daging, ikan, sayur-mayur, telur, dan lain sebagainya, pasar tradisional biasanya menyajikan produk yang jauh lebih segar ketimbang supermarket, karena belum ditambahkan zat pengawet. Logikanya, pedagang di pasar tradisional memiliki dana yang cukup terbatas sehingga hanya mampu membeli pasokan barang dengan jumlah tidak terlalu banyak. Dengan demikian, produk-produk yang dijual pun lebih terjaga kesegarannya.
            2.  Permintaan
  •  Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu. Contoh permintaan adalah di pasar tradisional yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar menawar yang cukup lama.
  • Seorang konsumen membutuhkan barang yang banyak dan bernacam-macam. Permintaan konsumen yang tidak terbatas disebabkan kebutuhan yang sangat banyak dan didukung dengan harga yang murah. Dengan harga yang murah para konsumen sanggup membeli barang yang diingikan dengan harga yang standart dan tidak terlalu mahal jika dibandingkan dengan pasar modern. 
                Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan meliputi: 
                              Harga barang
Jika harga makin tinggi, maka permintaan akan makin rendah. Sebaliknya jika harga barang rendah, maka permintaan akan barang tersebut makin tinggi.

Pendapatan masyarakat
Tingkat pendapatan atau penghasilan masyarakat sangat menentukan tinggi rendahnya permintaan akan barang dan jasa. Makin tinggi pendapatan seseorang, maka makin besar daya beli yang ia miliki, akibatnya permintaan akan barang dan jasa pun meningkat. Sebaliknya, orang yang berpenghasilan rendah daya belinya pun rendah, akibatnya permintaan terhadap barang danjasa menurun.

Selera masyarakat
Tinggi rendahnya selera masyarakat terhadap suatu barangakan berpengaruh terhadap permintaan barang tersebut. Jika selera masyarakat meningkat, maka permintaan pun meningkat pula,demikian sebaliknya. Selera masyarakat sering disebut sebagai mode.

Kualitas barang
Pada umumnya orang menghendaki barang yang berkualitas baik, maka makin tinggi kualitas suatu barang, maka keinginan (permintaan) orang untuk dapat memiliki barang tersebut makin besar. Bahkan sering terjadi bahwa masalah mampu tidaknya seseorang menjangkau/membeli barang yang berkualitas tidaklah diperhatikan.

Harga barang lain yang berkaitan
Adakalanya barang tertentu memerlukan barang lain sebagai pelengkap dan sebagai pengganti (substitusi). Misalnya sebagai bahan bakar, arang lebih murah daripada minyak tanah, maka orang akan beralih dari minyak tanah ke arang, sehingga permintaan akan minyak tanah menurun, dan sebaliknya permintaan akan jarang meningkat.

Waktu
Pada waktu-waktu tertentu, permintaan terhadap suatu barang mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari-hari biasa .Misalnya setiap menjelang hari raya permintaan terhadap sembako meningkat. Demikian pula setiap menjelang tahun ajaran baru permintaan terhadap alat tulis serta pakaian seragam meningkat.

Jumlah penduduk
Makin besar angka pertambahan jumlah penduduk, maka permintaan terhadap suatu barang dan jasa akan meningkat pula. Misalnya keluarga yang semula hanya terdiri dari suami istri kemudian memiliki anak, maka kebutuhan akan bahan pangan pun mengalami peningkatan.

Kejadian yang akan datang
Adanya pengetahuan terhadap sesuatu hal yang akan terjadi pada waktu akan datang akan berpengaruh terhadap permintaan suatu barang. Misalnya pada saat pemerintah mengumumkan akan terjadi kenaikan harga BBM, maka sebelum hari penetapan kenaikan tersebut masyarakat berbondong-bondong membeli BBM hingga terjadi antrian yang sangat panjang.
            3.      Penawaran 
  •  Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, Anda bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Dengan memilih barang yang diinginkan dan menawar barang tersebut dengan baik dan tepat maka kita dapat memiliki barang yang kita inginkan.     
     4.      Strategi pemasaran 
  • Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar.
C.      Fungsi Pasar
Pentingnya pasar dapat kita rasakan sendiri seandainya di suatu tempat tidak dijumpai suatu pasar, akan repot misalnya bagi para produsen maka mereka harus mencari sendiri orang atau pihak yang membutuhkan hasil produksinya dari rumah ke rumah atau dari daerah ke daerah dengan demikian pasar memiliki peranan atau fungsi yang sangat penting dalam kegiatan ekonomi masyarakat antara lain. 

 Dimana fungsi tersebut antara lain :
1. Fungsi distribusi dimana pasar sebagai alat distribusi berfungsi mendapatkan jarak antara produsen dan konsumen dalam melakukan transaksi.
2. Fungsi pembentukan harga adalah pasar terjadi tawar-menawar antar penjual dan pembeli sampai pada akhirnya terjadi kesepakatan atau harga pasar setelah mereka sepakat dalam bentuk transaksi jual beli.
3. Fungsi promosi agar produksi yang dihasilkan dapat laku di pasaran langkah yang harus dilakukan adalah dengan menggerakkannya secara luas kepada masyarakat (promosi) dalam pelaksanaannya promosi sangat tepat dilaksanakan di pasar karena setiap hari banyak dikunjungi konsumen.
D.       Pedagang Dan Konsumen
Pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.

Barang-barang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern memiliki perbedaan harga yang cukup signifikan. Harga suatu barang di pasar tradisional bahkan bisa sepertiga dari harga barang yang sama yang dijual di supermarket, terutama untuk produk-produk segar seperti sayur-mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, merica, cabai merah, cabai rawit, dan lain sebagainya.

Berbelanja di pasar tradisional memungkinkan pembeli untuk menawar harga barang-barang hingga mencapai kesepakatan dengan pedagang. Jika cukup pintar menawar, maka bisa mendapatkan barang dengan harga yang jauh lebih murah. Sedangkan di pasar modern, pembeli tidak mungkin melakukan tawar menawar karena semua barang telah dipatok dengan harga pas.

Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah,Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, loods dan tendayang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasidengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui proses tawar menawar.
E.      Harga Dan Keseimbangan Pasar
1. Pengertian Harga Keseimbangan
Pasar tradisonal adalah tempat berjualan yang tradisional (turun temurun), tempat bertemunya penjual dan pembeli dimana barang-barang yang diperjual belikan tergantung kepada permintaan pembeli (konsumen), harga yang ditetapkan merupakan harga yang disepakati melalui sutau proses tawar menawar, pedagang selaku produsen menawarkan harga sedikit diatas harga standar.

Berbelanja di pasar tradisional memerlukan keahlian tersendiri khususnya dalam hal melakukan tawar menawar. Hal ini dikarenakan di pasar tradisional, pembeli memiliki kesempatan dalam menentukan harga suatu barang melalui proses tawar menawar secara langsung dengan penjual. Dari proses tawar menawar tersebut nampak adanya kesepakatan, di mana pembeli berusaha meningkatkan harga tawaran dan penjual berusaha menurunkan harga dari tawaran semula, sehingga akhirnya ditemukan titik temu harga tertentu sebagai hasil kesepakatan penjual dan pembeli. Harga yang disepakati itulah yang disebut sebagai harga keseimbangan. Jadi, pengertian harga keseimbangan adalah harga kesepakatan antara penjual dan pembeli yang tercipta melalui proses tawar menawar.

2. Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan
Terbentuknya harga keseimbangan melalui proses tawar menawar antara penjual dan pembeli sehingga tercapai kesepakatan harga. Dalam proses ini, penjual menurunkan harga permintaan, sebaliknya pembeli menaikkan penawarannya sehingga bertemu pada titik harga yang menjadi kesepakatan bersama.

  
BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
1.      Pasar Tradisional adalah tempat bertemunya pedagang dengan pembeli.
2.     Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, loods dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui proses tawar menawar.
3.  Pada dasarnya juga pasar pada suatu masyarakat ditentukan oleh fungsinya. Adapun yang dimaksud pasar disini adalah; pranata yang mengatur komunikasi dan interaksi pertukaran benda dan jasa ekonomi dan uang; dan hasil transaksi dapat disampaikan pada waktu itu atau pada waktu yang akan datang berdasarkan harga yang ditetapkan. Atau secara singkat dapat disebutkan sebagai pranata dan tempat bertemunya penjual dan pembeli. Pasar yang berfungsi sebagai tempat pertemuan pembeli dan penjual, bukan hanya menyebabkan terjadi interaksi antar sesama individu, tetapi di lain pihak merupakan pola pertukaran budaya.
4.   Di dalam pasar tradisional, tidak semua pedagang tumplek jadi satu. Ada pembagian wilayah berdasarkan barang yang dijual. Biasanya bagian khusus ikan dipisahkan dengan pasar bagian sayuran. Begitu juga para penjual yang menjajakan sembako, tentu tidak akan bersebelahan dengan pedagang baju. Itu salah satu cara untuk memudahkan pembeli.

5.   Pasar tradisional terdapat banyak sekali produk dan jasa yang dijual dalam pasar tradisional tergolong cukup lengkap, mulai produk rumah tangga, pendidikan, keperluan sehari-hari dll.

6.  Terbentuknya harga keseimbangan melalui proses tawar menawar terjadi antara penjual dan pembeli sehingga tercapai kesepakatan harga. Pada proses ini, penjual menurunkan harga permintaan, sebaliknya pembeli menaikkan penawarannya sehingga bertemu pada titik harga yang menjadi kesepakatan bersama.


DAFTAR PUSTAKA

Kadaryono, Arief .2012. Nasib Pasar Tradisional di Era Modern.http: //indonesian. irib. ir/ cakrawala/-/asset_publisher/Alv0/content/nasib-pasar-tradisional-di-era-modern.
Mangkoesoebroto, Guritno, 1993, Ekonomi Publik, Yogyakarta: BPF. 
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/permintaandanpenawaran2/ 
http://www.crayonpedia.org. 
http://id.wikipedia.org/wiki/Penawaran_dan_permintaan. 
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar 
http://niaas8.wordpress.com/2010/05/13/pengertian-pasar-tradisional-dan-modern/ 
http://bulletin.penataanruang.net/upload/data_artikel/edisi4d.pdf 
http://mbahdaur.blogspot.com/2012/06/mengenal-pengertian-pasar-tradisional.html 
http://dewz-baguz.blogspot.com/2010/04/pasar-tradisional-dan-pasar-modern.html 
http://fhryamato.blogspot.com/2011/03/kekurangan-dan-kelemahan-pasar-modern.html 
http://a67532.wordpress.com/2010/05/13/perbedaan-antara-pasar-modern-dan-pasar-   tradisional/
http://andrenalin1991.wordpress.com/2010/05/09/pasar/
http://fikri-allstar.blogspot.com/2010/04/analisis-perbedaan-pasar-modern-dan_20.html
http://moderntradisional.blogspot.com/
http://www.anneahira.com/pasar-tradisional.htm

1 comments

This comment has been removed by the author.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon