Friday, March 3, 2017

Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing. Kutil banyak ditemui pada semua ternak terutama sapi, kuda, domba, kambing, babi, anjing, maupun kucing. Kutil (Cutaneous papillomatosis) merupakan tumor kulit yang berbentuk seperti bunga kol, disebabkan oleh Bovine Papilomavirus (BPV) type BPV-1, BPV-2, dan BPV-5 yang termasuk dalam famili Papovaviridae. Pada ternak sapi umur muda, kutil dapat ditemui pada sekitar leher.

Kerugian Akibat Penyakit Kutil
Infeksi kutil dapat merusak kulit ternak hampir pada seluruh permukaan kulit. Kerugian ekonomis akibat penyakit kutil ini adalah performa ternak sapi atau kambing menjadi tidak maksimal karena pertumbuhan kutil dipermukaan tubuh. Hal ini secara tidak langsung akan menurunkan nilai jual ternak tersebut. Lama kelamaan akan terdapat ektoparasit dan infeksi bakteri yang akan menurunkan daya tahan tubuh ternak. Apabila ternak tidak segera diobati akan menimbulkan kematian.
Penyebab Dan Cara Mengobati Kutil Pada Sapi dan Kambing

Penularan Kutil
Penularan kutil ini dapat melalui kontak langsung, pakan, penggunaan jarum suntik yang berulang dan peralatan kandang yang terkontaminasi ternak penderita. Kutil timbul akibat infeksi virus masuk melalui lesi atau abrasi kulit. Lesi kulit dapat terjadi akibat tatto sekitar telinga untuk ear tag, sekitar hidung akibat luka pemasangan bull leads (tali hidung), dan lesi akibat terkena kawat berduri. Virus masuk ke dalam jaringan epidermis kemudian memperbanyak diri (bereplikasi) pada basal sel epitel. Replikasi virus menyebabkan pertumbuhan epitel berlebihan.

Gejala klinis
Gejala klinis yang ditimbulkan sangatlah jelas dengan adanya kutil pada permukaan kulit dari ternak yang terserang (Meuten, 2002). Permukaan tumor ini agak kasar, seperti bunga kol, dan tidak menimbulkan rasa nyeri (Soeharsono et. al., 2010).

Pengobatan Kutil Secara Medis
Penyebaran penyakit dapat dikurangi dengan isolasi ternak penderita. Kutil dapat di angkat melalui pembedahan atau melalui diikat dengan benang jahit dibagian dasarnya, tergantung dari jumlah, tipe, ukuran dan lokasinya (Champness dan Hamilton, 2007). Selain dengan pembedahan dan pengikatan, kutil dapat disembuhkan dengan pembuatan autovaksin yang di injeksikan secara subcutaneous di daerah dekat dengan kutil. Berkurangnya kutil terjadi kira-kira tiga minggu setelah vaksinasi dan dalam enam minggu kutil secara spontan hilang dengan menunjukkan total kesembuhan. Setelah pengobatan, kutil pada sapi ini tidak tumbuh lagi (Sreeparvathy et. al., 2011)

Sebaiknya apabila ternak penyakit kutil segera pisahan dengan ternak yang lain pada kandang isolasi dan panggil petugas kesehatan untuk mengobatinya.


Sumber:
Champness, D., Hamilton. 2007. Warts on Cattle See http://www.dpi.vic.au. Depatment of Enviroment and Primary, Victoria, Australia.
Meuten, D.J. 2002. Tumor in Domestic Animals.  4th Edition. A Blackwell Publishing Commpany. Iowa State Press.
Soeharsono, Syafriati, T. dan Naipospos, T.S.P. 2010. Atlas Penyakit Hewan di Indonesia. Udayana University Press.
Sreeparvathy, M., Harish, C., and Anuraj, K.S. 2011. Autogenous Vaccination as Treatment Method for Bovine Papillomatosis. India Journal of Livestock Science 2:38-40.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon