page hit counter -->

LAPORAN FISIOLOGI TERNAK PEMBEKUAN DARAH

Darah merupakan unsur penting dalam tubuh kita. Tiap-tiap komponen darah mempunyai fungsi masing-masing. Salah satu komponen darah yang sangat penting dalam pembekuan darah yaitu trombosit. Dalam pembekuan darah yang diperlukan adalah ion Ca2+. Kita tidak bisa membanyangkan jika tidak terjadi proses pembekuan darah yang pembuluh darahnya pecah atau sobek, tentu darah akan memancar terus-menerus dan bisa kehilangan darah, padahal kita tahu betapa pentingnya darah bagi tubuh kita. Trombin merupakan komponen dalam hal pembekuan darah yang tidak dalam pembuluh darah normal, tetapi protrombin yang kemudian diubah menjadi zat aktif trombin oleh kerja trombokinase. Dapat diambil pengertian bahwa trombokinase atau tromboplastin adalah zat yang dilepaskan ke darah di tempat yang luka. Hal ini terbentuk karena terjadi kerusakan pada trombosit yang selama ini ada garam kalsium dalam darah, dengan mengubah protrombin menjadi trombin sehingga terjadi penggumpalan darah.
Pembekuan darah adalah suatu mekanisme untuk mengubah protein terlarut, dari fibrinogen menjadi fibrin. Sedangkan waktu beku diartikan sebagai waktu yang diperlukaan untuk perubahan ini. Lama-kelamaan akan terjadi koagulasi/pembekuan darah yang menyerupai jeli. Proses ini yang mengikat sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
LAPORAN FISIOLOGI TERNAK PEMBEKUAN DARAH
Apabila jumlah darah berkurang, tentu saja akan mengganggu proses metabolisme yang ada dalam tubuh. Proses pembekuan darah pada dasarnya merupakan suatu mekanisme untuk mengubah protein darah terlarut, yaitu fibrinogen menjadi protein darah tak larut yaitu fibrin. Jadi pross pembekuan darah ini dimulai dari pecahnya trombosit dan diakhiri dengan terbentuknya jala fibrin. Sedangkan waktu yang diperlukan untuk perubahan ini disebut waktu beku darah atau koagulasi darah. Jendalan darah yang terbentuk pada proses ini terdiri atas filamen-filamen.
A.  Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum Dasar Fisiologi Ternak tentang Pembekuan Darah ini adalah menentukan waktu beku darah pada beberapa hewan percobaan. Hewan percobaan dalam praktikum pembekuan darah ini diantaranya kelinci, marmot, ayam, dan burung merpati.
B.  Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum Waktu Pendarahan untuk hewan percobaan kelinci, marmot, ayam, dan burung merpati, dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 1 April 2006 pukul 09.00-12.30 WIB bertempat di Laboratorium Produksi Ternak Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

TINJAUAN PUSTAKA
Bila pembuluh darah dipotong atau dirobek, sangat penting untuk menghentikan keluarnya darah dari sistem sebelumnya berakhir dengan kegoncangan atau kematian. Pemadatan atau pembekuan darah mampu menghentikan semua pendarahan ini, kecuali pada pembuluh darah yang rusak, keping darah melekat pada permukaan dalam dinding pembuluh tersebut. Pembuluh darah dan sel-sel rusak di daerah ini melepaskan bahan bersifat lemak yang diaktifkan oleh protein-protein tertentu (faktor pembekuan) di dalam darah membentuk 'trombopastin' (Kimball, 1994).
Pembekuan darah atau penggumpalan darah disebut juga koagulasi, terjadi apabila darah ditempung dan dibiarkan begitu saja. Akan terjadilah suatu massa yang menyerupai jeli, yanng kemudian menjadi massa yang memadat dengan meninggalkan cairan jernih, yang disebut serum darah. Gumpalan darah merah, sel darah putih dan platelet. Platelet mengandung epinefin, norepinefin, dan serotonin yang kesemuanya dapat digunakan untuk merangsang timbulnya agregasi platelet (Frandson, 1992).
Praktikum di dalam hemostatis intra vaskuler (penggumpalan di dalam pembuluh) adalah pembentukan platelet plug. Tatkala platelet di dalam darah berada kontak dengan serabut elastin membesar dan berlangsunglah proses yang disebut metamorfosis vikosa (transformasi) dimana platelet itu menjadi lengket karena adanya perubahan pada permukaan membrannya. Pada saat itu disekresikan pula ADP yang membantu  pembentukan metamorfosis platelet yang lain di daerah itu sehingga timbul perikatan satu sama lain (Frandson, 1992).
Hemostatis pada semua hewan menyangkut penutupan sementara pembuluh darah yang diikuti dengan pembentukan sumbat dengan kontraksinya menyatukan jaringan yang luka sampai terjadi penyembuhan. Pada hewan yang mempunyai sistem peredaran darah tertutup, reflek saraf menyebabkan konstriksi atau penyempitan pembuluh darah kecil yang rusak dan dengan demikian mengurangi aliran darah. Penyempitan sementara pembuluh darah pada sebagian besar hewan dapat juga terjadi dengan mengelompoknya sel-sel darah dalam pembuluh yang bersatu dengan limfe. Pada vertebrata tingkat rendah, sel-sel yang mengelompok disebut trombosit tetapi pada mamalia peran ini dimainkan oleh keping-keping darah (Villee et. al., 1988).
Fungsi biokimia vitamin K di dalam pembekuan darah ini ditentukan vitamin K yang diperlukan untuk pembentukan yang baik protein plasma darah protrombin, suatu prekusor inaktif trombin yaitu yang mengubah protein fibrinogen plasma darah menjadi fibrin yang merupakan protein serat yang larut yang menggabungkan gumpalan darah bersama-sama. Protrombin itu sendiri harus berikatan dengan ion Ca2+ sebelum dapat diaktifkan menjadi trombin (Lehninger, 1990).
Kerja mekanisme pembekuan darah in vivo ini diimbangi oeh reaksi-reaksi pembatas yang tidak mengelami cidera dan mempertahankan darah berada dalam keadaan yang selalu cair. Penting ditekankan bahwa keseimbangan diantara banyak sistem yang kompleks dan saling berkaitan harus dipelihara untuk mencegah pendarahan sambil mencegah pembekuan atau koagulasi intra vaskuler. Faktor-faktor yang terlibat antara lain endothelium pembuluh darah dan kolagen yang melapisi di bawahnya (Ganong, 1993).

MATERI DAN METODE
A.  Materi
1.  Alat
a.   Jarum pentul
b.   Alkohol 70 %
c.   Stopwatch
d.   Kapas
e.   Kertas tissue
2.  Bahan
a.   Kelinci
b.   Marmot
c.   Ayam
d.   Burung merpati
B.  Metode
1.  Mencari pembuluh darah dari hewan percobaan (melihat kembali acara waktu pendarahan no. 1).
2.   Membersihkan dengan alkohol 70 % bagian yang akan ditusuk pembuluh darahnya.
3.   Menusuk bagian pembuluh darah dengan jarum pentul yang steril dan dicatat waktunya saat darah keluar.
4.   Memindahkan pada kaca objek satu atau dua tetes darah.
5.  Menusuk ke dalam tetesan darah dan mengangkatnya perlahan-lahan dengan menggunakan jarum pentul.
6. Melakukan penusukan tersebut setiap 30 detik, sampai benang fibrin terlihat saat pengangkatan jarum dan mencatat waktu benang-benang fibrin terlihat jelas.
7.   Mengulangi sebanyak tiga kali dan hasilnya dirata-rata.
8.  Waktu dimulai darah keluar dari pembuluh darah sampai terbentuknya benang fibrin disebut koagulasi darah.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan
Tabel 4.1 Hasil pengamatan lamanya waktu pembekuan darah pada hewan percobaan
No.
Waktu pembekuan darah (detik)
Kelinci
Marmot
Ayam
Burung merpati
1.
2.
3.
84
78
67
90
72
87
110
80
105
160
180
170
x
76,3
83
98,3
170
      Sumber data : Laporan sementara
B.  Pembahasan
Pada percobaan ini, kita telah menghitung waktu penggumpalan atau pembekuan darah. Waktu pembekuan darah dihitung mulai saat darah keluar sampai pendarahan terhenti. Pada hewan percobaan kelinci dan marmot dipilih pada bagian auricula (daun telinga), sedangkan pada ayam dan burung merpati dipilih pada bagian ekstrimitas pectoralisnya. Pemilihan bagian ini dikarenakan pembuluh darah yang akan ditusuk terlihat jelas.
Proses pembekuan ini akan berakhir jika benang-benang fibrin telah terbentuk. Jadi kita akan menghitung waktu pada saat darah keluar hingga benang-benang fibrin terlihat. Pada percobaan tersebut didapat waktu rata-rata pembekuan darah masing-masing hewan percobaan. Waktu pembekuan untuk kelinci 76,3 detik, marmot 83 detik, ayam 98,3 detik, dan burung merpati 170 detik. Sedangkan waktu pembekuan darah untuk ukuran normal pada kelinci, marmot, ayam, dan burung merpati secara berturut-turut adalah 123  detik ; 150 detik ; 150 detik ; dan 150 detik (Akoso, 1993).
Lamanya waktu pembekuan darah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, jumlah trombosit, ada tidaknya ion kalsium dalam darah, adanya enzim trombokinase, dan besar kecilnya pembuluh darah yang terluka atau rusak. Dalam percobaan pembekuan darah ini didapatkan waktu pembekuan yang paling cepat yaitu pada kelinci 76,3 detik, hal ini terjadi karena ukuran tubuh dan pembuluh darah yang ditusuk hanya kecil. Sedangkan waktu pembekuan darah yang terlama adalah pada burung merpati 170 detik hal ini terjadi karena ukuran tubuh dan pembuluh darah yang ditusuk besar.
Dalam pembekuan darah, trombokinase berfungsi untuk mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan ion kalsium (Ca2+) dalam darah. Kemudian trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Dengan terbentuknya fibrin tersebut maka darah sudah menggumpal dan menutup luka sehingga darah berhenti keluar. Trombokinase tersebut hanya terbentuk apabila ada trombosit yang pecah atau rusak saja.

KESIMPULAN
Dari hasil percobaan dan pengamatan Pembekuan Darah yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.  Waktu pembekuan darah rata-rata pada kelinci 76,3 detik ; marmot 83 detik ; ayam 98,3 detik ; dan burung merpati 170 detik.
2.  Waktu pendarahan tercepat terjadi pada kelinci 76,3 detik dan yang terlama terjadi pada burung merpati 170 detik.
3.  Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan diantaranya adalah jumlah trombosit, ada tidaknya ion kalsium dalam darah, adanya enzim trombokinase, dan besar kecilnya pembuluh darah yang terluka atau rusak.

DAFTAR PUSTAKA
Akoso, Budi Tri. 1993. Manual Kesehatan Unggas. Kanisius. Yogyakarta.
Frandson, R.D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Edisi keempat. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Ganong, R.D. 1993. Buku AjarFisiologi Kedokteran. Edisi 17. Alih bahasa jauhari Widjaja Kusuma. Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 
Kimball, J.W. 1994. Biologi. Edisi kelima. Institut Pertanian Bogor. Bogor.Lehninger. 1990. Histologi Umum.. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Villee, A. Claude, Walker dan Barnes. 1988. Zoologi Umum. Erlangga. Jakarta.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel