Saturday, November 8, 2014

Pengertiaan Fungsi Dan Penyalahgunaan Formalin


I. PENDAHULUAN

Senyawa kimia formaldehida (juga disebut metanal, atau formalin), merupakan aldehida dengan rumus kimia H2CO, yang berbentuknya gas, atau cair yang dikenal sebagai formalin, atau padatan yang dikenal sebagai paraformaldehyde atau trioxane. Formaldehida awalnya disintesis oleh kimiawan Rusia Aleksander Butlerov tahun 1859, tapi diidentifikasi oleh Hoffman tahun 1867.Pada umumnya, formaldehida terbentuk akibat reaksi oksidasi katalitik pada metanol. Oleh sebab itu, formaldehida bisa dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon dan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau. Dalam atmosfer bumi, formaldehida dihasilkan dari aksi cahaya matahari dan oksigen terhadap metana dan hidrokarbon lain yang ada di atmosfer. Formaldehida dalam kadar kecil sekali juga dihasilkan sebagai metabolit kebanyakan organisme, termasuk manusia.
Pengertiaan Fungsi Dan Penyalahgunaan Formalin


Formalin kerap digunakan sebagai pengawet produk-produk pangan maupun nonpangan karena sifatnya yang mampu membunuh kuman.Namun, jika penggunaannya melewati ambang batas, formalin dapat membahayakan kesehatan tubuh. Banyak cara yang dilakukan para produsen makanan serta produk nonpangan untuk mengawetkan hasil produksi mereka. Salah satunya menggunakan senyawa formalin atau formaldehida.Sebenarnya penggunaan formalin sebagai bahan pengawet telah lama diterapkan.Namun, karena hal itu berdampak buruk pada kesehatan, pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan No 1168/1999, memasukkan formalin ke 10 bahan tambahan yang dilarang.

Ironisnya, di lapangan peraturan tersebut belum berjalan efektif.Buktinya, hingga saat ini penggunaan formalin sebagai bahan tambahan pengawet berbagai produk masih marak.Banyak kalangan tetap menggunakan formalin sebagai bahan pengawet dengan dalih produk-produk yang dihasilkan memiliki daya tahan lebih lama dan tampilannya lebih menarik.

Setelah marak dibicarakan tentang formalin pada tahu dan ikan, akhir-akhir ini ditemukan beberapa kasus penggunaan formalin pada daging.Daging berformalin ini beredar di pasar-pasar.Secara umum formalin banyak ditemukan pada daing ayam dan jerohan sapi.Berdasar hal tersebut maka penggunaan formalin harus diwaspadai demi kesehatan masyarakat.

II. PEMBAHASAN

A.    Penggunaan Formalin
Formalin adalah nama dagang larutan formaldehid (HCHO dan CH3OH)dalam air dengan kadar 30-40 persen. Di pasaran, formalin dapat diperoleh dalam bentuk sudah diencerkan, yaitu dengan kadar formaldehidnya 40, 30, 20 dan 10 persen serta dalam bentuk tablet yang beratnya masing-masing sekitar 5 gram. Larutan formalin ini tidak berwarna dan baunya sangat menusuk.Di dalam formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam air.Biasanya ditambahkan metanol hingga 15% sebagai pengawet.

Formalin merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 10-40% dari formaldehid.Bahan ini biasanya digunakan sebagai antiseptic, germisida, dan pengawet. Formalin mempunyai banyak nama kimia diantaranya adalah : Formol, Methylene aldehyde, Paraforin, Morbicid, Oxomethane, Polyoxymethylene glycols, Methanal, Formoform, Superlysoform, Formic aldehyde, Formalith, Tetraoxymethylene, Methyl oxide, Karsan, Trioxane, Oxymethylene dan Methylene glycol. Di pasaran, formalin bisa ditemukan dalam bentuk yang sudah diencerkan, dengan kandungan formaldehid 10-40 persen.

Dalam industri, formaldehida kebanyakan dipakai dalam produksi polimer dan rupa-rupa bahan kimia. Jika digabungkan dengan fenol, urea, atau melamina, formaldehida menghasilkan resintermoset yang keras. Resin ini dipakai untuk lem permanen, misalnya yang dipakai untuk kayulapis/tripleks atau karpet. Juga dalam bentuk busa-nya sebagai insulasi. Lebih dari 50% produksi formaldehida dihabiskan untuk produksi resin formaldehida.

Untuk mensintesis bahan-bahan kimia, formaldehida dipakai untuk produksi alkohol polifungsional seperti pentaeritritol yang dipakai untuk membuat catbahan peledak. Turunan formaldehida yang lain adalah metilena difenil diisosianat, komponen penting dalam cat dan busa poliuretana, serta heksametilena tetramina, yang dipakai dalam resin fenol-formaldehida untuk membuat RDX (bahan peledak).Sebagai formalin, larutan senyawa kimia ini sering digunakan sebagai insektisida serta bahan baku pabrik-pabrik resin plastik dan bahan peledak.

Besarnya manfaat di bidang industri ini ternyata disalahgunakan untuk penggunaan pengawetan industri makanan.Biasanya hal ini sering ditemukan dalam industri rumahan, karena mereka tidak terdaftar dan tidak terpantau oleh Depkes dan Balai POM setempat.Bahan makanan yang diawetkan dengan formalin biasanya adalah mi basah, tahu, bakso, ikan asin dan beberapa makanan lainnya.Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menusuk.Di dalam formalin terkandung sekitar 37 persen formaldehid dalam air, sebagai bahan pengawet biasanya ditambahkan metanol hingga 15 persen.Bila tidak diberi bahan pengawet makanan seperti tahu atau mi basah seringkali tidak bisa tahan dalam lebih dari 12 jam.

Daftar kegunaan formalin
1.      Pengawet mayat
2.      Pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya.
3.      Bahan pembuatan sutrasintetis, zat pewarna, cermin, kaca
4.      Pengeras lapisan gelatin dan kertas dalam dunia Fotografi.
5.      Bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea.
6.      Bahan untuk pembuatan produk parfum.
7.      Bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku.
8.      Pencegah korosi untuk sumur minyak
9.      Dalam konsentrasi yang sangat kecil (kurang dari 1%), Formalin digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih barang rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut kulit, perawatan sepatu, shampoo mobil, lilin, pasta gigi, dan pembersih karpet.

Penggunaan Formalin yang salah
Melalui sejumlah survei dan pemeriksaan laboratorium, ditemukan sejumlah produk pangan yang menggunakan formalin sebagai pengawet.Praktek yang salah seperti ini dilakukan oleh produsen atau pengelola pangan yang tidak bertanggung jawab. Beberapa contoh prduk yang sering diketahui mengandung formalin misalnya :
Pengertiaan Fungsi Dan Penyalahgunaan Formalin
  1. Ikan segar : Ikan basah yang warnanya putih bersih, kenyal, insangnya berwarna merah tua (bukan merah segar), awet sampai beberapa hari dan tidak mudah busuk.
  2. Ayam potong : Ayam yang sudah dipotong berwarna putih bersih, awet dan tidak mudah busuk.
  3. Mie basah : Mie basah yang awet sampai beberapa hari dan tidak mudah basi dibandingkan dengan yang tidak mengandung formalin.
  4. Tahu : Tahu yang bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur awet beberapa hari dan tidak mudah basi. 

B.     Dampak Formalin
Formalin mengandung unsur aldehida yang mudah bereaksi dengan protein.Hal yang paling membahayakan jika formalin berdosis tinggi masuk ke tubuh ialah bisa menimbulkan kanker.Formalin  dapat pula menimbulkan kerusakan pada organ-organ tubuh lain. Dalam jangka pendek, misalnya, jika hidung menghirup formalin, efeknya akan terjadi iritasi dan rasa terbakar pada organ penciuman tersebut serta tenggorokan. Selain itu, formalin dapat menimbulkan gangguan pernapasan serta batuk-batuk.

Organ lainnya yang juga sensitif jika terkena formalin ialah kulit. Kulit akan mengalami perubahan warna menjadi merah, mengeras, mati rasa, dan rasa terbakar apabila terkena formalin. Begitu pula halnya dengan mata, jika terkena formalin indera pelihatan itu bisa iritasi, merah, sakit, gatal-gatal, kabur, dan keluar air mata.
Dampak formalin pada kesehatan manusia :
- Akut : efek pada kesehatan manusia langsung terlihat : seperti iritasi, alergi, kemerahan, mata berair, mual, muntah, rasa terbakar, sakit perut dan pusing
- Kronik : efek pada kesehatan manusia terlihat setelah terkena dalam jangka waktu yang lama dan berulang : iritasi kemungkin parah, mata berair, gangguan pada pencernaan, hati, ginjal, pankreas, system saraf pusat, menstruasi dan pada hewan percobaan dapat menyebabkan kanker sedangkan pada manusia diduga bersifat karsinogen (menyebabkan kanker). Mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung formalin, efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Bahaya lain yang ditimbulkan formalin ialah jika tertelan, mulut, tenggorokan, dan perut akan terasa terbakar, sakit ketika menelan, mual, muntah, diare, kemungkinan terjadi perdarahan, dan sakit perut yang hebat. Bahkan dalam taraf yang lebih parah, formalin bisa menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, ginjal, serta sistem susunan saraf pusat.

Tidak hanya jangka pendek, penggunaan formalin dalam jangka panjang juga dapat membahayakan.Apabila terhirup, zat itu dapat menyebabkan kemandulan pada perempuan, kanker pada hidung, rongga hidung, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan otak.Dalam jangka panjang, kehadiran formalin akan mengganggu sistem kerja hati, kerusakan saraf, ginjal, paru-paru, dan organ reproduksi.

Jika terpapar formaldehida dalam jumlah banyak  misalnya terminum, bisa menyebabkan kematian. Dalam tubuh manusia, formaldehida dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan napas menjadi pendek dan sering, hipotermia, juga koma, atau sampai kepada kematiannya.Di dalam tubuh, formaldehida bisa menimbulkan terikatnya DNA oleh protein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang normal. Binatang percobaan yang menghisap formaldehida terus-terusan terserang kanker dalam hidung dan tenggorokannya, sama juga dengan yang dialami oleh para pegawai pemotongan papan artikel. Tapi, ada studi yang menunjukkan apabila formaldehida dalam kadar yang lebih sedikit, seperti yang digunakan dalam bangunan, tidak menimbulkan pengaruh karsinogenik terhadap makhluk hidup yang terpapar zat tersebut.

Formalin juga dapat merusak persyarafan tubuh manusia dan dikenal sebagai zat yang bersifat racun untuk persyarafan tubuh kita (neurotoksik). Gangguan pada persyarafan berupa susah tidur, sensitive, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan infertilitas.

C.    Tindakan Pemerintah
Pemerintah telah mengantisipasi penggunaan bahan pengawet berbahaya yang tidak layak bagi manusia (formalin) untuk digunakan sebagai pengawet makanan.Aturan yang dibuat pemerintah adalah UU no 7 tahun 1996 tentang Pangan dan UU no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang telah ditindaklanjuti oleh mentri kesehatan dengan keluarnya Peraturan Mentri Kesehatan no 1168/Menkes/PER/X/1999 yakni melarang Penggunaan Formalin dalam Makanan. Namun salah satu kendala proses hukum produsen pengguna formalin adalah dampaknya yang tidak langsung. Selain itu, kendala yang lain adalah produsen makanan rumah tangga (home industri) yang terdaftar dan tidak terdaftar jumlahnya ribuan sedangkan aparat pengawas (dari Badan POM) jumlahnya terbatas.

Sejauh ini yang diketahui upaya pemerintah dalam penanggulangan penggunaan formalin dalam daging atau produk pangan lainya ialah melakukan kontrol ke pasar-pasar tradisional maupun swalayan.Jika terbuktii secara sengaja menambahkan formalin kedalam pangan dikenakan sanksi kurungan maksimal 15 tahun dan denda sebesar-besarnya Rp. 500.000.000,-. Namun, jika tidak terbukti dan hanya menyalurkan diberikan peringatan secara tertulis.

D.    Upaya yang dapat dilakukan
Media massa berperan penting dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Sehingga dengan meningkatkan peran media masa untuk menyebarkan informasi mengenai bahaya penggunaan formalin kepada masyarakat sangat efektif. Dengan demikian, pengetahuan masyarakat akan semakin luas.

Meningkatkan kesadaran masyarakat.Masyarakat perlu diedukasi mengenai bahaya penggunaan formalin. Dengan begitu, mereka akan lebih berhati-hati dan selektif memilih produk-produk yang aman bagi kesehatan. Selain itu, masyarakat akan mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh ketika menemukan produk-produk berformalin. Serta diharapkan muncul kesadar dari pengguna formalin terhadap kehidupan sesama.

Pemerintah perlu melakukan beberapa action yang signifikan mengurangi penggunaan formalin ini. Beberapa alternatif penyelesaian dapat dilakukan untuk menjawab permasalahan antara lain :
- pemerintah harus tegas terhadap para pengguna formalin dalam makanan (produsen maupun pedagang). Penegakan UU no 7 th 1996 dan UU no 8 th 1999  tentang perlindungan konsumen, distorsi penggunaan formalin secara sengaja dalam produk makanan. dapat diancam pidana penjara maksimallima tahun atau denda maksimal Rp. 600 juta. Demikian juga Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1168/Menkes/PER/X/1999 melarang penggunaan formalin dalam makanan harus lebih dioptimalkan.
- pembinaan terhadap home industri dan pedagang (pasar tradisional dan pasar modern/supermarket) terntang bahayanya penggunaan formalin/zat kimia lainnya bagi makanan dan kesehatan.
- adanya subsidi dari pemerintah terhadap bahan pengawet/pewarna makanan, sehingga harganya bahan-bahan tersebut terjangkau mereka.
- alternatif bahan pengawet lainnya yang aman bagi kesehatan sesuai pengawet yang direkomendasikan Badan POM.
- penyuluhan maupun penyebaran informasi dengan berbagai media kepada masyarakat yang notabene sebagai konsumen, tentang macam-macam zat pengawet/pewarna makanan yang layak digunakan maupun yang membahayakan bagi kesehatan. Sehingga konsumen tidak resah akibat kesimpangsiuran informasi tentang zat apasaja yang terkandung dalam makanan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.  2012. Bahaya Formalin. Id.svoong.com. diakses 30 september 2012 pukul 21.00 WIB.
Anonymous. 2012. Daging Berformalin. www.kompas.com. diakses 30 september 2012 pukul 21.00 WIB
Formaldehyde, Wikipedia edisi bahasa Indonesia per 2 Januari 2006. Id.wikipedia.org diakses 30 september 2012 pukul 21.00 WIB
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1168/MENKES/PER/X/1999.
Musabir, Nurianti, Oktariana. 2008. Daging Berformalin. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Universitas Haluoleo. Kendari.

Ketentuan berkomentar :

* Dilarang menautkan link aktif maupun link mati

* Dilarang berkomentar yang Di Luar Topik (OOT)
EmoticonEmoticon