Wednesday, November 26, 2014

SISTEMA RESPIRATORIUM PADA SAPI

Respirasi adalah proses kimia dan fisika dalam organisme menyangkut pertukaran gas dengan lingkungannya. Gas yang dipertukarkan prinsipnya antara oksigen dari udara dan karbondioksida dari tubuh keudara sekitarnya. Oksigen dari udara dibutuhkan oleh tubuh untuk metabolisme oksidatif, sedangkan karbondioksida merupakan produk akhir yang harus dikeluarkan. Bertahan hidup individu hanya terjadi bila didalam jaringan tubuh konsentrasi kedua gas tersebut ada dalam konsentrasi dan keseimbangan yang tepat. Respirasi bukan hanya sekedar bernafas, namun menyangkut dua proses yang berbeda yakni (1) Proses masuknya udara luar ke paru-paru dan proses keluarnya udara dari paru-paru ke luar tubuh dan (2) Proses pengambilan oksigen dari paru-paru oleh darah dan di keluarkanya karbondioksida dari darah ke paru-paru. Proses pertama disebut respirasi eksterna dan proses yang kedua disesub ekspirasi interna. Kedua kegiatan ini menyangkut pertukaran gas dan lebih dan sering dikenal sebagai kegiatan aerobik. Respirasi semacam ini merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada ternak agar tubuh mampu mengubah makanan menjadi energi (Soeharsono, 2010).

Udara atau gas yang masuk (inspirasi) dan udara yang keluar (ekspirasi) pada saluran pernafasan disebut volume tidal. Respiration rate adalah jumlah inspirasi dan ekspirasi yang dilakukan dalam setiap menitnya. Volume tidal dan respiration rate (frekuensi pernafasan) akan menghasilkan volume pernafasan per menit (minute volume). Pernafasan yang lebih dangkal akan menurunkan volume tidal dan pernafasan yang dalam akan meningkatkan volume tidal (Ganong, 2002).

Sistem pernafasan mempunyai fungsi utama menyediakan oksigen (O2) untuk darah dan mengambil karbondioksida dari dalam darah. Oksigen merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan ternak. Fungsi dari sistem respirasi ini adalah Melebabkan udara bila kering, menyaring udara bila berdebu, dan menampung debu di dalam saluran pernafasan. Sistem pernafasan ini terdiri dari cavum nasale, pharinx, larinx, trachea, bronchus dan pulmo (Mukhtar, 2006).

SISTEMA RESPIRATORIUM PADA SAPI

KETERANGAN :
a. Cavum nasale
Cavum nasale merupakan rongga hidung yang menyatu dengan moncong berupa kulit yang mengelilingi nostril dan bersambungan. Moncong pada sapi memiliki bagian yang tidak berambut, dan mempunyai banyak kelenjar keringat.

b. Pharynx
Pharynx merupakan jalur persimpangan yang membagi antara jalur makanan dan jalur udara, sehingga dalam keadaan normal udara tidak dapat dihirup pada saat makan namun bergantian pada saat makanan ditelan, misalkan pada manusia pada saat makan dan berbicara akan tersedak karena pada saat makan jalur persimpangan pharynx pada jalur makanan dan udara terbuka semua. Pharynx dibagi menjadi tiga bagian yaitu bagian nasal yang berhubungan dengan rongga nasale, bagian oral yang nerhubungan dengan rongga mulut, bagian ralingeal yang berhubungan dengan larynx.

c. Larynx
Larynx merupakan kotak suara yang mengatur dan mengontrol proses inspirasi dan proses exspirasi. Larynx atau voice box berfungsi menghalangi benda asing yang agar tidak masuk kedalam,di dalam voice box sebagai pembentukan suara dan juga mengatur udara inspirasi (penghirupan udara) dan exspirasi (penghembusan udara).

d. Trachea
Trachea merupakan sambungan dari larynx yang terdiri dari suatu tabung yang tak dapat mengempis, yang terbentuk oleh suatu seri cincin kartilago yang berdekatan, dan yang tidak lengkap pada daerah dorsalnya. Trachea bergerak ke arah caudal sampai sejauh dasar jantung, kemudian terbagi menjadi dua bronki utama yaitu sebuah untuk paru-paru. Panjang trachea pada sapi kurang lebih 75 cm dan diameter rata-ratanya 6-7 cm.

e. Broncus
Bronchus merupakan percabangan pada trachea yang masing-masing menuju ke pulmo. Dua buah bronki utama masing-masing masuk ke pulmo dekster dan sinister. Di dalam pulmo bronki bercabang-cabang lagi menjadi cabang-cabang kecil. Percabangan yang paling kecil disebut bronkiola, yang terdiri dari beberapa tingkatan yaitu: bronchiola intralobolar, bronchiola terminal, bronchiola respiratoris. bronchiola respiratoris bercabang menjadi ductus alveolar, yang berakhir pada kantong alveolar.

f. Pulmo
Pulmo atau paru-paru merupakan organ respirasi vital yang berbentuk dari sepasang ruangan kanan dan kiri dan memiliki banyak alveoli di dalamnya. Paru-paru dari kebanyakan spesies terbagi menjadi beberapa lobus (lubang) pada bagian ventralnya. Pada sapi, biri-biri, dan babi, paru-paru yang kiri terbagi menjadi tiga yaitu: lobus apicalis, lobus cardiacus, lobus diapragmatica.

Pengamatan yang dilakukan pada tanggal 3 oktober 2012 pukul 10:00-12.00 wib, mengamati preparat awetan organ pernafasan yaitu paru-paru dapat dilihat saluran pada paru-paru secara lebih jelas. Dengan mengamati preparat awetan secara langsung yaitu organ pernafasan dapat terlihat jelas bentuk yang sebenarnya dan lebih mengerti tentang saluran-saluran yang di lewati dalam proses pernafasan secara lebih jelas. Dari pengamatan tersebut dapat diambil pengertian bahwa pernafasan merupakan proses menghirup atau mengambil oksigen (O2) dari udara bebas dan mengeluarkanya dalam bentuk karbondiokasida (CO2). Pada proses pernafasan juga terjadi proses metabolisme karena oksigen yang di hirup dari udara akan melalui seluruh tubuh ikut bersama aliran darah. Organ pernafasan merupakan alat vital pada makhluk hidup terutama pada mamalia.

DAFTAR PUSTAKA
Mukthar, Ashry. 2006. Ilmu Produksi Ternak Perah. UNS Press. Surakarta.
Soeharsono. 2010. Fisiologi Ternak. Widya Padjajaran. Bandung.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon