Thursday, February 9, 2017

Tujuan dan Keuntungan Inseminasi Buatan Pada Ternak

Pengertian Inseminasi Buatan (IB) adalah usaha manusia (inseminator) dalam memasukkan sperma atau semen ke dalam saluran reproduksi betina dengan menggunakan alat inseminasi dengan tujuan agar ternak (Sapi, domba, kerbau dll) tersebut menjadi bunting. Dalam istilah ilmiahnya Inseminasi Buatan disebut Artificial Insemination (AI) dan Semen adalah mani yang berasal dari ternak pejantan unggul yang dipergunakan untuk kawin suntik atau inseminasi buatan.

Program IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan dan penentuan hasil inseminasi pada hewan/ ternak betina, bimbingan dan penyuluhan pada peternak. Dengan demikian pengertian IB menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan.

Tujuan dan Keuntungan Inseminasi Buatan Pada Ternak
Sumber gambar: vimeo.com

Tujuan Inseminasi Buatan
Tujuan perkawinan sapi dengan sistem inseminasi buatan adalah:
1. Meningkatkan mutu ternak lokal.
2. Mempercepat peningkatan populasi ternak.
3. Menghemat penggunaan pejantan.
4. Mencegah adanya penularan penyakit kelamin akibat perkawinan alam.
5. Perkawinan silang antar berbagai bangsa/ ras dapat dilakukan.

Keuntungan Inseminasi Buatan

Dalam kegiatan kawin suntik atau IB pada ternak ini memberikan beberapa keuntungan/ manfaat antara lain adalah:
  1. Menghemat biaya, dengan adanya inseminasi buatan peternak tidak perlu lagi memelihara pejantan sapi, sehingga biaya pemeliharaan hanya dikeluarkan untuk indukan saja.
  2. Menghewat waktu. Dimana untuk mengawinkan sapi, peternak tidak perlu lagi mencari sapi pejantan (bull), mereka cukup menghubungi inseminator di daerah mereka dan menentukan jenis bibit (semen) yang mereka inginkan.
  3. Dapat mengatur jarak beranak/ calving interval ternak dengan baik.
  4. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada ternak.
  5. Dapat memanfaatkan kemajuan teknologi yang baik sehingga sperma/ semen dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Jadi Semen beku ini masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan yang diambil semennya telah mati.
  6. Menghasilkan generasi baru anak bakalan penghasil daging yang berkualitas (ternak potong) dan meningkatklan produksi susu pada ternak perah betina.
  7. Perbaikan mutu genetik menjadi lebih cepat.
  8. Peternak dapat memilih jenis/ bangsa ternak yang diinginkan. Misalnya sapi Limousin, Simental, Peranakan Ongole, Brahman, Brangus, FH, Bali dan lain-lain).
  9. Berat lahir lebih tinggi dari pada hasil kawin alam. Hal ini karena semen yang digunakan berasal dari pejantan-pejantan unggul.
  10. Kemungkian pertumbuhan berat badan anak lebih cepat. karena dihasilkan hasil perkawian dari pejantan unggul.

Pelaksanaan IB dikatakan berhasil apabila induk ternak yang dilakukan IB menjadi bunting. Masa bunting/ periode kebuntingan sapi (gestation periode) yaitu jangka waktu sejak terjadi pembuahan sperma terhadap sel telur sampai anak dilahirkan. Menurut Toelihere (1981) periode kebuntingan sapi berkisar 280 sampai dengan 285 hari. Setelah melahirkan disebut masa kosong sampai sapi yang bersangkutan bunting pada periode berikutnya.

Demikian artikel tentang tujuan dilakukan inseminasi buatan serta tujuan dan manfaatnya. Semoga dapat bermanfaat bagi anda.