Tuesday, March 22, 2016

Cara Fermentasi Sekam Padi Untuk Pakan Ternak

Sekam padi merupakan lapisan keras yang meliputi kariopsis yang terdiri dari dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan. Pada proses penggilingan beras sekam akan terpisah dari butir beras dan menjadi bahan sisa atau limbah penggilingan. Dari proses penggilingan padi biasanya diperoleh sekam sekitar 20-30%, dedak antara 8- 12% dan beras giling antara 50-63,5% data bobot awal gabah. Sekam dengan persentase yang tinggi tersebut dapat menimbulkan problem lingkungan

Sekam padi mempunyai potensi menjadi bahan pakan ternak karena produksinya sangat tinggi, Penggunaannya tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, masih belum banyak dipergunakan untuk tujuan-tujuan lain yang lebih bernilai ekonomi sehingga hanya terbuang atau dibakar langsung, dan kontinuitas ketersediaan terjamin karena seiring dengan produk utamanya berupa beras yang merupakan kebutuhan pokok manusia.

Kendala utama dari sekam padi sebagai bahan pakan ternak yaitu nilai nutrisinya rendah, ditandai oleh kandungan serat kasar tinggi, protein dan energi rendah. Penggunaan sekam padi secara langsung atau sebagai pakan tunggal tidak dapat memenuhi asupan yang sesuai dengan kebutuhan ternak. Close dan Menke (1986), menyatakan rendahnya kecernaan sekam padi antara lain disebabkan oleh tingginya kandungan silika dan lignin serta adanya ikatan lignoselulosa, dan jika dikonsumsi oleh ternak akan sulit untuk dicerna bahkan dapat menimbulkan gangguan pencernaan dan produksi ternak. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan cara difermentasi terlebih dahulu.

Bahan pakan ternak yang mengalami fermentasi memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dari bahan asalnya. Hal ini disebabkan oleh sifat katabolik mikroorganisme yang mampu memecah komponen yang komplek menjadi komponen yang lebih sederhana sehingga mudah dicerna. Dilaporkan juga bahwa proses fermentasi pada kulit biji-bijian akan merombak struktur jaringan kimia dinding sel, pemutusan ikatan lignoselulosa dan lignin. Pangestu (1997) menyatakan bahwa kandungan serat kasar dan karbohidrat dalam bahan pakan yang difermentasi menurun secara nyata, dan sebaliknya kandungan protein dan energinya meningkat.
 
Sekam Padi Untuk Pakan Ternak
 
Fermentasi Sekam Padi Dengan EM4. 
Bahan-bahan yang disipakan adalah:
1. Sekam padi 2,5 Kg
2. Dedak kasar jagung 2,5 Kg
3. Gula aren 250 gr
4. Larutan EM4 25 ml
5. Air untuk pelarut 2500 ml

Cara Membuat Fermentasi Sekam Padi Dengan EM4.
1. Gula aren dihaluskan terlebih daulu kemudian dilarutkan dengan air dan dihomogenkan.
2. Larutan gula aren dicampur dengan EM4 dan dihogenkan.
3. Sekam padi dan dedak kasar jagung dicampur sampai rata.
4. Campuran sekam padi dan dedak kasar tadi ditambahkan Larutan gula aren dan EM4.
5. Kemudian simpan ditempat yang kedap udara, bisa didalam tong ataupun wadah lain.
6. Setelah 1-2 minggu, sekam padi fermentasi telah jadi
7. Sebelum diberikan kepada ternak di angin-anginkan terlebih dahulu dan perlu dicampur bahan pakan yang lain karena sekam padi fermentasi saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan ternak.

Kandungan Nutrisi Sekam Padi Fermentasi
Kandungan Nutrisi Sekam Padi Fermentasi
Sumber: Chandra et. al., (2013)
Pada Tabel terlihat, sekam padi yang difermatsi dengan EM4 menghasilkan peningkatan protein dari 1,92% menjadi 2,67 %. Terjadi penurunan kadar serat kasar dari 37,33% menjadi 13,02%, dan menghasilkan peningkatan kadar energi yaitu dari 302,33 KKal/Kg menjadi 375,62 KKal/Kg

Sumber:
Chandra T., V. G kereh, I. M. Untu dan B. W. Rembet. 2013. pengayaan nilai nutritif sekam padi berbasis bioteknologi “effective microorganisms” (EM4) sebagai bahan pakan organik. Fakultas peternakan universitas sam ratulangi manado, jurnal zootek (“zootek”journal), vol.32 no. 5: 158–171
www.litbang.pertanian.go.id/