Saturday, April 5, 2014

Laporan Manajemen Ternak Unggas

http://thoms212.blogspot.com/2014/04/laporan-manajemen-ternak-unggas.html
BAB I. PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang

              Latar Belakang Ternak unggas merupakan ternak yang mempunyai potensi untuk dikembangkan karena produknya quick yielding (cepat menghasilkan) dan mengandung nilai gizi tinggi. Performans yang baik pada unggas akan tampak apabila faktor genetik dan lingkungan pemeliharaannya juga baik. Ayam broiler sebagai ayam ras pdaging pertumbuhannya sangat cepat karena mempunyai kemampuan mengubah makanan menjadi daging dengan sangat efisien. Kemampuan ini akan ditunjukkan pada temperatur 19-210C. (Cahyono, 1995).

                  Temperatur ini hanya dicapai di daerah pegunungan, misalnya kawasan puncak, Jawa Barat. Berdasarkan sifat-sifat di atas, maka usaha peternakan broiler dapat dilakukan di Indonesia, namun pertumbuhannya tidak dapat optimal. Hal ini disebabkan karena secara umum Indonesia beriklim tropis (ditinjau dari sudut geografis) yang memiliki temperatur udara dan kelembaban yang tinggi yang akan menghambat pertumbuhan. Sehingga pada kondisi ini, budidaya ayam broiler yang secara umum merupakan hasil pengujian di daerah sub tropis dihadapkan dengan berkurangnya kemampuan untuk mencapai produksi optimal.

                  Produktivitas ayam broiler dipengaruhi 3 faktor, yaitu: bibit, pakan dan manajemen pemeliharaan. Oleh karena itu, ketiga faktor ini perlu diprehatikan. Manajemen pemeliharaan ini dimulai sejak persiapan kandang sesuai persyaratan yang ada, pemberian pakan dan vaksinasi secara teratur dan terencana. Penanganan dan pengendalian penyakit serta pemanenan yang tepat waktu. Selain itu juga harus diperhatikan penanganan kandang setelah periode pemeliharaan.manajemen pemeliharaan yang dilakukan dengan baik produksi ayam broiler dapatdioptimalkan. Produksi yang optimal dapat meningkatkan keuntungan dan efisiensi modal.

2.    Tujuan Praktikum

                  Praktikum manajemen pemeliharaan ayam broiler ini mempunyai tujuan, yaitu:

    a. Agar mahasiswa mengetahui dan mampu melaksanakan program pemeliharaan ternak unggas.
  b. Agar mahasiswa mengetahui dan mengenal penggunaan komponen-komponen dalam pemeliharaan ternak unggas serta mengkombinasikannya.
    c. Agar mahasiswa mengetahui dengan benar penggunaan brooder dan dapat mempraktikannya.
    d. Agar mahasiswa mengetahui perkembangan bobot badan ayam broiler tiap harinya.
   e. Agar mahasiswa mengetahui cara pencegahan penyakit yang berupa vaksinasi dan kapan pemberian vaksin tersebut.
    f. Agar mahasiswa mengetahui penyakit-penyakit yang sering menjangkit ayam broiler.
    g. Agar mahasiswa mengetahui cara pemasaran dan harga yang berlaku di pasar

3.     Waktu dan Tempat Praktikum

            Praktikum manajemen ternak unggas dilaksanakan pada tanggal 20 Nopember 2010 sampai dengan 21 Desember 2010, bertempat di kandang Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang berada di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.




2.1 Ayam Broiler

           Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa panen pendek dan menghasilkan daging berserat lunak, timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin (North and Bell, 1990). Menurut Rasyaf (1999) ayam broiler merupakan ayam pedaging yang mengalami pertumbuhan pesat pada umur 1 –5 minggu. Selanjutnya dijelaskan bahwa ayam broiler yang berumur 6 minggu sudah sama besarnya dengan ayam kampung dewasa yang dipelihara selama 8 bulan. Keunggulan ayam broiler tersebut didukung oleh sifat genetis dan keadaan lingkungan yang meliputi makanan, temperatur lingkungan, dan pemeliharaan. Pada umumnya di Indonasia ayam broiler sudah dipasarkan pada umur 5- 6 minggu dengan berat 1,3–1,6 kg walaupun laju pertumbuhannya belum maksimum, karena ayam broiler yang sudah berat sulit dijual (Rasyaf, 1999).  Ayam broiler yang baik adalah ayam yang cepat tumbuh dengan warna bulu putih, tidak terdapat warna-warna gelap pada karkasnya, memiliki konfirmasi dan ukuran tubuh yang seragam Mountney (1983)

            Menurut Mountney (1983) ayam broiler yang baik adalah ayam yang cepat tumbuh dengan warna bulu putih, tidak terdapat warna-warna gelap pada karkasnya, memiliki konfirmasi dan ukuran tubuh yang seragam. Ayam broiler akan tumbuh optimal pada temperature lingkungan 19 – 210C (Soeharsono, 1976).

2.2 Perkandangan

              Banyak bahan yang dipakai sebagai alat litter termasuk lumut tanah (cleat moss), bilah- bilah kayu, serabut gergaji, sekam, jagung yang dipotong- potong, daun-daun kering. Kedalaman litter maksimal harus tidak lebih dari 30 cm. Untuk anak-anak ayam dalam litter mula-mula harus tidak lebih dari 5-8 cm, tetapi berangsur- angsur bertambah seraya anak- anak ayam tumbuh(Williamson dan Payne, 1993).

            Selama satu sampai lima hari pertama, lantai kandang dialasi koran dan diganti setiap hari. Alas koran akan mencegah anak ayam memakan kulit padi atau lainnya bila digunakan litter. Kulit padi yang termakan oleh anak ayam bias menyebabkan kematian pada ayam (Yahya, 1980).

            Temperatur dan kelembaban kandang yang tinggi berpengaruh pada penampilan ayam. Tingginya kelembaban akan menurunkan efektivitas. Pengeluaran panas secara evaporasi baik melalui kulit maupun respirasi, sebaliknya temperature yang tinggi akan menyebabkan meningkatnya evaporasi. Pada saat temperatur lingkungan mendekati atau sama dengan temperatur tubuh ayam maka panas di dalam kandang akan sulit dikeluarkan (Erast,1995).

2.3 Pakan dan Air Minum

             Ternak akan dapat mencapai tingkat penampilan produksi tertinggi sesuai dengan potensi genetiknya bila memperolh zat-zat makanan yang dibutuhkannya. Zat makanan tersebut diperoleh ternak dengan jalan mengkonsumsi sejumlah makanan (Sutardi,1980).

                Konsumsi adalah jumlah makanan yang terkonsumsi oleh hewan bila diberikan secara ad libitum. (Parakkasi, 1999). Konsumsi diperhitungkan dari jumlah makanan yang dimakan oleh ternak, dimana zat makanan yang dikandungnya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup pokok dan untuk produksi hewan tersebut(Tillman et al. 1991).

              Air merupakan senyawa penting dalam kehidupaan. Dua per tiga bagian tubuh hewan adalah air dengan berbagai peranan untuk kehidupan (Parakkasi, 1999). Menurut Scott et al. (1982) , air mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) zat dasar dari darah, cairan interseluler dan intraseluler yang bekerja aktif dalam transformasi zat- zat makanan, (2) penting dalam mengatur suhu tubuh karena air mempunyais sifat menguap dan specific heat, (3) membantu mempertahankan homeostatis dengan ikut dalam reaksi dan perubahan fisiologis yang mengontrol pH, tekanan osmotis, konsentrasi elektrolit.

               Kandungan air dalam tubuh anak ayam berumur satu minggu adalah 85% pada umur 42 minggu. Kehilangan air tubuh 10% dapat menyebabkan keruskan yang sangat hebat dan kehilangan air tubuh 29% akan menyebabkan kematian (Wahju, 1997).

            Pada ayam broiler konsumsi air minum erat hubungannya dengan bobot badan dan konsumsi ransum. Menurut Ensminger et al (1990) pada umumnya ayam mengkonsumsi air minum dua kali dari bobot pakan yang dikonsumsi. Konsumsi air minum juga akan meningkatkan pada saat ayam pada temperatur lingkungan yang tinggi. (May and Lott, 1992). Menurut NRC (1994) konsumsi air minum bertambah sekitar 7% setiap peningkatan suhu 10C diatas suhu 21 0C.

2.4 Manajemen Pemeliharaan

                Pemanas dengan suhu yang cocok adalah hal yang penting, karena pertumbuhan anak ayam sangat dipengaruhi oleh suhu induk buatan. Terlalu panas atau terlalu dingin membuat pertumbuhan yang tidak rata. Anak ayam kedinginan karena lampu kurang cukup memberikan panas, ditandai dengan bergerombolnya anak ayam di sekitar lampu panas. Anak ayam kepanasan, nafasnya terengah-engah, sayapnya dibuka. Lampu pemanas memberi kehangatan yang cukup terlihat dari tersebarnya anak ayam dibawah induk buatan dengan merata (Yahya, 1980).

           Temperature yang terlalu panas atau terlalu dingin akan berakibat kurang baik pada ayam. Temperatur yang terlalu panas akan menyebabkan ayam kurang makan dan banyak minum. Temperature yang terlalu dingin menyebabkan ayam berhimpitan mendekati panas. Hal ini dapat menyebabkan kematian. Selain itu karena terlalu dekat dengan pemanas maka dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi sehingga pertumbuhan dapat terganggu (Anton,1993).

2.5 Penyakit dan Pencegahan

                Vaksinasi ND mutlak harus dilakukan. Vaksinasi pertama kali harus dilakukan yaitu dengan vaksin in aktif. Kesehatan ayam harus baik pada saat pemberian vaksin. Dua hari sebelum vaksin ayam perlu di beri vitamin ekstra seperti vita strong dan vita chik selama 2-5 hari sesudah vaksinasi. Pemberian antibiotik dan vaksinasi dapat mencegah stess dan efek samping yang merugukan (Yahya, 1980).

2.6 Analisa Usaha Ayam Broiler

                Untuk mencapai pembangunan pertanian pada umumnya dan sektor peternakan khususnya, maka sebagai penunjang kebutuhan protein hewani yang merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia perlu di usahakan produktifitas yang maksimal sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani peternak. Dalam upaya pemenuhan protein hewani dan peningkatan pendapatan peternak, maka pemerintah dan peternak telah berupaya mendayagunakan sebagian besar sumber komoditi ternak yang dikembangkan, diantaranya adalah ayam pedaging (broiler). Sebagaimana diketahui ayam broiler merupakan ternak penghasil daging yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan ternak potong lainnya. Hal inilah yang medorong sehingga banyak peternak yang mengusahakan peternakan ayam broiler ini. Perkembangan tersebut didukung oleh semakin kuatnya industri hilir seperti perusahaan pembibitan (Breeding Farm), perusahaan pakan ternak (Feed Mill), perusahaan obat hewan dan peralatan peternakan (Saragih, 2000).

             Keberlanjutan usaha peternakan ini ditentukan oleh gambaran finansial usaha, sebab kemampuan suatu usaha peternakan dalam mengembangkan modal terukur dalam parameter investasi seperti kemampuan usaha mengembangkan modal awal lebih besar daripada bunga bank, keuntungan usaha pada tahun-tahun mendatang dan lain sebagainya. Dengan kata lain usaha peternakan tersebut dapat bertahan jika keuntungan yang diperoleh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan dimana semuanya itu harus diputuskan layak secara finansial (Fatah, 1994).


DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi, R. , 1985.Ilmu Makanan Ternak. UI. Press. Jakarta.

Anonymous. 1990. Pedoman Pengendalian Hewan Menular. Direktorat Jendral Peternakan. Jakarta

North, M. O. and D. D. Bell. 1990. Commercial Chicken Product Manual. 4th

Ed. Van Nostrand Reinhold. New York.

Cahyono, bambang, 1995. Cara Meningkatkan Budidaya Ayam Ras Pedaging. Yayasan Pustaka Nusantara . Yogyakarta.

Rasyaf, M., 1994. Makanan Ayam Broiler. PT. Kanisius. Yogyakarta.

Rasyaf, M., 1994. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rasyaf, M., 1994. Pengelolaan Usaha Peternakan Ayam Pedaging. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Soeharsono, 1997. Respon Broiler Terhadap Berbagai Kondisi Lingkungan. Direktorat Pembinaan Penelitian, Direktorat Pendidikan Tinggi. Departemen P dan K. Jakarta.

Williamson, G dan W.J.A. Payne, 1993.Pengantar Peternakan Di Daerah Tropis. UGM Press. Yogyakarta.

Yahya, Drs., 1980. Ayam Sehat Ayam Produktif. I. Bandung.

Anggorodi, R. 1980. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia Pustaka

Utama. Jakarta

Rakhmawati, U. 2002. Pengaruh penambahan supernatant jamur the kambucha (Cembuya orientalis) dalam ransum dan air minum terhadap performans ayam broiler. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Rasyaf, M. 1999. Beternak Ayam Pedaging. Cetakan Keemp[at Belas. Penebar Swadaya. Jakarta.

Siregar, A. P., N. Sabrani dan S. Pramu. 1982. Teknik Beternak Ayam Pedaging di Indonesia. Margie Group. Jakarta.

Tillman, A. D., H., Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekodjo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan Kelima. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.



Karena Isi laporan praktikum ini sangat banyak sekali, hanya saya tulis sebagiannya saja. Untuk mendapatkan Laporan Manajemen Ternak Unggas ini silahkan download di bawah ini :

 Laporan Manajemen Ternak Unggas
password rar : thoms212.blogspot.com







Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon