Sunday, November 16, 2014

PORTOFOLIO RUMAH POTONG AYAM (RPA)

Rumah Potong Hewan adalah komplek bangunan dengan disain dan konstruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higienis tertentu serta digunakan  sebagai tempat memotong hewan (sapi / kerbau / domba / kambing) bagi konsumsi masyarakat umum. Rumah Potong Unggas adalah komplek bangunan dengan disain dan konstruksi  khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higienis tertentu serta digunakan sebagai tempat memotong Unggas atau ayam bagi konsumsi masyarakat umum.
Tujuan pemotongan unggas adalah untuk memenuhi kebutuhan daging unggas khususnya ayam bagi masyarakat. Dalam penyediaan daging ayam tersebut pada umumnya dilakukan melalui rumah potong unggas (RPU) atau rumah potong ayam (RPA), baik yang terkoordinir maupun yang tidak terkoodinir oleh pemerintah. Dalam penyediaan daging tersebut harus memenuhi persyaratan aman dan layak untuk dikonsumsi. Di Indonesia sendiri dalam penyediaan daging harus memenuni persyaratan Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
A.    Proses pemotongan unggas
Secara Umum Proses Pemotongan ;
1.      Penanganan ayam sebelum pemotongan
2.      Pemeriksan antemortem
3.      Pemotongan ayam
4.      Pemeriksaan postmortem
5.      Penanganan karkas/daging ayam
1.      Penghentian Pemberian Pakan Dan Obat, bertujuan :
a.       Mendapatkan daging yang aman, sehat dan bebas dari residu obat
b.      Penghentian pemberian pakan dilakukan 8 jam sebelum ayam disembelih.
c.       Penghentian pemberian obat  maksimal 7 hari sebelum ayam disembelih
2.      Penanganan Hewan Sebelum Pemotongan
a.       Hewan ditransportasikan dengan baik
b.      Hewan diperiksa kesehatannya (pemeriksaan antemortem) oleh Dokter Hewan atau Tenaga Kesehatan Hewan yang berwenang
c.       Hewan diistirahatkan (1-3 jam) sebelum pemotongan
d.      Hewan dipuasakan tetapi tetap diberi minum
e.       Hanya hewan sehat yang boleh disembelih
3.      Penerimaan Ayam, bertujuan :
a.       Mendapatkan ayam yang sehat dan sesuai standar (tidak cacat, tidak memar dan tidak patah sayapnya)
b.      Titik berat pada Animal Welfare
Tempat penerimaan,keranjang dan kendaraan harus bersih
Pastikan ayam sudah dipuasakan dengan pemeriksaan ingluvies
4.      Pemeriksaan ante mortem, bertujuan :
a.       Memperoleh ayam yg cukup istrahat
b.      Mengnhindari penyembelihan ayam sakit
c.       Informasi awal pemeriksaan postmortem
d.      Kondisi ayam tidak mengalami penyimpangan
5.      Penanganan Hewan Saat Pemotongan
a.       Hewan ditangani dengan baik dan manusiawi (hewan jangan disiksa dan disakiti)
b.      Pemotongan dilakukan dengan mengikuti syariat Islam (Pemotongan HALAL)
c.       Biarkan darah keluar sampai habis dan jangan lakukan apapun terhadap hewan;  lakukan proses selanjutnya setelah hewan benar-benar mati
6.      Pemotongan dengan pemingsanan, bertujuan :
a.       Membuat ayam tidak sadar è mengurangi rasa sakit
b.      Mempermudah proses penyembelihan
c.       Mengurangi kepakan sayap è bintik darah pd karkas
d.      Mempercepat proses pengeluaran darah
7.      Penyembelihan Halal (Halal System), persyaratan :
a.       Petugas beragama islam, dewasa, dan berakal sehat
b.      Membaca basmalah sebelum penyembelihan
c.       Pisau harus tajam,
d.      Dilakukan pada pangkal leher èmemutuskan saluran dengan sekali sayatan :
1)      pernafasan (trakea/hulkum),
2)      Saluran makan (esofagus/marik)
3)      2 Urat nadi leher/pembuluh darah kiri dan kanan (wadajain)
e.       Setelah pemotongan dilakukan pentirisan darah (bleeding time) selama 2-3 menit
8.      Perebusan (Scalding), bertujuan :
a.       Untuk mempermudah pencabutan bulu
b.      Pastikan ayam dalam keadaan mati ketika dimasukkan kedalam scalder
c.       Suhu air : 60-65ºC selama ± 1,5 menit atau 52,5OC untuk mempertahankan epidermis
d.      Pastikan kualitas air yang digunakan
9.      Pencabutan Bulu, bertujuan :
a.       Mendapatkan daging ayam yang bersih dari bulu
1)      Kontrol air pada proses pencabutan bulu
2)      Lama pencabutan bulu 30 detik.
10.  Eviscerating (Pengeluaran Organ Dalam), bertujuan :
a.       Untuk membersihkan daging dari organ dalam.
1)      Kaki dipotong pada Hock Joint.
2)      Kepala dan leher dipotong sesuai permintaan.
3)      Seluruh organ dalam dikeluarkan dengan sempurna.
11.  Pencucian, bertujuan :
a.       Mendapatkan karkas yang bersih.
1)      Seluruh peralatan dan air yang digunakan harus bersih.
2)      Temperatur air maksimal 10ºC.
3)      Kadar Klorin 20 – 30 ppm.
4)      Pastikan rongga dada dan perut bersih dari lemak,darah, oesophagus, dan trachea.
12.  Prechilling Dan Chilling, bertujuan :
a.       Mendinginkan karkas
1)      Suhu air maksimal 2ºC dengan kadar klorin 20 – 30 ppm.
2)      Suhu daging setelah proses maksimal 4ºC.
13.  Cut Up & Trimming Carcass, bertujuan :
a.       Menghsilkan potongan karkas yang sesuai standar
1)      Karkas yang telah dipotong-potong dibersihkan dari sisa paru-paru, ginjal, kulit dan lemak.
2)      Karkas direndam kembali di air dengan suhu maksimal air 2ºC.
3)      Pastikan temperatur daging sesuai standar.
14.  Pengemasan Dan Pemberian Label
a.       Suhu karkas sebelum dikemas maksimal 4ºC.
b.      Pengemasan menggunakan plastik Poly Ethylene.
c.       Setelah itu dilakukan pelabelan sesuai kebutuhan.
d.      Produk yang telah dikemas diletakkan dalam krat berventilasi/krat terbuka.
15.  Penyimpanan Dan Pengiriman
a.       Temperatur ruangan/boks pengiriman (-4) – 0ºC, sehingga tercapai suhu produk maksimal 4ºC.
b.      Penyimpanan menggunakan suhu -4oC untuk ayam segar dan -18oC untuk ayam beku.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon