Friday, January 22, 2016

KUALITAS DAN KANDUNGAN NUTRISI TEPUNG IKAN

Tepung ikan merupakan tepung yang diperoleh dari penggilingan ikan dan termasuk bahan essensial yang sangat diperlukan untuk campuran pakan ternak sebagai sumber protein untuk mempercepat pertambahan berat badan. Mutu tepung ikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain jenis dan kesegaran ikan dan teknik atau cara pengolahannya. Mutu tepung ikan dapat dinilai secara fisik, kimia, mikrobiologi. Secara fisik, kriteria yang dinilai adalah bentuk dan keseragaman ukuran partikel tepung. Penilaian secara kimiawi dilakukan dengan mengukur kandungan protein, lemak, air dan abu. Secara mikrobiologi, tepung ikan harus terbebas dari bakteri patogen seperti Salmonella dan kapang. Tepung ikan yang bermutu baik harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: mempunyai butiran yang seragam, bebas dari sisa-sisa tulang dan benda-benda asing lainnya.

Sumber: janathafishmeal.com

Berdasarkan The International Association of Fish Meal Manufacture (Donald et al., 1981) dinyatakan bahwa kualitas tepung ikan dapat dibagi menjadi empat golongan, sebagai berikut:
  1. Kandungan protein tinggi yaitu mengandung protein lebih dan 680 g/kg dan kurang dan 90 g minyak/kg. 
  2. Kandungan protein reguler yaitu mengandung protein antara 640-679 g/kg dan kandungan minyak cukup banyak yaitu 130 g/kg.
  3. Protein regular dengan kandungan minyak rendah yaitu 640-679 g protein/kg dan kandungan minyak 60 g/kg.
  4. Protein standar yaitu kandungan protein 600-639 g/kg.
Tepung ikan yang dipasarkan memiliki protein kasar 65%, tetapi dapat bervariasi dari 57-70% tergantung pada spesies ikan yang digunakan (Maigualema dan Gernet, 2003). Menurut Jassim (2010) komposisi kimia tepung ikan, yaitu protein kasar 60%, kadar air 2,5%, lemak 2,54%, dan kadar abu 1,2%. Di samping mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, tepung ikan juga merupakan sumber mineral, misalnya kandungan unsur kalsium yang cukup tinggi yaitu 80 g/kg, kemudian fosfor 35 g/kg dan juga sejumlah mineral lainnya seperti magnesium, besi dan iodin. Kemudian tepung ikan juga sebagai sumber vitamin misalnya vitamin B komplek, khususnya koline, B-12 dan riboflavin (Donald et al., 1981). Pencampuran tepung ikan ke dalam pakan ternak dilakukan ketika pemberian pakan pada hewan usia muda, yaitu mempercepat pertumbuhan pada tahap awal dan tahap akhir sehingga menaikkan berat badan yang biasanya dicampurkan dalam pakan sekitar 3-10%

Sumber:
Donald, P., R. Edwards, And J. Greenhalgh. 1981. Animal Nutrition. 3rd Ed. Longman, London.
Jassim, J.M. 2010. Effect of using local fish meal (Liza abu) as protein concentration in broiler diets. J. Poultry Sci., 9(12):1097-1099.
Maigualema, M.A. and A.G. Gernet. 2003. The effect of feeding elevated levels of Tilapia (Oreochromus niloticus) by product meal on Broiler performance and Carcass characteristics. J. Poultry Sci., 2:195:199.
Yuningsih. 2002. Kualitas Tepung Ikan Sebagai Campuran Pakan Unggas Dan Gambaran Toksisitasnya. Balai Penelitian Veteriner, P. 0. Box 52, Bogor. Wartazoa Vol. 12 No. 3