Wednesday, March 12, 2014

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU TANAMAN MAKANAN TERNAK

A.   Latar Belakang

Makanan hijauan adalah semua bahan makanam yang berasal dari tanaman yang berbentuk dauan-daunan. Yang termasuk dalam kelompok  makanan hijaun ialah bangsa rumput (gramineae), leguminose dan hijaun tumbuhan lain seperti daun nangka, daun waru dan lain sebagainya.
Sebagai makanan ternak hijauan memang berperanan sangat penting, sebab hijaun mengandung hampir semua zat yang diperlukan ternak. Khususnya di Indonesia, bahan hijauan memang berperan istimewa karena bahan tersebut diberikan pada jumlah yang besar.hal ini dapat dibuktikan, ternak seperti kerbau, sapi, domba dan kambing yang diberi pakan hijauan sebagai makanan tunggal, masih bisa mempertahankan hidupnya, bahkan manpu tumbuh dan berkembang biak. Bagi masyarakat peternak, termasuk petani peternak, telah terbisaa atau tidak asing lagi menggunakan hijauan sebagai sebagai bahan makanan ternak.
Seiring perkembangan peternakan di Indonesia maka kita diusahakan membudidayakan pakan ternak terutama bangsa rumput karena bahan pokok dari makanan ternak. Penanaman ini harus dikelola dengan baik dan teratur sehingga kebutuhan akan pakan tenak tercapai. Pengembangan pakan ternak ini juga akan menambah jumlah hewan tenak sehingga kebutuhan daging dalam negeri akan bisa terpenuhi. Jenis rumput yang dikembangkan merupakan rumput yang cocok bagi hewan ternak.
Produktifitas ternak ruminansia seperti sapi (potong dan perah), kerbau, kambing dan domba, salah satunya ditentukan oleh faktor pakan (ransum)-nya. Pakan utama ternak ruminansia pada dasarnya adalah hijauan. Agar ternak ruminansia dapat menghasilkan produksi yang tinggi diperlukan pakan hijauan yang cukup baik kuantitas maupun kualitasnya. Dan untuk menyediakan hijauan pakan ternak diperlukan pengetahuan tentang jenis–jenis tanaman makanan ternak serta cara – cara pengelolaannya.
Palabilitas adalah hasil keseluruhan factor – factor yang menentukan apakah dan sampai tingkat mana sesuatu makanan menarik bagi hewan, dengan demikian palabilitas dapat dianggap sebagai penghubung antara rumput dengan hewan yang merumput dan oleh berbagai ahli dianggap lebih penting dari nilai gizi. Karena bersifat relatif, palabilitas dipengaruhi oleh berbagai factor misalnya, hewan itu sendiri,  fase  pertumbuhan  dan  kondisi  hijauan,  kesempatan  memilih  makanan yang lain dan tata laksana serta pemupukan hijauan.
B. Tujuan :
Tujuan dari Praktikum Ilmu Tanaman Makanan Ternak ini adalah mengetahui pertumbuhan dan banyaknya tiller tanaman rumput raja dengan penggunaan pupuk urea, pupuk kandang, pemotongan batang  dan cara-cara pengelolaan (managemen) tanaman makanan ternak (hijauan) serta identifikasinya, mengetahui jenis-jenis  legume  dan gramineae yang dapat / tidak dapat dimakan oleh ternak.
C.  Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ilmu makanan ternak yang telah dilakukan adalah agar mahasiswa memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam memanejemen, identifikasi  jenis–jenis gramineae dan leguminoceae serta pengelolaan tanaman makanan ternak sebagai bagian dari usaha peternakan ruminansia secara keseluruhan.


                  II.      TINJAUAN PUSTAKA

A.     Hijauan Pakan Ternak
Kebanyakan makanan ternak dapat di kelompokkan menjadi dua jenis secara garis besar, yaitu hijauan dan konsentrat. Hijauan ditandai dengan jumlah serat kasar yang relatif banyakpada bahan keringnya. Hijauaan dapat dibagi lagi menjadi hijauan kering dan hijauan segar, dimana hijauan segar mengandung banyak air. Sumber terbanyak dari hijauan adalah rumput-rumputan. (Williamson, 1993)
Secara teknis diketahui bahwa ruminant mempunyai potensi biologis untuk dapat menggunakan hijauan dengan baik sebagai bahan makanan utamanya. Hijauan terutama rumput relative lebih mudah ditanam atau dipelihara ssehingga harga sumber energi lebih murah dibandingkan dengan tanaman sumber karbohidrat lainnya. Akan tetapi di lain pihak, hewan dapat mengadaptasi diri terhadap berbagai keadaan lingkungan termasuk pemeliharaan  intensif, apalagi dibantu dengan proses seleksi.
(Parrakkasi, 1999)
Bahan makanan menyediakan zat-zat makanan yang dapat digunakan untuk membangun dan menggantikan bagian-bagian tubuh dan menciptakan hasil-hasi produksinya seperti susu, telur, dan wol. Bahan makanan harus pula memberikan energi untuk keperluan proses-proses tersebut. Setelah disapih sebagian besar dari ternak memperoleh makanan dari tumbuh-tumbuhan. (Anggorodi, 1979)
Untuk penyebaran rumput-rumput tropika dengan cara vegetatif, stek-stek batang (misalnya rumput benggala dan gajah) dapat ditanam dengan yang sama seperti pada tebu. Pada jenis-jenis yang membentuk rhizoma atau stolen dapat digunakan potongan-potongan rhizoma atau stolen sebagai bahan penanaman dengan cara ditaburkan di atas tanah kemudian dibenamkan ke dalam tanah dengan bajak. (Mcilroy, 1976)
Bahan makanan adalah bahan yang dapat dimakan, dicerna dan digunakan oleh hewan. Secara umum dapat dikatakan bahwa makanan adalah bahan yang dapat dimakan. Rumput, hijauan kering, bekatul dan produk olain adalah bahan makanan ternak, tetapi tidak semua komponen dalam bahan makanan ternak tersebut dapat diserap olel ternak. (Tillman, 1989)
B.     Rumput-rumputan (Gramineae)
Rumput-rumputan dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu rumput unggul dan rumput lapangan. Termasuk rumput unggul adalah rumput gajah, benggala, setaria, bede sedangkan yang termasuk rumput lapangan adalah rumput kawat, rumput lamaran, rumput teki dan lain sebagainya (Buletin Informasi Pertanian, 1982).
Rumput-rumputan merambat cenderung tumbuh pada tepi dan diantara semak-semak dan tumbuhan berkayu. Batangnya sering kali sangat tipis serta rapuh dan kemungkinan kasar. Contoh khas dari tipe ini adalah rumput-rumput melinia, yaitu Andropeterum stolziI, Hyparrheia cymbaria dan Ehrharta abyssinica. ( Mcilroy, 1997 )
Tanaman rumput yang ditanam dengan bahan pols, bagian vegetatifnya harus dipotong. Hal ini dimaksudkan agar tanaman baru ini tidak terlampau banyak penguapan sebelum sistem perakarannya bisa aktif menyerap air dan setiap pols yang hendak di tanam  minimal terdiri atas 2-3 batang rumput dan harus di ambil dari bagian rumput yang ada di tepi. ( AAK, 1993 )
Jagung yang ditanam pada musim labuhan (awal musim hujan ) bisaanya kurang mendapatkan air yang cukup pada awal pertumbuhannya dan pada saat pengisian biji mengalami kebanjiran. Penanaman jagung pada awal musim kemarau bisaanya mengalami kekeringan pada saat berbunga. Sedangkan jagung yang diusahakan pada musim kemarau hamper selalu memderita kekeringan selama pertumbuhan. ( Mahyuddin, 1996 )
Tumbuhan padi ( Oriza sativa L ) termasuk golongan graminae yang ditandai dengan batang yang tersusun dari beberapa ruas. Ruas-ruas itu merupakan bubung kosong yang ditutup oleh buku pada kedua ujung bubungnya. Panjangnya ruas tidak sama, ruas terpendek pada pangkal batang. Ruas tang kedua, ketiga, dan seterusnya adalah lebih panjang dari pada ruas yang didahuluinya ( Handrian, 1978 )
C.    Kacang-kacangan (Leguminoceae)
Pada umumnya dalam cara tanam sistem campur leguminoceae  di daerah tropis tumbuh lebih lambat daripada tanaman gramineae. Agar kedua jenis tanaman bisa tumbuh dengan bersama-sama dalam jalur, maka jalur gramineae dan leguminoceae tersebut harus disusun bersilangan dan harus sering dipotong agar legumnoceae tumbuh serempak. (Anonious, 1983 )
Kacang hijau mempunyai akar dengan cabang-cabang yang sempurna dan meluas. Umur varietas-varietas berbeda-beda walau ditanam pada lingkungan yang sama. Pada lingkungan yang baik produksi maksimum mencapai 2500-2800 kg/ha ( Soeprapto, 1989 ).
Kacang tanah pada pola tumpang sari dengan jagung dilaksanakan dengan cara ditugal atau ditarik dengan jarak tanam 25x20 cm.  Satu tanaman atau lubang, jada di antara barisan jagung terdapat 8 baris tanaman kacang tanah. Pada pola monokultur sama dengan jarak tanam pada pola tumpang sari. (Juanda, 1994 )
Tanaman kacang kapri diduga berasal dari daerah Eropa Timur atau Asia Barat. Kacang kapri yang diambil bagian bijinya banyak dimanfaatkan menjadi kapri kaleng dan beku. Kedua olahan biji kapri ini dipasarkan dan dikenal dengan nama green peas dan sweet peas. Selain kedua jenis produk biji kapri tersebut, biji kapri juga dapat diolah menjadi kapri goreng.
( Rahayu, 1994 )
Kedelai merupakan adalah salah satu tanaman sumber protein yang penting di Indonesia. Berdasarkan luas panen di Indonesia kedelai mempunyai urutan ketiga sebagai tanaman palawija setelah jagung dan ubi kayu. Rata-rata luas pertanam pertahun sekitar 703878 ha dengan total  produksi 518204 ton.  ( Suprapto, 1989 )
D.    Rumput Raja (Pennisetum hibrida)
Rumput raja (Pennisetum hibrida) berasal dari Afrika Tropik). Rumput raja tumbuh berumpun dan hidup selam beberapa musim. Tinggi setiap buluhnya bisa mencapai 3 m lebih, tepi daunnya kasar. Rumput ini sudah dibudidayakan untuk pakan ternak. Perbanyakannya dapat melalui rumpun dari potongan-potongan buluhnya (Veronica, 1998).
Rumput raja dapat tumbuh pada dataran tinggi, sedang maupun dataran rendah. Penanaman tumput raja sebaiknya dilakukan pada awal  musim penghujan terutama untuk tanah tadah hujan, agar pada waktu musim kemarau akar tanaman sudah kuat. Penanaman pada musim kemarau perlu diperhatikan adanya genangan air yang dapat mengakibatkan stek membusuk    (Soedomo,1995).
Rumput raja merupakan persilangan antara rumput gajah dengan Pennistum thypoides berumur setahun. Rumput raja dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi, tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya berkisar antara 0–1500 m di atas permukaan laut dengan curah hujan antara 1000 – 2500 mm / tahun (Budiman dan Syamsimar, 1994).
Rumput raja (Pennisetum hibrida) adalah tanaman rumput yang tumbuh tegak dengan ketinggian 2-4 meter.Rumput raja merupakan hasil persilangan antara Pennisetum purpureum dan Pennisetum thypoides.Adapun perbanyakan tanamannya adalah dengan 2 cara yaitu pols (sobekan/potongan dari rumpun) dan stek (potongan batang).Rumput raja ini biasanya mempunyai perakaran yang dalam (Rismunandar, 1989).

III.   MATERI DAN METODE

A.    Tempat dan Waktu Praktikum
1.      Pengelolaan Tanaman Makanan Ternak
Praktikum Ilmu Tanaman Makanan Ternak dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 24 April 2012 pukul 13.00 WIB – 15.00 WIB, di Kebun Percobaan Jatikuwung, Karanganyar.
2.      Identifikasi Tanaman Makanan Ternak
Praktikum Ilmu Tanaman Makanan Ternak dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 28 April 2012, pukul 13.00 WIB–15.00 WIB, di Kebun Percobaan Jatikuwung, Karanganyar.
3.      Pemanenan (Defoliasi)
Praktikum Ilmu Tanaman Makanan Ternak dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2012 pukul 14.00 WIB–16.00 WIB ,di Kebun Percobaan Jatikuwung, Karanganyar
B.      Materi Pratikum
1.      Alat
a.       Sabit
b.      Cangkul kecil
c.       Ember
d.      Timbangan
e.       Plastik
f.       Corong
2.Bahan
a.       Pupuk urea
b.      Pupuk kandang
c.       Herbisida
d.      Pohon gramineae
e.       Pohon leguminoceae
C.   Metode
 1.  Menanam runput raja dengan penggunaan pupuk
a.       Membersihkan sekitar rumput dari rumput pengganggu atau gulma
b.      Lubangan di sela–sela rumput disemprot dengan herbisida.
c.       Menyirami dengan air
d.      Pada petak I diberi pupuk urea 75 gram, II pupuk kandang 750 gram dan pada petak III campuran kandang dan 375 gram dan urea 37,5 gram.
e.       Penghitungan jumlah tiller dan tinggi rumput.
f.       Penghitungan jumlah tiller dan tinggi rumput setiap seminggu sekali
g.      Penyiraman dilakukan setiap hari dua kali pada pagi dan sore.
2.  Menanam runput raja dengan pemotongan batang
a.       Membersihkan sekitar rumput dari rumput pengganggu atau gulma
b.      Lubangan di sela – sela rumput disemprot dengan herbisida.
c.       Menyirami dengan air
d.      Pada petak I, II, III diberi pupuk, II pupuk kandang 750 gram dan pada petak III campuran kandang dan 375 gram dan urea 37,5 gram.am
e.       Penghitungan jumlah tiller dan tinggi rumput.
f.       Penghitungan jumlah tiller dan tinggi rumput setiap seminggu sekali
g.      Penyiraman dilakukan setiap hari dua kali pada pagi dan sore.
3.      Pengenalan Jenis Gramineae dan Lugumineceae
a.   Melihat dan mengamati bebagai tanaman gramineae dan leguminoceae di kebun percobaan
b.       Mengenali jenis tanaman dengan mengamati bentuk daun, bentuk bunga, dan batang tanaman.

 IV.    HASIL DAN PENGAMATAN

 A.    Pertumbuhan Rumput Raja
Hasil pengamatan pertumbuhan rumput raja pada respon batang yang ditinggalkan
Tabel 4.1 Pertumbuhan rumput raja pada pemotongan batang
PETAK
HARI KE
I
1
7
14
21
28
Tinggi batang (cm)
Jumlah tiler
Prod. Hijauan (kg)
Prod. Hijauan (ton/ha/th)
5
14
-
-
21
70
-
-
34
110
-
-
83
142
-
-
120
150
1,6
1920
II





Tinggi batang (cm)
Jumlah tiler
Prod. Hijauan (kg)
Prod. Hijauan (ton/ha/th)
10
9
-
-
17
20
-
-
24
37
-
-
100
111
-
-
110
121
0,5
60
III





Tinggi batang (cm)
Jumlah tiler
Prod. Hijauan (kg)
Prod. Hijauan (ton/ha/th)
20
16
-
-
38
28
-
-
46
41
-
-
92
63
-
-
100
78
1,3
1560
      Sumber: Laporan Sementara

Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan terlebih dahulu pemeliharaan rumput raja dengan penyiangan dan penyiraman. Pada petak I kita melakukan pemotongan dengan panjang 5 cm, petak II dengan 10 cm dan petak III dengan pemotongan batang 20 cm. Hasil dari pertumbuhan tanaman tersebut  pada hari ke-28 adalah pada petak I tinggi tanaman 120 cm  dan jumlah tillernya adalah 150 dengan hasil produksinya 1,6 kg, Produksi hijauan 192 ton/ha/tahun. Pada petak ke II di peroleh tinggi tanaman 110 cm  dan banyaknya tiller adalah 121 buah, dengan hasil produksinya 0,5 kg, Produksi hijauan 264 ton/ha/tahun sedangkan pada petak yang ke III dapat kita peroleh tinggi tanaman yaitu 100 serta jumlah tiller yaitu 78 buah dengan hasil produksinya 1,3 kg, Produksi hijauan 360 ton/ha/tahun. 

         Hasil pengamatan pertumbuhan rumput raja pada pemberian pupuk
Tabel 4.2 Pertumbuhan rumput raja pada pemberian pupuk        
PETAK
HARI KE
I
1
7
14
21
28
Tinggi batang (cm)
Jumlah tiler
Prod. Hijauan (kg)
Prod. Hijauan (ton/ha/th)
5
12
-
-
15
35
-
-
28
59
-
-
76
105
-
-
93
119
1
120
II





Tinggi batang (cm)
Jumlah tiler
Prod. Hijauan (kg)
Prod. Hijauan (ton/ha/th)
5
13
-
-
13
38
-
-
28
60
-
-
56
102
-
-
76
115
1
120
III





Tinggi batang (cm)
Jumlah tiler
Prod. Hijauan (kg)
Prod. Hijauan (ton/ha/th)
5
12
-
-
14
53
-
-
24
134
-
-
50
146
-
-
76
161
0,7
84
      Sumber: Laporan sementara
Keterangan :
I.       Menggunakan pupuk buatan (urea) 
II.    Menggunakan pupuk kandang
     III.  Tanpa diberi pupuk
 Pembahasan
             Dalam usaha meningkatkan produktivitas ternak, terutama ternak ruminansia, diperlukan hijauan yang tersedia sepanjang tahun, kualitas baik dan penanamannya mudah. Ada beberapa jenis rumput unggul diantaranya adalah rumput raja, setaria (Pennisetum purpureum) dengan jawawut mutiara (Pennisetum lyphoides).
             Rumput raja sudah menyebar ke sluruh pelosok tanah air karena kandungan zat makanan cukup tinggi, produksi tinggi, dan umur panen yang pendek. Tempat yang sesuai untuk pertumbuhannya berkisar antara 0-1500 m di atas permukaan laut (dpl) dengan curah hujan antara 1000-2500 mm/tahun. Bila pengolahan tanah tidak memenuhi syarat dan tanahnya kurang subur maka pertumbuhan dan produksi hijauan akan lebih rendah dibandingkan dengan rumput gajah. Karena itu penanaman rumput raja dapat dilakukan jika persyaratan untuk mendukung pertumbuhannya terpenuhi.
           Pada percobaan ini dibagi menjadi tiga petak, petak I diberi pupuk urea 75 gram, petak II diberi kandang 7500 gram dan petak III tidak diberi pupuk. Penyiraman dilakukan setiap hari sebanyak dua kali yaitu pada waktu pagi dan sore hari. Dari tabel 4.2 pertumbuhan rumput raja dapat kita ketahui bahwa peranan pupuk sangat mempengaruhi pertumbuhan rumput raja. Pada hari ke-28 pada petak I dengan pupuk urea diperoleh tinggi tananam 93 cm, jumlah tiller 119, hasil produksinya 1 kg. Pada petak II dengan pupuk kandang diperoleh tinggi batang 76 cm, jumlah tiller 115, hasil produksinya 1 kg. Dan pada petak III tanpa pupuk diperoleh tinggi batang 76 cm, jumlah tiller 161 hasil produksinya 0,7 kg.   
         Dari hasil percobaan ini dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan rumput sangat dipengaruhi oleh perlakuan-perlakuan selama pemeliharaan, misalnya pemotongan batang yang meliputi panjang dan ros dari batang, variasi pupuk, porsi pemberian pupuk, dan penyiraman. Hal yang sering terkait adalah jumlah tiller dan tinggi rumput dari tanaman itu sendiri
 
B.    Identifikasi Rumput ( gramineae)
1. Hasil Pengamatan Jenis-Jenis Rumput (Gaminoceae)
Tabel 4.3 Jenis – Jenis Tanaman Rumput ( Gramineaceae)     
No

NAMA RUMPUT
CIRI-CIRI KHUSUS
Tipe tumbuh
Tinggi tanaman (m)
Tipe daun
Panjang daun (cm)
Lebar daun (cm)
Leaf blade
Leaf sheat
1
Pennisetum purpurium
Tegak
3-4,5
Tunggal
60-100
2-5
Berbulu
Putih
2
Pennisetum hibrida
Tegak
2-4
Tunggal
60-100
3-5
Tidak berbulu
Putih
3
Eleusin indica
Tegak
0,3-0,6
Tunggal
5-10
0,5-1
Tidak berbulu
Putih
4
Zea mays
Tegak
1-3
Tunggal
50-80
5-8
berbulu
Putih
5
Oryza sativa
Tegak
0,8-1,2
Tunggal
30-60
2-4
Berbulu
Hijau
6
Cyperus rotundus
Tegak
0,03-0,1
Tunggal
1-3
0,1-0,5
Tidak berbulu
Hijau
7
Imperata cilyndrica
Tegak
0,7-1,2
Tunggal
30-70
2-4
berbulu
putih
8
Sorghum sudanenses
Tegak
2,5-3
Tunggal
50-70
5-7
berbulu
putih
9
Brachiaria mutica
Tegak
0,6-0,9
Tunggal
60-80
2-4
berbulu
putih
Sumber : Laporan Sementara

2. Pembahasan
         Identifikasi Rumput (Gramine)
1  Pennisetum hibrida
            Rumput ini memiliki daun dengan lebar 5-10 cm dengan tinggi kurang lebih 2-3 m. Pennisetum hibrida merupakan hasil persilangan antara rumput gajah dengan jawawut mutiara yang telah berumur setahun. Rumput ini dapat hidup di dataran rendah sampai tinggi tempat yang sesuai untuk pertumbuhanya berkisar antara 0-1500 M di atas permukaan laut dengan curah antara 1000-2500 mm/th. Tanaman ini dibudidayakan para peternak karena mempunyai serat kasar yang cukup tinggi dan kandungan proteinnya yang cukup banyak.(Budiman dan Syamsidar,1994)
      2.  Pennisetum purperuim
               Pennisetum purperium adalah rumpu gajah yang dapat tumbuh dengan baik pada tanah dengan struktur ringan, sedang, dan berat. Selain itu rumput ini dapat tumbuh pada tanah yang bersifat asam dan alkalis. Tanaman ini membentuk rumpun dengan tumbuh tegak dan dapat ditanam dengan legume sebagai tanaman tumpang sari.
(Budiman dan Syamsidar,1994)        
3.   Eleusine indica (belulang)
                Belulang merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek dan berkembang baik pada ketinggian 200 m diatas permukaan laut. Tanaman ini sering disebut gulma karena kurang baik untuk pakan ternak  ini dapat dilihan dari kandungan protein dan serat kasar yang tidak cocok buat ternak. Tanaman ini mempunyai ciri  yaitu mempunyai batang yang berbentuk, menempel pipih, pelepah menempel kuat, lidah daun pendek seperti selaput dan tumbuh dalam rumpun dan batang sering kali bercabang daun terdiri dari dua baris, tetapi kasar pada tiap ujung.
      4.  Zea mays (jagung)
               Zea mays merupaka tanaman yang tumbuh tegak yang mempunyai ketinggian 1-3 m . Tanaman ini dapat tumbuh kuat, berumpun sedikit,  batang tertekan, massif, pada pangkal kerap kali dengan akar tunjang. Helaian daun berbentuk pita dengan lebar 3 – 12 cm. Anak gulir berkelamin 1 serumah, yang jantan berkumpul pada ujung batang menjadi bulir yang rapat, yang betina menjadi bulir yang solitair, berdiri sendiri, di ketiak daun berbentuk tongkol.
   5.  Oryza sativa (Padi )
                Padi merupak tanaman yang tumbuh tegak kurang dari 1,5 m. Tumbuhan ini bersifat merumpun artinya tanaman ini anak beranak. Demikianlah umpamannya bibit yang sebatang saja ditanamkan dalam waktu yang sangat singkat telah dapat membetuk dapuran dimana terdapat 20-30 atau lebih anakan atau tunas baru  Tanaman ini membutuhkan air yang cukup untu tumbuh. Bisaanya pemberian pakan pada ternak pada keadaan  kering. (Siregar, 1981 ).
  6.  Cyperus rotundus (rumput teki)
               Merupakan tanaman gulma yang mampu tumbuh dan berkembang dengan cepat karena mempunyai kemampuan beradaptasi tinggi baik terhadap lingkungan panas dingin maupun pada lingkungan yang tinggi dan rendah serta ada ada berbagai jenis tanah yang beragam. Perakaran tanaman ini adalah berbentuk serabut serta terdapat umbi yang dapat tumbuh kembali apabila terdapat cukup air dengan intensitas tiga minggu setelah pertumbuhan awal. Teki dapat tumbuh meluas khususnya di daerah tropis kering, bekisar pada ketinggian 1–1000 m dpl, dan curah hujan antara 1500–4000 mm per tahun. Umbi teki akan cepat bertunas  kurang lebih 7 hari pada keadaan lembab dengan suhu 10o – 40oC. Jumlah umbi teki per hektar dengan kedalaman kurang lebih 15 cm dapat mencapai 2 juta. Pertumbuhan umbi teki tergantung pada suhu dan intensitas cahaya serta kedalamannya.
      7.  Imperata cylindrica (alang-alang)
               Alang-alang adalah gulma rumput yang paling serius ditanah hutan yang terbuka, tetapi umumnya bukan masalah di padang rumput alam. Hanya daun baru yang masih segar punya kecernaan yang cukup baik dengan kandungan gizi yang cukup. Sekali memanjang daunnya menjadi berserat walaupun masih tampak hijau sehingga bakteri rumen sangat lambat untuk mencerna bahan ini . 
       8. Sorghum sudanenses
               Rumput ini mempunyai perakaran yang luas tumbuh tegak, membentuk rumpun, daun lebat dan kuat serta berwarna hijau tua halus bagian tepinya kasar tulang daun berwarna putih ketinggian rumput ini mencapai 2,5-3 m bisaanya ditanam bersama legume. Rumput ini tahan terhadap kekeringan dan tidak tahan terhadap lembab dan dingin. (Anonimus,1993). Anak gulir betina dalam 8 baris vertical / lebih dan berkumpul berpasangan. Bakal buah berbentuk telur, tangkai putik sangat panjang dengan ujung yang bercabang 2 yang  pendek.  Buah  masak  kuning  / ungu, panjang tongkol masak adalah 8-20 cm.
  9.  Braciaria mutica
                    Rumput ini tumbuh pada tanah berstruktur sedang sampai berat dengan ketinggian 0-1000 m serta tahan tanah asam dan netral tetapi tidak tahan terhadap tanah asin tetapi tahan terhadap kekeringan dan genagan. Rumput ini dapat ditanam bersama legume tumbuh tegak dan menjalar dengan panjang batang 4-4,5 m. Pada batang dan rumput ini banyak mengandung bulu. (Anonimus, 1993)


C.     Identifikasi Kacang - kacangan (Leguminoceae)
1.  Hasil Pengamatan Jenis – Jenis Kacang –kacangan (Leguminoceae)  
Tabel 4.4 Jenis – Jenis Kacang –kacangan (Leguminoceae)  
No

NAMA KACANG-KACANGAN
CIRI-CIRI KHUSUS
Tipe tumbuh
Tipe daun
Bentuk  daun
Warna  daun
Tipe  bunga
Warna bunga
1
Centrosema pubescens
Menjalar
Tripoliat
oval
hijau
Bulat
Ungu
2
Calopogonium munuocides
Menjalar
Peripinate
Lonjong kecil
Merah
Polongan bulat
Merah muda
3
Sesbania glandiflora
Tegak
Peripinate
Lonjong
Hijau
Bulat
Putihmerah
4
Leucaena leucocepala
Tegak
Peripinate
Lonjong kecil
Hijau
bulat
Putih
5
Memosa pudica
Menjalar
Peripinate
Lonjong kecil
Merah
Polongan bulat
Merah muda
6
Memosa invusa
Menjalar
Peripinate
Lonjong kecil
Hijau
Bulat
Ungu
7
Glysine soya
Tegak
Trifoleat
Piramit
Hijau
Bulat
Ungu
8
Arachis hipogea
Tegak
Peripinate
Elips
Hijau
Bulat
Ungu
9
Phaseolus calcaratus
Menjalar
Trifoleat
Piramit
Hijau
Bulat
Ungu
10
Ashyomene ameicana
Menjalar
Trifoleat
Piramit
Merah
Bulat
Putih
11
Phitecolobium saman
Tegak
Peripinate
Lonjong
Hijau
Kupu-kupu
Ungu
12
Glirisida sepium
Tegak
imperipinate
Elips
Hijau
Kupu-kupu
Merah muda
13
Vignan sinensis
Tegak
Imperipenite
Lonjong
Hijau
bulat
Ungu
Sumber : Laporan Sementara

2. Pembahasan Jenis – Jenis Kacang –kacangan (Leguminoceae)  
            Jenis Legume banyak dibudidayakan sebagai tanaman pakan manusia, tanaman pakan ternak, tanaman pagar, pelindung dan erosi. Jenis Legume sebagai pakan ternak contohnya adalah kacang Kupu (Centrosema pubescens), Orok-orok (Crotalaria usaramoensis), Lamtoro (Leucaena glauca) dan lain-lain. 

1.      Centrosema pubescens (kacang kupu )
               Merupakan legume merambat yang mungkin ditemukan tumbuh pada semak / pinggir jalan dan banyak ditemukan, sangat baik untuk pakan ternak karena lunak dan mudah untuk dicerna. Tanaman tumbuh pada struktur ringan sampai sedang serta dapat tumbuh baik pada ketinggian 0-1000 m dpl. Tanaman ini dapat di tanam di tanah yang kering tanpa pupuk baik dipergunakan penutup tanah maupun pupuk hijau. Tanaman ini dapat tumbuh dengan menjalar atau merambat bentuk daun oval, trifoleat dan lebih runcing dibanding calopo.
2.      Calopogonium mucunoides
               Calopogonium mucunoides atau dalam sehari hari disebut dengan kacang asu. Kacang-kacang ini dapat tumbuh dengan menjalar maupun dengan membelit dengan ciri daun berbentuk oval setiap tangkainya terdapat tiga helai daun. Bunga tanaman ini berwarna ungu dan kecil
3.      Sesbania grandiflora
               Sesbania grandiflora (turi) berasal dari Srilanka. Perbanyakan tanaman ini dengan biji. Sesbania grandiflora dapat tumbuh pada dataran rendah atau dataran tinggi di bawah 1.200 m dengan curah hujan 2000 mm/tahun. Sesbania grandiflora merupakan tanaman semak yang bisa mencapai 5-10 m, tumbuh cepat di daerah tropis yang lembab. Tanaman ini juga bisa hidup ditempat-tempat yang agak teduh dan tanah kapur, ataupun tanah tandus. Tanaman ini bunganya besar dan berwarna putih tapi ada pula yang berwarna merah atau ungu. Sedangkan buahnya berbentuk polong yang panjang, daunnya majemuk , kecil-kecil dan bulat. Merupakan sumber vitamin dan mineral.
4.      Leucaena leucephala
               Tanaman ini mempunyai ciri-ciri tumbuh tegak berbentuk pohon dengan perakaran dalam dan daun kecil, bentuk lonjong dan bebunga seperti bola yang berwarna putih kekuning-kuningan. Tanaman ini tumbuh pada tanah berstrukur sedang sampai rendah, ketinggian pohon ini mencapai 10 m Tanaman ini tahan terhadap hujan, angin, kekeringan, tanah yang kurang subur dan berguna untuk menjaga kesuburan tanah serta erosi.
5.      Memosa pudica
               Tanaman ini mempunyai ciri-ciri tumbuh menjalar dan tipe daun paripinate dengan bentuk daun lonjong kecil. Memosa pudica mempunyai warna daun merah dengan tipe bunga berbentuk polongan  bulat dan warna bunga merah muda. Pada legum ini batang dipenuhi duri sehingga ternak susah untuk memakannya
6.      Memosa invisa
               Merupakan legume gulma dengan pertumbuhan yang sangat kuat, berdaun lebar dan memiliki anak – anak daun lunak yang mengandung protein cukup tinggi tetapi ternak tidak menyukai legume ini karena batangnya dipenuhi duri tajam melengkung sehingga ternak susah untuk memakannya.
7.      Glycine soya ( kedelai)
               Tanaman ini memmiliki ciri-ciri bentuk tubuh tegak dengan daun berbentu peripenate dan bentuk dan lonjong dengan warna merah. Bunga dari tanaman ini berbentuk bulat dengan warna ungu. Kedelai merupakan salah satu sumber protein nabati dengan kandungan 39%, dan 2% dari seluruh rakyat indonesia memperoleh sumber kalori dari kedelai, kedelai telah menjadi bagian makanan sehari-hari bangsa Indonesia  selama lebih dari 200 tahun dan diakui mempunyai niali gizi tinggi oleh dunia internasional. (Hernama, 1985). Kedelai dapat sebagai sumber makanan ternak dan bahan baku suatu industri yang dapat diolah menjadi minyak makan dan susu kedelai. Tanaman ini termasuk tanaman semusim yang dapat tumbuh baik pada jenis tanah dengan syarat drainase tanah cukup baik serta ketersediaan air cukup selama pertumbuhan tanaman, pH tanah yang baik untuk pertumbuhan adalah 6 – 6,5 atau 5,5 – 6,0. yang dapat diolah menjadi minyak makan dan susu kedelai
8.      Arachis hipogea
               Tanaman ini baik sekali ditanam pada ketinggian 0-3000 m diatas permkaan laut. Merupakan tanaman legum semak jika sudah berumur 1 tahun sudah mulai tumbuh pangkal yang bercabang, tinggi 0,6-0,9 m. Tanaman ini mempunyai ciri-ciri tubuh tegak dengan perakaran sebagai tempat menyimpan kelebihan energi yaitu sebai buah, batang naik pelan–pelan pada pangkalnya kerap kali berakar. Daun menumpu pada pangkalnya bersatu dengan tangkai daun, panjang 2–4 cm. Anak daun oval, memanjang / bulat telur terbalik, tumpul sampai terpancung, 1,5–8 kali, yang teratas yang terbesar. Bunga dalam bulir yang di ketiak, duduk, berbunga sedikit, masing – masing ketiak daun pelindung yang melipat double. Daun pelindung pada pangkal kelopak panjang dan sempit. Tabung kelopak berbentuk tangkai, tinggi 0,5–0,6 cm, tepi berupa selaput. Bendera bentuk lingkaran, kuning cerah, berurat ungu, diameter 1–1,5 cm, tunas jauh lebih pendek dari sayap kuning pucat.. Polongan memanjang tanpa sekat antara, kuning pucat, gundul, tidak terbuka panjang 2–7 cm. Merupakan legume pohon yang paling umum memiliki kandungan protein dan kecernaan tertinggi diantara semua legume, pada ujung daun dapat terserang kutu loncat.
9.      Phaseolus calcaratus
               Banyak ditanam di sawah dan ladang yang bertanah lembab dan cukup mendapatkan sinar matahari.Kacangan ini tumbuhhan perdu berbatang basah dengan ketinggian mencapai 3 m. Kacang hijau adalah tanaman bercabang tegak. Bunga berbentuk kupu dan berwarna kuning kehijauan dan kuning pucat. Sari bunga itulah terbentuk polongan yang berisi 10-15 biji. Kulitnya hijau berbiji putih dan sering dibuat kecambah atau toge. Daunnya ber berbetuk segitiga menyirip.
10.   Ashyomene ameicana
Ashyomene ameicana dapat tunbuh pada dataran tinggi dan dataran sedang Tanaman ini mempunyai ciri yaitu memiliki bunga berbentuk bulat dengan warna putih, bentuk daunnya peripinate dengan lonjongan kecil dengan tipe tumbuh menjalar. Ashyomene ameicana apabila dilihat secara senampang ampak sepeti tanaman putri malu, tetapi tanaman ini tidak mempunyai duri.
11.  Phithecolobium saman
Tumbuhan ini basannya hidup pada daerah yang mempunyai curah hujan yang sedang. Phithecolobium saman memiliki ciri yaitu tumbuhnya tegak , dengan daun mempunyai tipe daun yaitu peripinet, bentuk daunya yaitu lonjong dan memilliki bunga berbentuk bulat. Tumbuhan ini bisaanya ditanam dengan cara cankok maupun stek, tapi penyebarannya melalui biji. Daun tanaman ini bisa digunakan untuk makan hewan ternak dalam bentuk hijauan maupun dalam bentuk kering.
12.  Psopocarpus tetragonolobus
               Merupakan spesies menahun tetapi dapat ditahan selama 7 - 8 bulan dalam tipe pergiliran. Beberapa kultur adalah foto periodik dan harus diperhatikan dalam memilih varietas yang akan berbunga dengan baik. Tanaman ini berbintil banyak sekali dimanapun ia ditanam dan mungkin inilah factor yang menentukan tingginya kandungan protein suatu pencerminan penyematan notrogennya yang sangat kasar. Tanaman ini njuga diusahakan  sebagai tanaman menahun pada ketinggian  yang lebih tinggi. Pemberian air hanya perlu 1 kali / dua kali dalam seminggu pada tanah dengan jeluk perakaran yang baik. Tanaman ini sama sekali tidak toleran terhadap genangan air. Semua bagian tanaman dapat dimakan, termasuk akar dan daunnya, bijinya dapat digunakan seperti kacang buncis.
13.  Vigna sinensis
               Vigna sinensi dapat hidup pada tempat yang tinggi sedang maupun dataran rendah. Pada tempat yang lebih tinggi peiode berbuahnya panjang, sedang pada dataran rendah hasilnya bisa lebig tinggi daripada dataran tinggi. Kacang ini agak toleran tehadap variasi parameter – parameter (daerah hujan dan penyinaran matahari). Kacang panjang sebenarnya dapat ditanam di segala macam tanah, tetapi akan lebih baik bila ditanam pada lempung mineral daripada dalam gambut. Kacang panjang tidak memerlukan kapur kecuali jika tanahnya sangat masam, di tanah gambut yang pHnya di bawah 5,0 1 ton/ha per tahun dapat dianjurkan. Pemanenan di dataran rendah tropika dapat berlangsung setelah kira–kira 5 minggu. Penyakit yang paling berat adalah virus mosaik yang ditularkan oleh kumbang (beetle) dan menyebabkan gejala burik berat, distorsi dan nekrosis apical. Terjadi penurunan besar dari hasil bahkan kematian tanaman.


V. KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
      Dari praktikum Ilmu Tanaman Makanan Ternak dapat kami ambil beberapa kesimpulan yaitu:
1.     Terdapat berbagai jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan ternak yaitu dari tumbuhan bangsa rumput-rumputan (Graminoceae) dan dari  bangsa kacang-kacanagan (Leguminoceae).
2.    Rumput raja adalah rumput yang sangat baik untuk pakan ternak dan sangat cocok untuk dibudidayakan.
3.   Pada pengolahan rumput raja pertumbuhan paling baik adalah dengan penggunaan pupuk urea dengan hasil defoliasi diperoleh 1 kg, sedangkan hasil paling sedikit adalah pada tanaman tanpa menggunakan pupuk dengan hasil adalah 0,7 kg.
4.   Pada pemotongan bibit  dengan panjang 5 cm merupakan yang paling banyak hasilnya sedangkan pada pemotongan 10 cm merupakan yang kurang baik hasilnya.
5.  Penggunakan pupuk dan pemotongan batang merupakan salah satu cara meningkatkan produksi pakan.
6.      Rumput-rumputan merupakan pakan yang perlu diberikan kepada ternak ruminansia.
7.   Legume merupakan tanaman tambahan yang pelu diberikan pada ternak sebagai tambahan gizi.
8.  Pertumbuhan rumput raja sangat dipengaruhi oleh pupuk urea karena mengandung unsur nitrogen yang diperlukan tanaman dan tidak semua jenis rumput dapat digunakan sebagai pakan ternak, karena ada yang sebagian beracun dan berduri.

A.    Saran
                  Kami selaku praktikan mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbingan mata kuliah Ilmu Tanaman Makanan Ternak, yang mana telah mengajarkan kami berbagai pengetahuan dalam pemberian makanan pada ternak. Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada Co-assisten yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing kami dalam menyelesaikan praktikum ini. Kami berharap agar dari pihak  jurusan bisa menyediakan berbagai keperluan dalam praktikum Ilmu Tanaman Makanan ternak khususnya pada Hijauan pakan ternak. Maksud kami adalah agar pengurus jurusan bisa melengkapi koleksi tanaman yang akan digunakan dalam praktikum hijauan pakan ternak serta praktikan dan Co-assisten diharapkan lebih disiplin dalam melakukan praktikum demi kelancaran jalannya praktikum.


DAFTAR PUSTAKA

AAK. 1993. Hijauan Makanan Ternak. Kanisius. Yogyakarta
Anggorodi. 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum. Gramedia. Jakarta.
Anonious. 1983. Hijauan Makanan Ternak. Jakarta: AAK
Budiman, H dan Sjamsimar, D.1994. Hijauan Pakan Ternak. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Buletin Informasi Peternakan. 1982. Depatemen Pertanian. Ungaran
Juanda, dede.1994. Budidaya Tanaman Kacang Tanah di Lahan Kering. Departemen Pertanian. Ungaran
Kumurur, Veronica Adelin. 1998. Rumput Lansekap untuk lapanagn Olahraga, Taman, dan Areal Parkir. Penebar Swadaya. Jakarta.
Mcilroy. 1976. Pengantar Budidaya Padang Rumput Tropika. Pradriya Paramita. Jakarta.
Mcilroy, R. 1997. Penganter Budidaya Padang Rumput Tropika. Pradnya Pramita. Jakarta
Parrakkasi, Aminudin. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. UI. Jakarta
Rahayu, Estu dan Berlian, Nur.1994. Budidaya  Polong, Pucuk, dan Baby Kapri. Penebaran Swadaya. Jakarta
Reksohadiprodjo. Soedomo.1995. Pengantar Ilmu Peternakan Tropik. Gadjah Mada University. Yogyakarta.
Rismunandar. 1989. Mendayagunakan Tumbuhan Rumput. Sinar Baru. Bandung
Siegar, Handrian.1978. Budidaya TanamanPadi di Indonesia. Sastra Hudaya. Bogor
Soeprapto, 1989. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya. Jakarta
Soeprapto.1989. Bertani Kacang hijau. Penebar Swadaya. Jakarta
Syam, Mahyuddin, dkk. 1996.Kinerja Penelitian Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan perkembangan pertanian. Bogor
Tillman, A. D, Hari , H, Soedomo, R. S dan Soekanto, L. 1989. Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Williamson. G, Payne. 1993. Pengantar Peternakan di Daerah Tropis. UGM Press. Yogyakarta.

Untuk Versi Ms. WORD nya silahkan download di sini :
Download Laporan ITMT via 4shared

Terimakasih telah membaca artikel tentang Laporan Praktikum Ilmu Tanaman Makanan Ternak. Semoga Bermanfaat.

2 comments

wkwkwk. . . emang agan jg kuliah di peternakan jg po?
itu hasil praktikum ane gan. .

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon